Looking for Bahasa Indonesia XI (DL) - 2526 test answers and solutions? Browse our comprehensive collection of verified answers for Bahasa Indonesia XI (DL) - 2526 at elabs-smaraw.labschool-unj.sch.id.
Get instant access to accurate answers and detailed explanations for your course questions. Our community-driven platform helps students succeed!
Baca dengan cermat teks berita ini.
Mengapa Kita Tidak Merasa Bumi Bergerak? Begini Penjelasan Ilmiahnya
Tanpa disadari, setiap detik kita sedang melaju di ruang angkasa dengan kecepatan luar biasa. Sebagai salah satu makhluk di Bumi, kita ikut “menumpang” dalam dua gerakan utama planet ini, rotasi dan revolusi. Pertama, Bumi berputar pada porosnya, yaitu garis imajiner yang menghubungkan Kutub Utara dan Kutub Selatan. Dalam 24 jam, Bumi menyelesaikan satu putaran penuh dengan kecepatan sekitar 1.670 km per jam di garis khatulistiwa. Sementara itu, Bumi juga bergerak mengelilingi Matahari dalam lintasan elips. Dibutuhkan waktu satu tahun untuk menyelesaikan satu putaran penuh dengan kecepatan rata-rata 107.000 km per jam.
Lalu, mengapa kita tidak merasakan kecepatan ekstrem ini? Jawabannya ada pada kestabilan gerakan Bumi. Gerakan planet kita sangat halus dan konstan, tidak ada hentakan atau perubahan mendadak. Seperti saat berada di pesawat yang sudah mencapai ketinggian jelajah. Meskipun terbang ratusan kilometer per jam, kita bisa berjalan santai tanpa merasa bergerak. Hal yang sama terjadi di Bumi. Kita, bersama pepohonan, laut, bangunan, dan segala yang ada di permukaannya, bergerak dengan kecepatan yang sama. Karena tidak ada perubahan mendadak dalam arah atau kecepatan, tubuh kita tidak memiliki “acuan” untuk merasakan gerakan tersebut. Selain itu, ukuran Bumi yang sangat besar membuat setiap pergerakannya terasa lembut. Ibarat seekor semut di atas bola pantai raksasa, meskipun bola itu berputar, semut hampir tidak merasakannya. Kita juga tidak memiliki titik referensi visual di luar angkasa. Di jalan raya, kita tahu mobil sedang bergerak karena melihat pohon dan rambu yang melintas. Tapi di luar angkasa, bintang-bintang begitu jauh sehingga tampak diam, meski kita melaju ribuan kilometer per jam melewati mereka. Untungnya, gravitasi Bumi membuat kita tetap “menempel” di permukaannya. Gaya tarik ini seperti pelukan tak terlihat yang menjaga semua benda tetap aman di planet ini, meski melaju kencang di ruang hampa.
Bagaimana kita tahu Bumi benar-benar bergerak? Perubahan siang dan malam, pergantian musim, hingga posisi bintang yang bergeser setiap malam adalah buktinya. Semua itu terjadi karena Bumi berputar pada porosnya dan mengelilingi Matahari. Bahkan, pengamatan dari satelit dan teleskop ruang angkasa telah memastikan bahwa Bumi tidak pernah diam. Dan bukan hanya planet, Matahari pun ikut berputar dan bergerak mengelilingi pusat galaksi Bima Sakti dengan kecepatan ratusan ribu kilometer per jam. Singkatnya, tidak ada yang benar-benar diam di alam semesta ini. Dari planet hingga galaksi, semuanya terus bergerak, hanya saja kita tidak merasakannya.
Unsur bagaimana (how) yang ada pada teks berita tersebut adalah ….
Baca dengan cermat teks berita ini.
Mengapa Kita Tidak Merasa Bumi Bergerak? Begini Penjelasan Ilmiahnya
Tanpa disadari, setiap detik kita sedang melaju di ruang angkasa dengan kecepatan luar biasa. Sebagai salah satu makhluk di Bumi, kita ikut “menumpang” dalam dua gerakan utama planet ini, rotasi dan revolusi. Pertama, Bumi berputar pada porosnya, yaitu garis imajiner yang menghubungkan Kutub Utara dan Kutub Selatan. Dalam 24 jam, Bumi menyelesaikan satu putaran penuh dengan kecepatan sekitar 1.670 km per jam di garis khatulistiwa. Sementara itu, Bumi juga bergerak mengelilingi Matahari dalam lintasan elips. Dibutuhkan waktu satu tahun untuk menyelesaikan satu putaran penuh dengan kecepatan rata-rata 107.000 km per jam.
