Norma sosial adalah aturan sosial implisit yang mengatur perilaku dalam suatu komunitas. Norma tidak ditetapkan secara langsung; melainkan berkembang seiring waktu seiring orang menjalani perilaku sehari-hari, merasakan reaksi orang lain terhadap perilaku tersebut, dan mengamati apa yang dilakukan orang lain. Norma sosial berbeda-beda, bergantung pada kelompok orang, komunitas, atau budaya. Apa yang dianggap sepenuhnya normal, bahkan mengagumkan, dalam satu kelompok mungkin tidak disetujui di kelompok lain (misalnya, kantor di mana pakaian kasual dianggap normal vs. kantor di mana setiap orang wajib mengenakan jas). Menurut psikolog Robert Cialdini, orang terus-menerus mencari "bukti sosial" untuk memandu perilaku mereka sendiri. Mereka mencari petunjuk tentang apa yang dilakukan orang lain untuk memahami perilaku yang tepat dalam situasi tertentu. Bukti sosial tentang apa yang dapat diterima merupakan panduan yang sangat ampuh untuk berperilaku ketika situasinya ambigu atau baru. Terkait norma sosial, salah satu tantangan besar yang kita hadapi adalah menciptakan budaya berkelanjutan di mana begitu banyak tindakan tidak berkelanjutan dianggap normal dan bahkan sesuatu yang harus diperjuangkan: mengemudi sendiri, tinggal di rumah yang sangat besar, makan makanan yang telah menempuh perjalanan jauh, makan daging di setiap waktu makan, memiliki halaman rumput hijau bebas gulma, dan terus-menerus berbelanja barang-barang konsumen baru. Perilaku berkelanjutan, seperti membeli barang bekas atau mandi sebentar, di sisi lain, sering dianggap berstatus lebih rendah atau tidak diinginkan. Norma sosial menciptakan peluang untuk perubahan; untuk satu hal, norma-norma tersebut dinamis dan terus bergeser (pikirkan saja tren mode). Tujuan bagi kita yang ingin mewujudkan masyarakat yang lebih berkelanjutan adalah dengan cepat membawa perilaku berkelanjutan ke ranah yang normal, dapat diterima, dan sesuatu yang dicita-citakan orang. Bagaimana kita mencapai ini? Kita perlu memberi orang bukti, bukti sosial, bahwa perilaku berkelanjutan dapat diterima dan diinginkan.(Diadaptasi dari: https://www.pca.state.mn.us/sites/default/files/p-ee1-01.pdf ) Berdasarkan teks, kata disapproval pada baris 5 berarti ….