✅ The verified answer to this question is available below. Our community-reviewed solutions help you understand the material better.
Perbedaan Sifat Fisik Air dan Metana
Air (H2O) dan metana (CH4) adalah dua senyawa yang sangat umum dalam kehidupan. Keduanya memiliki massa molar yang hampir sama (18 g/mol untuk air dan 16 g/mol untuk metana), namun sifat fisiknya sangat berbeda. Pada suhu kamar, air berwujud cair, sementara metana berwujud gas. Titik
didih air (100∘C) jauh lebih tinggi daripada metana (−161.5∘C).
Perbedaan drastis ini disebabkan oleh jenis interaksi antarmolekul yang bekerja di antara molekul-molekulnya. Interaksi ini lebih lemah dari ikatan kimia (kovalen atau ion) yang menyatukan atom-atom dalam satu molekul, tetapi sangat menentukan sifat fisik seperti titik didih, titik leleh, dan
kelarutan.
Molekul air memiliki atom pusat Oksigen (O) dengan 6 elektron valensi dan berikatan dengan dua atom Hidrogen (H) yang masing-masing memiliki 1 elektron valensi. Atom O memiliki dua pasangan elektron bebas (PEB), membuat molekulnya berbentuk V dan bersifat polar. Oleh karena itu, di antara molekul air terdapat interaksi ikatan hidrogen, yang merupakan gaya antarmolekul terkuat. Sebaliknya, molekul metana memiliki atom pusat Karbon (C) dengan 4 elektron valensi yang berikatan tunggal dengan empat atom Hidrogen (H). Atom C tidak memiliki pasangan elektron bebas, sehingga
molekulnya berbentuk tetrahedral simetris dan bersifat nonpolar. Interaksi antarmolekul yang bekerja di antara molekul metana hanyalah gaya London, yang merupakan gaya antarmolekul paling lemah.
Untuk membandingkan efek gaya antarmolekul, perhatikan data titik didih beberapa senyawa berikut: