logo

Crowdly

Browser

Add to Chrome

Bahasa Indonesia XI (DL) - 2526

Looking for Bahasa Indonesia XI (DL) - 2526 test answers and solutions? Browse our comprehensive collection of verified answers for Bahasa Indonesia XI (DL) - 2526 at elabschool.net.

Get instant access to accurate answers and detailed explanations for your course questions. Our community-driven platform helps students succeed!

Bacalah kutipan drama berikut!

 

Tampak Ken Arok tidur di suatu

tempat yang agak tinggi, sesuatu yang dapat dibayangkan penonton sebagai batu

besar atau cabang pohon dan sebangsanya. Tita, sahabat, dan pembantu Ken Arok

berdiri di suatu tempat sambil mengamati ke arah rombongan pedagang yang akan

datang. Beberapa orang, antara tiga sampai lima orang pendekar, berada di

dekatnya juga tampak mengawasi dan gelisah.

Pendekar 1 : “Tita, bisakah dia

tidur seperti itu?” 

Tita      : (tersenyum) “Apa salahnya dia tidur?”

Pendekar 1 : “Ya, tidak ada

salahnya. Tapi, rasanya tidak pantas saja. Orang lain sedang gelisah dan

tegang, tetapi dia enak tidur”

Tita      : “ Kalau kau takut, kami tidak memaksamu ikut perjalanan

ini.” 

Pendekar 1 : “Asal kau tahu

saja, aku tidak takut.”

Tita      : “Barangkali, kau tidak mempercayainya?”

Pendekar 1 : (ragu-ragu) “Tidak.

Dia begitu terkenal, tidak mungkin dia bersikap sembrono.”

Tita : (tersenyum)      “Kau mungkin tidak akan pernah bisa

memahaminya. Dia bukan manusia. Sekarang, tenanglah dan kembali berjaga.”

 

Latar tempat dari cerita dalam

naskah drama tersebut adalah ...

0%
100%
0%
0%
0%
View this question

Bacalah kutipan drama berikut!

 

Tampak Ken Arok tidur di suatu

tempat yang agak tinggi, sesuatu yang dapat dibayangkan penonton sebagai batu

besar atau cabang pohon dan sebangsanya. Tita, sahabat, dan pembantu Ken Arok

berdiri di suatu tempat sambil mengamati ke arah rombongan pedagang yang akan

datang. Beberapa orang, antara tiga sampai lima orang pendekar, berada di

dekatnya juga tampak mengawasi dan gelisah.

Pendekar 1 : “Tita, bisakah dia

tidur seperti itu?” 

Tita      : (tersenyum) “Apa salahnya dia tidur?”

Pendekar 1 : “Ya, tidak ada

salahnya. Tapi, rasanya tidak pantas saja. Orang lain sedang gelisah dan

tegang, tetapi dia enak tidur”

Tita      : “ Kalau kau takut, kami tidak memaksamu ikut perjalanan

ini.” 

Pendekar 1 : “Asal kau tahu

saja, aku tidak takut.”

Tita      : “Barangkali, kau tidak mempercayainya?”

Pendekar 1 : (ragu-ragu) “Tidak.

Dia begitu terkenal, tidak mungkin dia bersikap sembrono.”

Tita : (tersenyum)      “Kau mungkin tidak akan pernah bisa

memahaminya. Dia bukan manusia. Sekarang, tenanglah dan kembali berjaga.”

 

Konflik yang terdapat dalam

kutipan naskah tersebut adalah ...

0%
100%
0%
0%
0%
View this question

Baca cermat kutipan teks drama ini.

 

Samin : “Fred, jangan

cepat-cepat bahaya!”

Fredi : “Alaa, malam begini

sepi, tak apa!” (Samin menyusul dan menariknya mundur.)

Samin : “Kita berhenti dulu!”

Fredi : “Ah! Lebih cepat sampai

ke alamatnya kan lebih baik!” 

Samin : “Ingat yang aku bawa

surat penting!”

Fredi : “Justru itu!”

Samin : “Pokoknya berhenti,

Fred! Aku tidak mau ambil risiko tertangkap Belanda.” Fredi                        : “Baik, Min! Kau yang

pegang komando.”

 

Suasana yang tergambar dalam

drama di atas adalah....

100%
0%
0%
0%
0%
View this question

Baca cermat dialog berikut.

 

Muncul Sangkuriang dengan

beberapa anak buahnya.