Lalu, mengapa kita tidak merasakan kecepatan ekstrem ini? Jawabannya ada pada kestabilan gerakan Bumi. Gerakan planet kita sangat halus dan konstan, tidak ada hentakan atau perubahan mendadak. Seperti saat berada di pesawat yang sudah mencapai ketinggian jelajah. Meskipun terbang ratusan kilometer per jam, kita bisa berjalan santai tanpa merasa bergerak. Hal yang sama terjadi di Bumi. Kita, bersama pepohonan, laut, bangunan, dan segala yang ada di permukaannya, bergerak dengan kecepatan yang sama. Karena tidak ada perubahan mendadak dalam arah atau kecepatan, tubuh kita tidak memiliki “acuan” untuk merasakan gerakan tersebut. Selain itu, ukuran Bumi yang sangat besar membuat setiap pergerakannya terasa lembut. Ibarat seekor semut di atas bola pantai raksasa, meskipun bola itu berputar, semut hampir tidak merasakannya. Kita juga tidak memiliki titik referensi visual di luar angkasa. Di jalan raya, kita tahu mobil sedang bergerak karena melihat pohon dan rambu yang melintas. Tapi di luar angkasa, bintang-bintang begitu jauh sehingga tampak diam, meski kita melaju ribuan kilometer per jam melewati mereka. Untungnya, gravitasi Bumi membuat kita tetap “menempel” di permukaannya. Gaya tarik ini seperti pelukan tak terlihat yang menjaga semua benda tetap aman di planet ini, meski melaju kencang di ruang hampa.
Bagaimana kita tahu Bumi benar-benar bergerak? Perubahan siang dan malam, pergantian musim, hingga posisi bintang yang bergeser setiap malam adalah buktinya. Semua itu terjadi karena Bumi berputar pada porosnya dan mengelilingi Matahari. Bahkan, pengamatan dari satelit dan teleskop ruang angkasa telah memastikan bahwa Bumi tidak pernah diam. Dan bukan hanya planet, Matahari pun ikut berputar dan bergerak mengelilingi pusat galaksi Bima Sakti dengan kecepatan ratusan ribu kilometer per jam. Singkatnya, tidak ada yang benar-benar diam di alam semesta ini. Dari planet hingga galaksi, semuanya terus bergerak, hanya saja kita tidak merasakannya.
Unsur mengapa (why) yang ada pada teks berita tersebut adalah ….
Baca dengan cermat teks berita ini.
Kedutaan Besar (Kedubes) Prancis, Institut Français d'Indonésie (IFI), bekerja sama dengan Alliance Française Indonesia, Business France, dan Disciples Escoffier Indonesia, menyelenggarakan edisi ketiga Pekan Gastronomi Prancis yang bertajuk "Le Goût de France - Cita Rasa Prancis,j'adore ! " di The Papandayan Hotel Bandung Rabu (1/10). Sebuah acara yang merayakan bahasa universal gastronomi yang ditujukan kepada para koki Prancis maupun Indonesia atau dari negara lain yang berkontribusi dalam menghidupkan cita rasa masakan Prancis di Indonesia, mulai 1 hingga 13 Oktober 2025 di lebih dari 140 restoran yang tersebar di 40 kota dan 10 pulau di Indonesia, menawarkan menu, dan acara-acara seputar masakan Prancis.
Direktur IFI Bandung, Christophe Dreyer menyatakan tahun ini fokus utama tetap pada pelatihan vokasi dan transfer pengetahuan yang merupakan pilar utama dalam pengembangan gastronomi. Lebih dari 16 lokakarya dan dipandu oleh instruktur dari Centre de Formation d'Apprentis/CFA (Pusat Pelatihan Apprentice) Poitiers, Prancis serta instruktur dari Monin Sirop dan perusahaan Lesaffre, didampingi oleh chef Prancis ternama.
"Lokakarya ini memberikan kesempatan bagi para koki, pembuat roti, pembuat kue, profesional minuman, dan instruktur muda Indonesia untuk memperoleh dan menyempurnakan teknik kuliner mereka. Dinamika pelatihan ini sejalan dengan program ARIF (Apprentissage Restauration Indonésie-France) atau “Program Magang Seni Kuliner Indonesia-Prancis” yang telah mengirimkan enam mahasiswa politeknik dan universitas di Indonesia untuk ke Prancis pada Agustus lalu," ungkap Christophe.
