Looking for Komputasi Awan XI TKJ test answers and solutions? Browse our comprehensive collection of verified answers for Komputasi Awan XI TKJ at lms.smktarunabhakti.sch.id.
Get instant access to accurate answers and detailed explanations for your course questions. Our community-driven platform helps students succeed!
Seorang siswa bernama Lina baru saja menyelesaikan instalasi Proxmox VE. Setelah reboot, muncul layar login di monitor server. Lina bingung apa yang harus dilakukan. Gurunya menjelaskan bahwa setelah instalasi: (1) Lepas USB installer dari server, (2) Catat IP address yang muncul di layar, (3) Proxmox bisa diakses dari laptop lain melalui browser dengan alamat https://[IP]:8006, (4) Login menggunakan username "root" dan password yang dibuat saat instalasi. Lina mencatat IP 192.168.1.100, lalu membuka browser di laptopnya dan mengakses https://192.168.1.100:8006. Ia berhasil masuk ke dashboard Proxmox. Berdasarkan kasus tersebut, manakah langkah PALING tepat setelah instalasi Proxmox selesai?
Seorang siswa bernama Kiki sedang menginstal Proxmox VE. Pada langkah Target Disk, ia melihat dua pilihan: /dev/sda (HDD 500GB) dan /dev/sdb (SSD 128GB). Kiki bingung harus memilih yang mana. Gurunya menjelaskan bahwa: (1) Semua data di disk yang dipilih akan dihapus, (2) SSD lebih cepat daripada HDD, (3) Untuk Proxmox, disarankan menggunakan SSD untuk sistem operasi dan VM, (4) HDD bisa digunakan untuk storage tambahan. Kiki memilih /dev/sdb (SSD) sebagai target disk. Setelah instalasi selesai, Proxmox berjalan dengan cepat. Berdasarkan kasus tersebut, manakah pernyataan yang PALING tepat tentang pemilihan target disk Proxmox?
Seorang siswa bernama Nanda berhasil mengakses halaman login Proxmox VE. Ia melihat form login dengan field: Username, Password, Realm, dan Language. Nanda bingung apa yang harus diisi. Gurunya menjelaskan: (1) Username: "root", (2) Password: password yang dibuat saat instalasi, (3) Realm: "Linux PAM standard authentication", (4) Language: "English" atau "Indonesian". Nanda mengisi form tersebut dan berhasil masuk ke dashboard Proxmox. Ia melihat berbagai menu seperti Datacenter, Node, Storage, dan VM. Berdasarkan kasus tersebut, manakah pernyataan yang PALING tepat tentang login Proxmox VE?
Seorang siswa bernama Oki berhasil login ke dashboard Proxmox VE. Ia melihat beberapa menu di panel kiri: Datacenter, Node (pve), Storage, dan VM. Oki bingung apa fungsi masing-masing menu. Gurunya menjelaskan: (1) Datacenter: pengaturan cluster-wide seperti user, group, firewall, backup, (2) Node: pengaturan server yang diinstall seperti system, network, DNS, time, (3) Storage: pengaturan penyimpanan seperti local, local-lvm, NFS, CIFS, (4) VM: daftar Virtual Machine dan Container yang dibuat. Oki menyimpulkan bahwa setiap menu memiliki fungsi spesifik untuk mengelola Proxmox. Berdasarkan penjelasan tersebut, manakah pernyataan yang PALING tepat tentang fungsi menu di dashboard Proxmox?
Seorang siswa bernama Dedi mencoba menginstal Proxmox VE di komputer lab. Ia sudah membuat bootable USB dan berhasil boot dari USB. Namun, saat mencoba menjalankan installer, muncul error: "Virtualization is not enabled in BIOS". Dedi bingung karena ia merasa sudah mengikuti semua langkah. Gurunya memeriksa dan menemukan bahwa fitur virtualisasi (Intel VT-x) di BIOS belum diaktifkan. Guru menyarankan untuk masuk ke BIOS, mencari menu "Virtualization Technology" atau "Intel VT-x", dan mengubahnya dari Disabled menjadi Enabled. Setelah Dedi mengaktifkannya, instalasi berhasil. Berdasarkan kasus tersebut, manakah penyebab PALING mungkin dari error "Virtualization is not enabled in BIOS"?
