logo

Crowdly

Browser

Add to Chrome

Konsentrasi Keahlian

Looking for Konsentrasi Keahlian test answers and solutions? Browse our comprehensive collection of verified answers for Konsentrasi Keahlian at lms.smktarunabhakti.sch.id.

Get instant access to accurate answers and detailed explanations for your course questions. Our community-driven platform helps students succeed!

Dalam pengembangan aplikasi web menggunakan Laravel, salah satu fitur penting adalah Blade Template Engine. Blade memungkinkan developer untuk memisahkan antara tampilan (View) dengan logika pemrograman. Misalnya, alih-alih menuliskan HTML berulang kali pada setiap halaman, Blade memungkinkan kita membuat layout utama (layout.blade.php) yang bisa digunakan kembali oleh halaman lain. Hal ini membuat kode lebih rapi, efisien, dan mudah dipelihara.

Selain Blade, keamanan juga menjadi aspek penting dalam aplikasi web. Laravel mendukung beberapa metode authorization untuk memastikan hanya pengguna yang memiliki hak akses tertentu yang bisa menggunakan fitur tertentu. Dua metode populer adalah JWT (JSON Web Token) dan Laravel Sanctum. JWT biasanya digunakan untuk aplikasi yang membutuhkan otorisasi lintas platform, seperti integrasi dengan aplikasi mobile. Sedangkan Sanctum lebih sering dipakai untuk SPA (Single Page Application) atau aplikasi web modern berbasis Laravel.

Dengan memanfaatkan Blade dan Authorization, aplikasi Laravel menjadi lebih terstruktur sekaligus aman. Misalnya, dalam aplikasi manajemen siswa di sekolah, layout tampilan dapat dibuat sekali saja dengan Blade, sedangkan akses data sensitif seperti nilai hanya bisa diakses oleh guru melalui mekanisme Authorization.

Fitur-fitur ini penting dipelajari oleh siswa RPL agar mereka memahami bagaimana membangun aplikasi web yang profesional, scalable, dan aman, sesuai dengan kebutuhan industri kekinian.

mr025-1.jpg

Perhatikan studi kasus berikut:

Sebuah aplikasi Laravel untuk manajemen kelas dibuat dengan Vue.js (SPA) di bagian frontend. Developer memilih Laravel Sanctum untuk mengelola authentication.

Apa alasan penggunaan Sanctum lebih cocok dalam kasus ini?
0%
0%
0%
0%
0%
View this question
Laravel adalah salah satu framework PHP yang populer untuk membangun aplikasi web dinamis. Keunggulannya terletak pada struktur kode yang rapi, mendukung arsitektur MVC (Model-View-Controller), dan menyediakan fitur otomatisasi seperti Migration untuk manajemen database. Dengan Migration, perubahan pada tabel database dapat dikontrol dan dicatat secara terstruktur sehingga tim pengembang lebih mudah berkolaborasi.

Arsitektur MVC membagi kode menjadi tiga bagian utama: Model untuk mengelola data dan logika, View untuk menampilkan antarmuka, serta Controller yang menjadi penghubung antara keduanya. Dengan konsep ini, pengembangan aplikasi menjadi lebih efisien, terorganisir, dan mudah dirawat.

Selain itu, Laravel menyediakan fitur Request Handling untuk menerima input dari pengguna. Misalnya, ketika pengguna mengisi form login atau menambahkan data produk, Laravel akan memproses permintaan tersebut melalui controller sebelum diteruskan ke model atau view.

Salah satu tujuan penting pembelajaran Laravel adalah memahami proses CRUD (Create, Read, Update, Delete). CRUD adalah dasar dari hampir semua aplikasi web dinamis, seperti sistem manajemen sekolah, e-commerce, hingga aplikasi media sosial. Dengan memanfaatkan MVC, CRUD dapat dijalankan dengan lebih terstruktur dan mudah dikembangkan.

mc001-1.jpg

Sebuah tim pengembang ingin menambahkan tabel products pada database aplikasi e-commerce berbasis Laravel. Mereka menggunakan Migration agar lebih mudah mengelola perubahan struktur database.

Apa keuntungan utama penggunaan Migration?
0%
0%
0%
100%
0%
View this question
Laravel adalah salah satu framework PHP yang populer untuk membangun aplikasi web dinamis. Keunggulannya terletak pada struktur kode yang rapi, mendukung arsitektur MVC (Model-View-Controller), dan menyediakan fitur otomatisasi seperti Migration untuk manajemen database. Dengan Migration, perubahan pada tabel database dapat dikontrol dan dicatat secara terstruktur sehingga tim pengembang lebih mudah berkolaborasi.