Unsur kapan (when) yang ada pada teks berita tersebut adalah ….
Baca dengan cermat teks berita ini.
Yoghurt atau Kefir, Mana yang Lebih Baik bagi Kesehatan?
Sebagian besar dari kita mungkin pernah mendengar dan merasakan yoghurt. Namun, tampaknya untuk kefir belum banyak yang mengenalnya. Yoghurt dan kefir merupakan produk susu fermentasi yang sudah menjadi minuman tradisional selama ribuan tahun yang secara ilmiah telah dibuktikan bermanfaat bagi kesehatan yang dikategorikan sebagai produk probiotik.
Disampaikan oleh Guru Besar bidang Genetika dan Pemuliaan Ternak Fakultas Peternakan IPB Profesor Ronny Rachman Noor, dikutip Selasa (7/10), yogurt dibuat dengan cara memfermentasi susu menggunakan bakteri tertentu seperti Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus thermophilus yang menghasilkan produk dengan tekstur lembut dan sedikit asam. Sementara itu, lanjutnya, kefir merupakan produk susu yang difermentasi dengan menggunakan biji kefir (campuran bakteri dan ragi) yang menghasilkan produk susu fermentasi yang konsistensinya lebih encer dan rasa yang sedikit bersoda dan lebih asam. Ronny mengungkapkan bahwa manfaat kedua produk susu fermentasi ini sudah dibuktikan secara ilmiah sebagai sumber probiotik yang mendukung kesehatan pencernaan, memiliki daya cerna yang sangat baik, mendukung kesehatan tulang, mendukung kekebalan tubuh, mengandung senyawa yang dapat mengurangi peradangan serta merupakan sumber protein lengkap yang sangat baik.
Walaupun merupakan produk susu fermentasi, keduanya memiliki rasa yang berbeda. Bagi yang pernah mengonsumsi yoghurt tentunya dapat merasakan bahwa yoghurt memiliki rasa yang agak tajam, creamy, dan lembut. Ronny melanjutkan bahwa tingkatan rasa asamnya tergantung pada lama fermentasi (catatan: semakin lama akan menghasilkan rasa yang lebih asam). Di samping itu, tambahnya, yoghurt yang beredar di pasaran saat ini umumnya diproduksi dengan berbagai cita rasa untuk memenuhi selera konsumen.
Tekstur kefir jauh lebih encer sehingga mudah diminum. Kefir memiliki rasa yang lebih kompleks, dengan sedikit rasa asam, ragi lebih terasa dan terkadang sedikit manis. Dengan cita rasa seperti ini, kefir jika dikonsumsi dalam keadaan dingin akan terasa lebih menyegarkan.
Unsur bagaimana (how) yang ada pada teks berita tersebut adalah ….
Baca dengan cermat teks berita ini.
Yoghurt atau Kefir, Mana yang Lebih Baik bagi Kesehatan?
Sebagian besar dari kita mungkin pernah mendengar dan merasakan yoghurt. Namun, tampaknya untuk kefir belum banyak yang mengenalnya. Yoghurt dan kefir merupakan produk susu fermentasi yang sudah menjadi minuman tradisional selama ribuan tahun yang secara ilmiah telah dibuktikan bermanfaat bagi kesehatan yang dikategorikan sebagai produk probiotik.
Disampaikan oleh Guru Besar bidang Genetika dan Pemuliaan Ternak Fakultas Peternakan IPB Profesor Ronny Rachman Noor, dikutip Selasa (7/10), yogurt dibuat dengan cara memfermentasi susu menggunakan bakteri tertentu seperti Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus thermophilus yang menghasilkan produk dengan tekstur lembut dan sedikit asam. Sementara itu, lanjutnya, kefir merupakan produk susu yang difermentasi dengan menggunakan biji kefir (campuran bakteri dan ragi) yang menghasilkan produk susu fermentasi yang konsistensinya lebih encer dan rasa yang sedikit bersoda dan lebih asam. Ronny mengungkapkan bahwa manfaat kedua produk susu fermentasi ini sudah dibuktikan secara ilmiah sebagai sumber probiotik yang mendukung kesehatan pencernaan, memiliki daya cerna yang sangat baik, mendukung kesehatan tulang, mendukung kekebalan tubuh, mengandung senyawa yang dapat mengurangi peradangan serta merupakan sumber protein lengkap yang sangat baik.
