✅ The verified answer to this question is available below. Our community-reviewed solutions help you understand the material better.
POTENSI MAKANAN TRADISIONAL
SEBAGAI DAYA TARIK WISATA KULINER
DI D.I. YOGYAKARTA
Minta Harsana1, : Maria Triwidayati2
Program Studi Pendidikan Teknik Boga, Jurusan Pendidikan Teknik Boga dan Busana, Fakultas
Teknik, Universitas Negeri Yogyakarta, Yogyakarta
E-mail: [email protected],
ABSTRAK
Penelitian ini didasari oleh ketertarikan mengenai perkembangan wisata kuliner D.I Yogyakarta yang memiliki potensi beragam, bahan baku yang melimpah, cara pembuatan makanan tradisional unik, dan pangsa pasar yang menjanjikan, namun ternyata perkembangannya masih bersifat sangat lokal. Selain itu sebagian belum memenuhi standar sebagai oleh-oleh, dan terkesan kurang diperhatikan oleh masyarakat yang justru memilih produk makanan luar negeri yang dipasarkan secara massal. Keragaman etnis di Indonesia yang tercermin dalam multibudaya kulinernya tidak dilihat oleh masyarakat sebagai sesuatu yang istimewa. Selain itu, warisan budaya dan sumber daya alam merupakan daya tarik wisata terpopuler yang ditawarkan oleh pemerintah, namun promosi makanan tradisional di situspariwisata pemerintah masih kurang diperhatikan. Hal-hal itulah yang menjadi alasan penelitian ini harus dilakukan.Tujuan penelitian adalah mengkaji Pengembangan wisata kuliner melalui makanan tradisional, bahan, cara pengolahan dan cara menyajikan, waktu menyajikan, alat yang di gunakan makanan tradisional di D.I Yogyakarta; Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Adapun informan adalah para produsen dan penjual makanan tradisional di wilayah D.I Yogyakarta. Lokasi penelitian adalah di seluruh wilayah D.I Yogyakarta. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa potensi pengembangan wisata kuliner makanan tradisional di D.I Yogyakarta didominasi bahan makanan lokal, yaitu main course adalah sayuran dan daging sapi; untuk kudapan adalah singkong/ubi, tepung beras; untuk minuman adalah rempah-rempah; serta ditemukan 51 jenis makanan utama, 105 jenis kudapan, dan 14 jenis minuman. Cara pengolahan dengan rebus, goreng, tumis, kukus, bakar, panggang/oven. Cara penyajiannya dengan lesehan dan duduk di meja. Waktu penyajian pada pagi, siang, dan malam. Alat-alat yang digunakan untuk memproduksi makanan tradisional adalah cobek, batok, muntu, wakul, dandang, kuali, dan anglo.Kata Kunci:Wisata Kuliner, Makanan TradisionalHal yang menjadi penyebab kurang diminatinya makanan tradisional oleh kalangan remaja saat ini diantaranya adalah, kecuali...