logo

Crowdly

Browser

Add to Chrome

Pada zaman dahulu, di Kerajaan Galuh, Raja Prabu Permana Di Kusumah dan permaisu...

✅ The verified answer to this question is available below. Our community-reviewed solutions help you understand the material better.

Pada zaman dahulu, di Kerajaan Galuh, Raja Prabu Permana Di Kusumah dan permaisurinya, Dewi Pangrenyep, belum memiliki keturunan. Setelah berdoa dan bertapa, sang permaisuri akhirnya melahirkan seorang putra bernama Ciung Wanara. Namun, karena iri hati dan ambisi kekuasaan, Arya Damar-penasihat kerajaan menculik sang bayi dan merebut tahkta.

Ciung Wanara diselamatkan oleh pasangan petani dan tumbuh menjadi pemuda tangguh dan bijak. Ketika dewasa, ia mengikuti sayembara kerajaan dan berhasil memenangkan kontes panahan hingga akhirnya diketahui bahwa ia adalah putra raja. Ia pun menuntut kembali haknya atas tahkta dengan cara yang adil dan tidak melakukan balas dendam.

Nilai budaya yang dapat kita terapkan dari kutipan hikayat tersebut adalah ...
0%
0%
0%
100%
0%
More questions like this

Want instant access to all verified answers on moodle.ignatiusglobal.sch.id?

Get Unlimited Answers To Exam Questions - Install Crowdly Extension Now!

Browser

Add to Chrome