Walaupun merupakan produk susu fermentasi, keduanya memiliki rasa yang berbeda. Bagi yang pernah mengonsumsi yoghurt tentunya dapat merasakan bahwa yoghurt memiliki rasa yang agak tajam, creamy, dan lembut. Ronny melanjutkan bahwa tingkatan rasa asamnya tergantung pada lama fermentasi (catatan: semakin lama akan menghasilkan rasa yang lebih asam). Di samping itu, tambahnya, yoghurt yang beredar di pasaran saat ini umumnya diproduksi dengan berbagai cita rasa untuk memenuhi selera konsumen.
Tekstur kefir jauh lebih encer sehingga mudah diminum. Kefir memiliki rasa yang lebih kompleks, dengan sedikit rasa asam, ragi lebih terasa dan terkadang sedikit manis. Dengan cita rasa seperti ini, kefir jika dikonsumsi dalam keadaan dingin akan terasa lebih menyegarkan.
Unsur di mana (where) yang ada pada teks berita tersebut adalah ….
Bacalah teks berikut dengan saksama.
Desa Wisata Punten, yang terletak di Kota Batu, Jawa Timur, kini menjadi salah satu destinasi wisata favorit bagi wisatawan lokal maupun mancanegara. Suasana alam yang sejuk, kebun apel yang luas, serta berbagai aktivitas wisata edukatif menjadikan desa ini ramai dikunjungi sejak awal tahun 2025.
Kepala Dinas Pariwisata Kota Batu, Rudi Santoso, mengatakan bahwa jumlah kunjungan wisatawan meningkat hingga 40 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Ia bahwa keberhasilan ini tidak lepas dari kerja sama antara pemerintah daerah dan masyarakat dalam mengembangkan potensi wisata berbasis alam dan budaya lokal.
Salah satu pengelola wisata, Nina Kartika, menuturkan bahwa wisatawan paling menyukai kegiatan memetik apel langsung dari kebun dan mengikuti workshop pembuatan keripik apel. Ia bahwa fasilitas seperti homestay, area parkir, dan pusat oleh-oleh kini telah diperbarui untuk meningkatkan kenyamanan pengunjung.
Sementara itu, beberapa wisatawan mengungkapkan bahwa mereka tertarik datang karena Desa Punten menawarkan suasana pedesaan yang asri dan pemandangan pegunungan yang indah.
Tujuan berita tersebut adalah …
Bacalah teks berikut dengan saksama.
Desa Wisata Punten, yang terletak di Kota Batu, Jawa Timur, kini menjadi salah satu destinasi wisata favorit bagi wisatawan lokal maupun mancanegara. Suasana alam yang sejuk, kebun apel yang luas, serta berbagai aktivitas wisata edukatif menjadikan desa ini ramai dikunjungi sejak awal tahun 2025.
Kepala Dinas Pariwisata Kota Batu, Rudi Santoso, mengatakan bahwa jumlah kunjungan wisatawan meningkat hingga 40 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Ia bahwa keberhasilan ini tidak lepas dari kerja sama antara pemerintah daerah dan masyarakat dalam mengembangkan potensi wisata berbasis alam dan budaya lokal.
Salah satu pengelola wisata, Nina Kartika, menuturkan bahwa wisatawan paling menyukai kegiatan memetik apel langsung dari kebun dan mengikuti workshop pembuatan keripik apel. Ia bahwa fasilitas seperti homestay, area parkir, dan pusat oleh-oleh kini telah diperbarui untuk meningkatkan kenyamanan pengunjung.
Sementara itu, beberapa wisatawan mengungkapkan bahwa mereka tertarik datang karena Desa Punten menawarkan suasana pedesaan yang asri dan pemandangan pegunungan yang indah.
Arti kata “destinasi” pada teks berita tersebut adalah ….
Perhatikan pernyataan-pernyataan berikut dengan baik.
1. Mengembangkan pokok informasi
2. Menentukan topik
3. Mendatangi sumber informasi
4. Mencatat pokok informasi
Urutan langkah-langkah menulis teks berita yang tepat adalah …
Baca dengan cermat teks berita ini.