Sangkuriang : “Pertapa, tidakkah

Anda melihat seorang wanita cantik berlari- lari ke tempat ini?”

Sang Prabu : “Tadi saya melihat

ibumu berdiri di depanku”

Sangkuriang : “Hai, ocehan apa

pula ini?” (anak buah Sangkuriang tertawa) 

Sang Prabu : “Dayang Sumbi

adalah ibu kandungmu, Sangkuriang.”

Sangkuriang : “Mereka

berkomplot, kawan-kawan.” (anak buah Sangkuriang tertawa lagi). “Janganlah ikut

campur, hai pertapa. Anda tidak punya kepentingan dalam perkara ini.”

Sang Prabu : “Saya sangat

berkepentingan dalam perkara ini, Sangkuriang.”

Sangkuriang : “Berkepentingan?

Wah, wah, wah, belakangan ini banyak sekali pertapa yang tak dapat

mengendalikan lidahnya, kawan-kawan.” (anak buah tertawa lagi)

Sang Prabu : “Saya tak dapat

membiarkan anak menikah dengan ibu kandungnya sendiri.”

Sangkuriang : “Bagaimana Anda

tahu bahwa Dayang Sumbi ibu kandungku?”

Sang Prabu : “Karena aku adalah

kakekmu, Sangkuriang. Dayang Sumbi adalah anak kandungku.

Sangkuriang : “Kawan-kawan, tidakkah

keterlaluan kalau dalam dua hari saya menemukan dua kerabat sekaligus?” (anak

buah tertawa)

(kepada Sang Prabu) “Memang Anda

pun keterlaluan, mempermainkan orang yang sungguh-sungguh seperti saya. Anda

sedang main sandiwara, menyesal sekali, saya tidak tertarik. Saya sedang

memikirkan hal lain. Sekarang, jangan halangi jalanku! (mengibaskan Sang Prabu

hingga terjatuh ke samping. Dayang Sumbi yang tidak terlindung lagi segera

mencabut tusuk kondenya lalu mengarahkan bagian yang runcing ke arah jantungnya)

 

Tema dalam penggalan naskah

drama tersebut adalah . . .

100%
0%
0%
0%
0%
View this question

Baca cermat kutipan drama berikut.

 

Dahlan

:   

Kamis malam Jumat. Jumat apa?

Rosana

    : Malam Jumat Kliwon, Pak!

Bukankah hari kelahiran ibu juga jatuh pada hari Jumat Kliwon?

Dahlan

    : Ya, beutl! Ibumu waktu mau

meninggal kurang satu minggu sudah ada tanda-tanda.....nasihat-nasihat

berharga. Masa hidupnya banyak meninggalkan kesan teladan. Tetapi....juga ada

kelemahannya.

Rosana 

   : Kelamahan? Memang manusia tidak ada

yang sempurna

Dahlan

    : Ya, jangan sampai menurun

pada anak cucu. Ibumu dahulu sakit-sakitan karena banyak pikiran. Ikut-ikutan

orang jual-beli perhiasan. Barangnya hilang, ibumu gigit jari menanggung

hutang. Siapa lagi kalau bukan Bapak yang turun tangan?

Rosana

    : Bukankah pada diri Bapak juga

ada kelemahannya?

Dahlan

    : Apa? Bapak rasa tidak ada!

(Tongkat terjatuh, kemudian dipungut lagi)

Rosana

    : Maaf, Pak.. ibu bertambah

sakit akibat Bapak dahulu sering mabuk judi, bukan? Ros masih ingat

barang-barang rumah dilelang. Habis terjual!

Dahlan

    : Ya...., itu akibat perbuatan

ibumu, tahu! (keras). Serakah dan mau menang sendiri. Mudah-mudahan pengalaman

pahit, miskin, tidak terulang lagi!

Amanat yang terkandung dalam kutipan drama di atas

adalah ....

100%
0%
0%
0%
0%
View this question

Bacalah kutipan drama berikut!

 

Polisi : “Sebelum dia meninju

Tuan, apa yang dilakukannya di sini, sampai Tuan tadi menelepon kami?”

Kamaen :  “Menghina nona

itu. Saya tidak tahu bagaimana menghinanya, Cuma  ketika saya di sini,

kedapatan mereka sedang bertengkaran kata. Sebagai orang di sini, saya lalu

menyuruh orang itu pergi meninggalkan tempat ini. Tapi malah membantah, sampai

terpaksa saya menelepon polisi.

