Dalam beberapa dekade terakhir, produksi massal telah menjadi fondasi uta...
✅ The verified answer to this question is available below. Our community-reviewed solutions help you understand the material better.
Dalam beberapa dekade terakhir, produksi massal telah menjadi fondasi utama dalam industri modern. Dengan menggunakan mesin dan teknologi canggih, perusahaan mampu menghasilkan produk dalam jumlah besar dalam waktu yang relatif singkat. Hal ini tidak hanya meningkatkan efisiensi produksi, tetapi juga menurunkan biaya produksi per unit, sehingga harga jual dapat ditekan dan produk menjadi lebih terjangkau oleh masyarakat luas.Namun, produksi massal tidak lepas dari tantangan. Salah satunya adalah ketergantungan pada proses standar dan otomatisasi yang tinggi. Ini membuat perusahaan kurang fleksibel dalam menyesuaikan produk dengan kebutuhan konsumen yang lebih spesifik. Di tengah meningkatnya tren personalisasi dan permintaan produk yang unik, beberapa perusahaan mulai mempertimbangkan kembali model produksi mereka.Selain itu, dampak lingkungan dari produksi massal juga menjadi sorotan. Penggunaan bahan baku dalam skala besar, limbah produksi, dan konsumsi energi yang tinggi menimbulkan kekhawatiran terhadap keberlanjutan. Oleh karena itu, muncul pendekatan baru seperti produksi berkelanjutan dan lean manufacturing yang berusaha menekan limbah tanpa mengorbankan efisiensi.Perubahan pola konsumsi masyarakat pun turut memengaruhi arah produksi. Konsumen masa kini lebih sadar terhadap isu lingkungan dan sosial, sehingga perusahaan dituntut tidak hanya memproduksi barang secara cepat dan murah, tetapi juga secara etis dan ramah lingkungan. Hal ini menandakan bahwa di era modern, keberhasilan produksi massal tidak hanya diukur dari kuantitas, tetapi juga dari kualitas, fleksibilitas, dan dampaknya terhadap lingkungan.Berdasarkan uraian di atas, tantangan utama yang dihadapi oleh perusahaan dalam menerapkan produksi massal di era modern adalah..