Arsitektur MVC membagi kode menjadi tiga bagian utama: Model untuk mengelola data dan logika, View untuk menampilkan antarmuka, serta Controller yang menjadi penghubung antara keduanya. Dengan konsep ini, pengembangan aplikasi menjadi lebih efisien, terorganisir, dan mudah dirawat.

Selain itu, Laravel menyediakan fitur Request Handling untuk menerima input dari pengguna. Misalnya, ketika pengguna mengisi form login atau menambahkan data produk, Laravel akan memproses permintaan tersebut melalui controller sebelum diteruskan ke model atau view.

Salah satu tujuan penting pembelajaran Laravel adalah memahami proses CRUD (Create, Read, Update, Delete). CRUD adalah dasar dari hampir semua aplikasi web dinamis, seperti sistem manajemen sekolah, e-commerce, hingga aplikasi media sosial. Dengan memanfaatkan MVC, CRUD dapat dijalankan dengan lebih terstruktur dan mudah dikembangkan.

mc002-1.jpg

Perhatikan potongan kode Migration berikut:

mc002-2.jpg

Kode di atas digunakan untuk:
0%
0%
100%
0%
0%
View this question

Di sebuah perguruan tinggi, dosen pengampu mata kuliah Basis Data sedang mengajarkan mahasiswa tentang operator logika AND dalam klausa WHERE. Untuk latihan, ia menyiapkan tabel sederhana bernama MAHASISWA yang berisi data nim, nama, prodi, dan tahun_masuk. Tabel ini berisi empat mahasiswa dari dua program studi, yaitu TI (Teknik Informatika) dan SI (Sistem Informasi), dengan tahun masuk yang berbeda.

Dosen menjelaskan bahwa penggunaan kondisi WHERE dapat memfilter data sesuai syarat yang diberikan. Jika hanya satu syarat, maka hasil akan menampilkan semua baris yang memenuhi syarat tersebut. Namun, jika menggunakan operator AND, maka baris yang ditampilkan harus memenuhi kedua syarat sekaligus. Dengan contoh nyata, mahasiswa diharapkan lebih mudah memahami konsep ini.

Untuk menguji pemahaman, dosen menuliskan sebuah kueri:

SELECT Nama

FROM MAHASISWA

WHERE prodi='TI' AND tahun_masuk=2021;

mc011-1.jpg

Hasil dari perintah adalah?
0%
0%
100%
0%
0%
View this question
Laravel menggunakan konsep MVC (Model-View-Controller) untuk memisahkan logika aplikasi. Model berhubungan dengan database, View menampilkan antarmuka, dan Controller mengatur alur logika. Dengan MVC, aplikasi menjadi lebih rapi dan mudah dikelola.

Fitur penting lain di Laravel adalah Migration. Migration digunakan untuk membuat dan mengubah struktur tabel database menggunakan kode. Hal ini mempermudah kerja tim, karena setiap perubahan database bisa disinkronkan dengan cepat melalui perintah php artisan migrate.

Selain itu, Laravel juga menggunakan mekanisme Handle Request. Ketika pengguna mengisi form atau mengirim data, request tersebut akan diproses oleh Controller, kemudian diteruskan ke Model, dan hasilnya ditampilkan oleh View.

Konsep ini sangat erat dengan CRUD (Create, Read, Update, Delete). Misalnya, ketika siswa menambah data, Controller menerima request, Model menyimpan ke database, dan View menampilkan daftar siswa yang sudah diperbarui.

es076-1.jpg

Jelaskan peran Migration dalam Laravel dan hubungannya dengan CRUD!
View this question
Dalam pengembangan aplikasi web menggunakan Laravel, salah satu fitur penting adalah Blade Template Engine. Blade memungkinkan developer untuk memisahkan antara tampilan (View) dengan logika pemrograman. Misalnya, alih-alih menuliskan HTML berulang kali pada setiap halaman, Blade memungkinkan kita membuat layout utama (layout.blade.php) yang bisa digunakan kembali oleh halaman lain. Hal ini membuat kode lebih rapi, efisien, dan mudah dipelihara.