Polisi : (kepada Ani) “Nona

dihina bagaimana oleh orang itu?

Ani       : “Sebenarnya orang itu sudah sering datang di sini, tapi

tidak selalu datang untuk belanja. Begitu pula tadi, datangnya hanya untuk

duduk di atas meja. Ketika saya cela perbuatannya, dia malah terus mencela

pekerjaan saya, caranya seperti di rumah sendiri terhadap bujangnya dengan

mengeluarkan kata-kata yang tak patut dikatakan.”

Polisi    : “Apa katanya kepada nona?”

Ani       : “Bahwa saya disini menjual kecantikan, bahwa saya di sini

jadi pendusta, penipu. Lagipula ia berkata dengan marah-marah.”

 

Karakter tokoh Ani dalam petikan

teks drama tersebut . . .

100%
0%
0%
0%
0%
View this question

Bacalah kutipan teks berikut.

 

Polisi : “Sebelum dia meninju

Tuan, apa yang dilakukannya di sini, sampai Tuan tadi menelepon kami?”

Kamaen :  “Menghina nona

itu. Saya tidak tahu bagaimana menghinanya, Cuma  ketika saya di sini,

kedapatan mereka sedang bertengkaran kata. Sebagai orang di sini, saya lalu

menyuruh orang itu pergi meninggalkan tempat ini. Tapi malah membantah, sampai

terpaksa saya menelepon polisi.

Polisi : (kepada Ani) “Nona

dihina bagaimana oleh orang itu?

Ani       : “Sebenarnya orang itu sudah sering datang di sini, tapi tidak

selalu datang untuk belanja. Begitu pula tadi, datangnya hanya untuk duduk di

atas meja. Ketika saya cela perbuatannya, dia malah terus mencela pekerjaan

saya, caranya seperti di rumah sendiri terhadap bujangnya dengan mengeluarkan

kata-kata yang tak patut dikatakan.”

Polisi    : “Apa katanya kepada nona?”

Ani       : “Bahwa saya disini menjual kecantikan, bahwa saya di sini

jadi pendusta, penipu. Lagipula ia berkata dengan marah-marah.”

 

Konflik yang dialami tokoh Ani

dalam naskah tersebut adalah . . .

0%
100%
0%
0%
0%
View this question

Baca cermat kutipan drama berikut.

 

Waktu itu sudah hampir jam

satu. Sekolah sudah usai. Bahwa Yanti belum pulang itulah yang menyebabkan

Asdiarti terkejut.

Asdiarti : Kau masih ada disini, Yanti. Belum pulang?

YantI : (Tidak menjawab. Ia hanya menggeleng dan terus melanjutkan membaca.)

 

Kutipan drama tersebut memuat latar ….

0%
0%
0%
100%
0%
View this question

Bacalah kutipan drama berikut!

 

Samin : “Fred, jangan

cepat-cepat bahaya!”

Fredi : “Alaa, malam begini

sepi, tak apa!” (Samin menyusul dan menariknya mundur.)

Samin : “Kita berhenti dulu!”

Fredi : “Ah! Lebih cepat sampai

ke alamatnya kan lebih baik!” 

Samin : “Ingat yang aku bawa

surat penting!”

Fredi : “Justru itu!”

Samin : “Pokoknya berhenti,

Fred! Aku tidak mau ambil risiko tertangkap Belanda.” Fredi  : “Baik, Min! Kau yang

pegang komando.”

 

Konflik yang terdapat dalam

penggalan drama di atas adalah ....

0%
0%
0%
0%
100%
View this question

Baca cermat kutipan drama berikut.

 

Setilawati : Pengecut!

Sedikit diserang kritik orang, engkau hendak melarikan diri. Untuk menjaga nama

supaya jangan merosot. Aku sudah maklum.

Ishak : (Sambil menunjuk keluar) Pergi daripadaku. Engkau boleh

memusuhi aku. Untuk cita-cita aku bersedia mengorbankan segalanya, juga

cintaku.

 

Watak tokoh Ishak dalam

penggalan drama di atas adalah ….

100%
0%
0%
0%
0%
View this question

Want instant access to all verified answers on elabschool.net?

Get Unlimited Answers To Exam Questions - Install Crowdly Extension Now!

Browser

Add to Chrome