Seorang siswa bernama Hadi mencoba membuat bootable USB Proxmox VE dengan Rufus. Namun, flashdisk-nya tidak muncul di daftar Device di Rufus. Hadi bingung dan bertanya, "Pak, kenapa flashdisk saya tidak terdeteksi? Padahal sudah dicolok." Guru menyarankan beberapa langkah: (1) cek apakah flashdisk terbaca di File Explorer, (2) coba ganti port USB (gunakan port USB 2.0 jika USB 3.0 bermasalah), (3) format flashdisk terlebih dahulu dengan file system FAT32, (4) restart Rufus, (5) coba gunakan software lain seperti balenaEtcher. Setelah Hadi mencoba langkah-langkah tersebut, flashdisk-nya terdeteksi. Berdasarkan kasus tersebut, manakah langkah PALING tepat jika flashdisk tidak terdeteksi di Rufus?
Seorang siswa bernama Eka mendapat tugas membuat bootable USB untuk instalasi Proxmox VE. Ia sudah mendownload file ISO Proxmox VE 8.1 dari situs resmi. Ia juga sudah menyiapkan flashdisk 16GB. Eka membuka aplikasi Rufus dan melihat beberapa pilihan: Device (USB drive), Boot selection (ISO file), Partition scheme (GPT/MBR), dan Target system (UEFI/BIOS). Eka bingung harus memilih yang mana. Gurunya menjelaskan bahwa untuk Proxmox VE, sebaiknya gunakan: (1) Device: pilih flashdisk yang akan digunakan, (2) Boot selection: pilih file ISO Proxmox VE, (3) Partition scheme: GPT untuk UEFI atau MBR untuk BIOS, (4) Target system: sesuaikan dengan mode boot komputer. Setelah mengatur semua, klik START dan tunggu proses selesai. Berdasarkan penjelasan tersebut, manakah pernyataan yang PALING tepat tentang pembuatan bootable USB Proxmox VE?
Seorang siswa bernama Gita sudah mendownload file ISO Proxmox VE. Namun, saat mencoba boot dari USB, installer menampilkan error: "ISO image is corrupted or incomplete". Gita bingung karena ia merasa sudah mendownload dengan benar. Gurunya menyarankan untuk memverifikasi checksum file ISO menggunakan SHA256. Gita membuka situs resmi Proxmox, menyalin nilai SHA256, lalu menjalankan perintah "certutil -hashfile proxmox-ve.iso SHA256" di Command Prompt. Hasilnya berbeda dengan yang ada di situs resmi. Ternyata file ISO yang didownload corrupt. Gita mendownload ulang dan memverifikasi lagi. Kali ini checksum-nya cocok. Berdasarkan kasus tersebut, manakah langkah PALING tepat untuk memverifikasi ISO Proxmox VE?
Seorang siswa bernama Citra sedang menginstal Proxmox VE. Pada langkah pemilihan filesystem, ia melihat tiga pilihan: ext4, ZFS, dan XFS. Citra bingung harus memilih yang mana. Gurunya menjelaskan bahwa ext4 adalah filesystem default yang menggunakan LVM (Logical Volume Manager), cocok untuk instalasi single disk dan lab. ZFS adalah filesystem canggih yang mendukung software RAID, snapshot, dan kompresi, tetapi membutuhkan RAM lebih besar (minimal 8GB) dan cocok untuk multiple disk. XFS adalah alternatif ext4 yang lebih cocok untuk file besar. Untuk lab sekolah dengan single disk dan RAM terbatas, guru menyarankan menggunakan ext4. Berdasarkan penjelasan tersebut, manakah pernyataan yang PALING tepat tentang pemilihan filesystem Proxmox VE?
Seorang siswa bernama Miko berhasil menginstal Proxmox VE. Ia ingin mengakses web GUI dari laptopnya. Ia membuka browser dan mengetik "https://192.168.1.100:8006". Namun, browser menampilkan peringatan: "Your connection is not private - NET::ERR_CERT_AUTHORITY_INVALID". Miko panik dan bertanya, "Pak, apakah Proxmox saya kena hack? Kenapa ada peringatan?" Guru menjelaskan bahwa peringatan ini muncul karena Proxmox menggunakan self-signed certificate, bukan certificate dari lembaga resmi. Ini normal dan tidak berbahaya. Untuk melanjutkan, klik "Advanced" → "Proceed to 192.168.1.100 (unsafe)". Setelah itu, muncul halaman login Proxmox. Berdasarkan kasus tersebut, manakah pernyataan yang PALING tepat tentang peringatan SSL di Proxmox?