Selain Blade, keamanan juga menjadi aspek penting dalam aplikasi web. Laravel mendukung beberapa metode authorization untuk memastikan hanya pengguna yang memiliki hak akses tertentu yang bisa menggunakan fitur tertentu. Dua metode populer adalah JWT (JSON Web Token) dan Laravel Sanctum. JWT biasanya digunakan untuk aplikasi yang membutuhkan otorisasi lintas platform, seperti integrasi dengan aplikasi mobile. Sedangkan Sanctum lebih sering dipakai untuk SPA (Single Page Application) atau aplikasi web modern berbasis Laravel.

Dengan memanfaatkan Blade dan Authorization, aplikasi Laravel menjadi lebih terstruktur sekaligus aman. Misalnya, dalam aplikasi manajemen siswa di sekolah, layout tampilan dapat dibuat sekali saja dengan Blade, sedangkan akses data sensitif seperti nilai hanya bisa diakses oleh guru melalui mekanisme Authorization.

Fitur-fitur ini penting dipelajari oleh siswa RPL agar mereka memahami bagaimana membangun aplikasi web yang profesional, scalable, dan aman, sesuai dengan kebutuhan industri kekinian.

mr024-1.jpg

Seorang siswa RPL diminta membangun aplikasi sekolah berbasis Laravel dengan fitur login dan proteksi data. Saat login berhasil, sistem mengembalikan token yang digunakan untuk setiap request selanjutnya. Mekanisme ini sesuai dengan…
100%
0%
0%
0%
100%
View this question
Laravel adalah salah satu framework PHP yang populer untuk membangun aplikasi web dinamis. Keunggulannya terletak pada struktur kode yang rapi, mendukung arsitektur MVC (Model-View-Controller), dan menyediakan fitur otomatisasi seperti Migration untuk manajemen database. Dengan Migration, perubahan pada tabel database dapat dikontrol dan dicatat secara terstruktur sehingga tim pengembang lebih mudah berkolaborasi.

Arsitektur MVC membagi kode menjadi tiga bagian utama: Model untuk mengelola data dan logika, View untuk menampilkan antarmuka, serta Controller yang menjadi penghubung antara keduanya. Dengan konsep ini, pengembangan aplikasi menjadi lebih efisien, terorganisir, dan mudah dirawat.

Selain itu, Laravel menyediakan fitur Request Handling untuk menerima input dari pengguna. Misalnya, ketika pengguna mengisi form login atau menambahkan data produk, Laravel akan memproses permintaan tersebut melalui controller sebelum diteruskan ke model atau view.

Salah satu tujuan penting pembelajaran Laravel adalah memahami proses CRUD (Create, Read, Update, Delete). CRUD adalah dasar dari hampir semua aplikasi web dinamis, seperti sistem manajemen sekolah, e-commerce, hingga aplikasi media sosial. Dengan memanfaatkan MVC, CRUD dapat dijalankan dengan lebih terstruktur dan mudah dikembangkan.

mc005-1.jpg

Dalam aplikasi manajemen sekolah, pengguna dapat menambahkan data siswa baru, melihat daftar siswa, memperbarui data, dan menghapus siswa. Empat proses ini dikenal dengan istilah…
0%
100%
0%
0%
0%
View this question
Dalam pengembangan aplikasi web menggunakan Laravel, salah satu fitur penting adalah Blade Template Engine. Blade memungkinkan developer untuk memisahkan antara tampilan (View) dengan logika pemrograman. Misalnya, alih-alih menuliskan HTML berulang kali pada setiap halaman, Blade memungkinkan kita membuat layout utama (layout.blade.php) yang bisa digunakan kembali oleh halaman lain. Hal ini membuat kode lebih rapi, efisien, dan mudah dipelihara.

Selain Blade, keamanan juga menjadi aspek penting dalam aplikasi web. Laravel mendukung beberapa metode authorization untuk memastikan hanya pengguna yang memiliki hak akses tertentu yang bisa menggunakan fitur tertentu. Dua metode populer adalah JWT (JSON Web Token) dan Laravel Sanctum. JWT biasanya digunakan untuk aplikasi yang membutuhkan otorisasi lintas platform, seperti integrasi dengan aplikasi mobile. Sedangkan Sanctum lebih sering dipakai untuk SPA (Single Page Application) atau aplikasi web modern berbasis Laravel.