Mengapa Kita Tidak Merasa Bumi Bergerak? Begini Penjelasan Ilmiahnya
Tanpa disadari, setiap detik kita sedang melaju di ruang angkasa dengan kecepatan luar biasa. Sebagai salah satu makhluk di Bumi, kita ikut “menumpang” dalam dua gerakan utama planet ini, rotasi dan revolusi. Pertama, Bumi berputar pada porosnya, yaitu garis imajiner yang menghubungkan Kutub Utara dan Kutub Selatan. Dalam 24 jam, Bumi menyelesaikan satu putaran penuh dengan kecepatan sekitar 1.670 km per jam di garis khatulistiwa. Sementara itu, Bumi juga bergerak mengelilingi Matahari dalam lintasan elips. Dibutuhkan waktu satu tahun untuk menyelesaikan satu putaran penuh dengan kecepatan rata-rata 107.000 km per jam.
Lalu, mengapa kita tidak merasakan kecepatan ekstrem ini? Jawabannya ada pada kestabilan gerakan Bumi. Gerakan planet kita sangat halus dan konstan, tidak ada hentakan atau perubahan mendadak. Seperti saat berada di pesawat yang sudah mencapai ketinggian jelajah. Meskipun terbang ratusan kilometer per jam, kita bisa berjalan santai tanpa merasa bergerak. Hal yang sama terjadi di Bumi. Kita, bersama pepohonan, laut, bangunan, dan segala yang ada di permukaannya, bergerak dengan kecepatan yang sama. Karena tidak ada perubahan mendadak dalam arah atau kecepatan, tubuh kita tidak memiliki “acuan” untuk merasakan gerakan tersebut. Selain itu, ukuran Bumi yang sangat besar membuat setiap pergerakannya terasa lembut. Ibarat seekor semut di atas bola pantai raksasa, meskipun bola itu berputar, semut hampir tidak merasakannya. Kita juga tidak memiliki titik referensi visual di luar angkasa. Di jalan raya, kita tahu mobil sedang bergerak karena melihat pohon dan rambu yang melintas. Tapi di luar angkasa, bintang-bintang begitu jauh sehingga tampak diam, meski kita melaju ribuan kilometer per jam melewati mereka. Untungnya, gravitasi Bumi membuat kita tetap “menempel” di permukaannya. Gaya tarik ini seperti pelukan tak terlihat yang menjaga semua benda tetap aman di planet ini, meski melaju kencang di ruang hampa.
Bagaimana kita tahu Bumi benar-benar bergerak? Perubahan siang dan malam, pergantian musim, hingga posisi bintang yang bergeser setiap malam adalah buktinya. Semua itu terjadi karena Bumi berputar pada porosnya dan mengelilingi Matahari. Bahkan, pengamatan dari satelit dan teleskop ruang angkasa telah memastikan bahwa Bumi tidak pernah diam. Dan bukan hanya planet, Matahari pun ikut berputar dan bergerak mengelilingi pusat galaksi Bima Sakti dengan kecepatan ratusan ribu kilometer per jam. Singkatnya, tidak ada yang benar-benar diam di alam semesta ini. Dari planet hingga galaksi, semuanya terus bergerak, hanya saja kita tidak merasakannya.
Unsur di mana (where) yang ada pada teks berita tersebut adalah ….
Bacalah teks berikut dengan saksama.
Bandung, 7 Oktober 2025 — Tren tanaman hias kembali meningkat setelah beberapa jenis tanaman tropis, terutama , banyak diminati oleh masyarakat. Berdasarkan pantauan di sejumlah toko tanaman di Bandung, permintaan terhadap monstera naik hampir dua kali lipat dalam satu bulan terakhir.
Pemilik toko tanaman “Hijau Lestari”, Rani Wulandari, mengatakan bahwa peningkatan penjualan mulai terlihat sejak awal September. Ia bahwa bentuk daun monstera yang unik dan cara perawatan yang mudah menjadi daya tarik utama bagi pembeli. Beberapa pembeli bahwa mereka tertarik mengoleksi tanaman hias karena tampilannya yang estetik dan cocok untuk mempercantik interior rumah.
Sementara itu, pakar botani dari Universitas Padjadjaran, Dr. Dimas Nugraha, menuturkan bahwa tren tanaman hias seperti Monstera tidak hanya memberikan keuntungan ekonomi, tetapi juga dapat meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kelestarian tanaman tropis. Ia bahwa merawat tanaman dapat membantu menurunkan tingkat stres dan memperbaiki kualitas udara di dalam ruangan.
Topik teks berita di atas adalah ....