✅ The verified answer to this question is available below. Our community-reviewed solutions help you understand the material better.
Kasus kekerasan dalam dunia pendidikan masih memprihatinkan. Terjadi lonjakan kasus kekerasan di sekolah, bahkan pada Januari--Juli 2024 ada 36 kasus dan pada bulan September 2024 saja terjadi 12 kasus. Kasus-kasus tersebut tentu tidak lepas dari permasalahan yang sering dihadapi guru di dalam kelas maupun lingkungan sekolah yang belum ada pemecahannya. Salah satu permasalahan yang sering dihadapi oleh guru adalah bagaimana mengendalikan peserta didik ketika terjadi kegaduhan di kelas dan kesulitan membangkitkan motivasi anak untuk belajar. Guru kerap dibuat frustasi oleh peserta didiknya yang susah diatur, susah untuk diam, dan sulit mengikuti pembelajaran atau sulit diarahkan untuk disiplin.Permasalahan tersebut diperparah manakala guru sedang stres, baik karena masalah pekerjaan yang berlebihan maupun karena persoalan pribadi di rumah tangganya. Situasi semacam itu dapat menyulut amarah dan menjadi pemicu perilaku nakal siswanya. Ketidakmampuan seorang guru mengendalikan amarah memicu timbulnya masalah kekerasan di sekolah. Akan tetapi, apa pun alasannya, melakukan tindakan kekerasan terhadap anak didik memang tidak bisa dibenarkan. Menghadapi kenyataan seperti ini, sungguh dilematis menjadi seorang guru. Di satu sisi guru ingin mengabdi dan mendidik anak, di sisi lain risikonya besar bila tidak berhati-hati.
Seorang guru perlu memahami apa yang diinginkan oleh siswa. Guru harus terlebih dulu mendiagnosis kebutuhan anak untuk belajar. Oleh karena itu, guru harus selalu meningkatkan kemampuan interpersonal sehingga mampu memahami anak secara lebih mendalam. Selain itu, guru juga harus mengetahui tingkat perkembangan anak, utamanya anak sekolah menengah pertama.
Masa puber adalah masa persiapan seorang remaja akan memasuki dunia baru, yaitu masyarakat yang kompleks. Sayangnya, guru dan orang tua sering tidak peduli dengan masa transisi itu. Kebanyakan orang beranggapan bahwa masa puber akan berjalan normal begitu saja. Padahal, pada masa puber ada banyak perubahan hormonal, neurologi, dan fisik pada anak. Perubahan itu menyebabkan mood anak tidak stabil, anak lebih agresif, suka memberontak, lebih peka terhadap rangsangan, dan suka meniru. Keadaan semacam itu menimbulkan permasalahan serius jika orangtua dan guru tidak mampu menciptakan lingkungan yang kondusif.
Jika diringkas dan dipadatkan, apa sebenarnya yang terjadi pada masa puber seorang remaja?