Dengan memanfaatkan Blade dan Authorization, aplikasi Laravel menjadi lebih terstruktur sekaligus aman. Misalnya, dalam aplikasi manajemen siswa di sekolah, layout tampilan dapat dibuat sekali saja dengan Blade, sedangkan akses data sensitif seperti nilai hanya bisa diakses oleh guru melalui mekanisme Authorization.

Fitur-fitur ini penting dipelajari oleh siswa RPL agar mereka memahami bagaimana membangun aplikasi web yang profesional, scalable, dan aman, sesuai dengan kebutuhan industri kekinian.

mr023-1.jpg

Dalam sebuah aplikasi e-learning, developer ingin menggunakan sistem otorisasi agar hanya guru yang bisa mengakses halaman penilaian. Jika aplikasi memiliki integrasi dengan mobile app, metode authorization yang paling tepat adalah…
100%
0%
0%
0%
0%
View this question
Laravel adalah salah satu framework PHP yang populer untuk membangun aplikasi web dinamis. Keunggulannya terletak pada struktur kode yang rapi, mendukung arsitektur MVC (Model-View-Controller), dan menyediakan fitur otomatisasi seperti Migration untuk manajemen database. Dengan Migration, perubahan pada tabel database dapat dikontrol dan dicatat secara terstruktur sehingga tim pengembang lebih mudah berkolaborasi.

Arsitektur MVC membagi kode menjadi tiga bagian utama: Model untuk mengelola data dan logika, View untuk menampilkan antarmuka, serta Controller yang menjadi penghubung antara keduanya. Dengan konsep ini, pengembangan aplikasi menjadi lebih efisien, terorganisir, dan mudah dirawat.

Selain itu, Laravel menyediakan fitur Request Handling untuk menerima input dari pengguna. Misalnya, ketika pengguna mengisi form login atau menambahkan data produk, Laravel akan memproses permintaan tersebut melalui controller sebelum diteruskan ke model atau view.

Salah satu tujuan penting pembelajaran Laravel adalah memahami proses CRUD (Create, Read, Update, Delete). CRUD adalah dasar dari hampir semua aplikasi web dinamis, seperti sistem manajemen sekolah, e-commerce, hingga aplikasi media sosial. Dengan memanfaatkan MVC, CRUD dapat dijalankan dengan lebih terstruktur dan mudah dikembangkan.

mc008-1.jpg

Sebuah aplikasi Laravel digunakan untuk toko online. Saat pengguna menambahkan produk baru melalui form, sistem menyimpannya ke database.

Langkah yang termasuk proses Create dalam CRUD adalah…

0%
0%
0%
0%
100%
View this question
Laravel adalah salah satu framework PHP yang populer untuk membangun aplikasi web dinamis. Keunggulannya terletak pada struktur kode yang rapi, mendukung arsitektur MVC (Model-View-Controller), dan menyediakan fitur otomatisasi seperti Migration untuk manajemen database. Dengan Migration, perubahan pada tabel database dapat dikontrol dan dicatat secara terstruktur sehingga tim pengembang lebih mudah berkolaborasi.

Arsitektur MVC membagi kode menjadi tiga bagian utama: Model untuk mengelola data dan logika, View untuk menampilkan antarmuka, serta Controller yang menjadi penghubung antara keduanya. Dengan konsep ini, pengembangan aplikasi menjadi lebih efisien, terorganisir, dan mudah dirawat.

Selain itu, Laravel menyediakan fitur Request Handling untuk menerima input dari pengguna. Misalnya, ketika pengguna mengisi form login atau menambahkan data produk, Laravel akan memproses permintaan tersebut melalui controller sebelum diteruskan ke model atau view.

Salah satu tujuan penting pembelajaran Laravel adalah memahami proses CRUD (Create, Read, Update, Delete). CRUD adalah dasar dari hampir semua aplikasi web dinamis, seperti sistem manajemen sekolah, e-commerce, hingga aplikasi media sosial. Dengan memanfaatkan MVC, CRUD dapat dijalankan dengan lebih terstruktur dan mudah dikembangkan.

mc004-1.jpg

Seorang siswa membuat form login pada aplikasi Laravel. Ketika tombol Login ditekan, data dikirim ke server dan diproses melalui Controller.

Proses ini termasuk dalam konsep…
100%
0%
0%
0%
0%
View this question

Want instant access to all verified answers on lms.smktarunabhakti.sch.id?

Get Unlimited Answers To Exam Questions - Install Crowdly Extension Now!

Browser

Add to Chrome