Perusahaan rintisan LogiMart selama ini menjalankan kebijakan backup server ut...
✅ The verified answer to this question is available below. Our community-reviewed solutions help you understand the material better.
Perusahaan rintisan LogiMart selama ini menjalankan kebijakan backup server utama sekali seminggu, setiap Minggu malam sistem otomatis membuat salinan cadangan penuh. Tim TI menganggap jadwal mingguan cukup karena beban penyimpanan dan window pemulihan terlihat terkendali, serta operasi harian berjalan normal tanpa gangguan berarti selama beberapa bulan terakhir.Namun, satu pagi tim operasi menemukan kegagalan disk pada server produksi. Setelah pemeriksaan, ternyata beberapa file log transaksi dan perubahan konfigurasi dari lima hari terakhir tidak dapat dipulihkan karena backup terakhir terjadi lima hari lalu. Akibatnya ada pesanan dan perubahan penting yang hilang, memaksa tim melakukan rekonsiliasi manual dengan pelanggan dan vendor, proses yang memakan waktu dan merusak kepercayaan.Manajemen memanggil rapat darurat untuk meninjau kebijakan backup. Opsi yang dibahas termasuk memperbesar kapasitas penyimpanan untuk backup lebih sering, menerapkan replikasi real-time, atau mengganti backup mingguan menjadi backup harian. Tim TI menekankan bahwa frekuensi backup menentukan berapa banyak data yang berisiko hilang antara kejadian dan backup terakhir, semakin sering backup, semakin pendek periode kehilangan potensial.Diskusi di rapat juga menyoroti bahwa backup harian memang butuh lebih banyak ruang dan prosedur restore yang teratur, tetapi langsung mengurangi risiko kehilangan beberapa hari kerja seperti yang terjadi. Manajemen akhirnya menyadari bahwa alasan paling kuat untuk beralih ke backup harian adalah mengurangi potensi kehilangan data antara waktu insiden dan backup terakhir, supaya jika terjadi kegagalan lagi, hanya sedikit data yang benar-benar hilang.Mengapa perusahaan sebaiknya mengganti backup mingguan menjadi backup harian?