Hampir 25 tahun lalu kami berpisah karena keluarga saya harus boyongan ke kota t...
✅ The verified answer to this question is available below. Our community-reviewed solutions help you understand the material better.
Hampir 25 tahun lalu kami berpisah karena keluarga saya harus boyongan ke kota tempat kerja Ayah yang baru di luar pulau. Tak satupun barang tertinggal di rumah lama. Begitu juga dengan sahabatku, kami harus berpisah.Bertemu dengannya setelah sekian lama, mengingatkan kembali pada pengalaman kami dahulu. Pengalaman yang menjadikan dia, walau tidak setiap waktu, selalu lekat di ingatan saya. Tentu dia mengingatnya pula, baik kan? Saya yakin rasa yang dialaminya lebih besar efeknya. Karena sebagai seorang sahabat, dia jelas jauh lebih tulus dan setia daripada saya. Tak terasa mata saya mulai berkaca-kaca.Saat malam itu saya berada di sini, memperhatikannya belajar. Selesai belajar, dia menyuruh saya pulang karena hendak pergi mencari jangkrik. Saya langsung menyatakan ingin ikut, tapi dia keberatan. Ayah dan ibunya pun melarang. Saya sering mendengar cerita mengasyikkan anak-anak beramai-ramai berangkat ke sawah selepas isya untuk mencari jangkrik. Sayang, Ayah tidak pernah membolehkan saya. Tapi malam itu saya nekat, dan sahabat saya itu akhirnya tidak kuasa menolak."Tidak ganti baju?" tanya saya heran begitu dia langsung memimpin untuk berangkat. Itu hari Jumat. Seragam coklat Pramuka yang dikenakannya sejak pagi masih akan dipakai untuk bersekolah sehari lagi. Dia memang tidak memiliki banyak pakaian, hingga seragam sekolah biasa dipakai kapan saja. Tapi memakainya untuk pergi ke sawah mencari jangkrik, rasanya sangat tidak elok.Saya mengambil alih obor dari tangannya. Rasanya belum terlalu lama kami berada di sana, dan bumbung baru terisi beberapa ekor jangkrik ketika tiba-tiba angin berubah perangai. Kaget, pantat obor itu justru saya angkat tinggi-tinggi sehingga minyak mendorong sumbunya terlepas. Api dengan cepat berpindah membakar punggung saya! Terdengar teriakannya sembari melepaskan seragam coklatnya untuk dipakai menyambar punggung saya. Baju yang saya kenakan habis sepertiganya. Sahabat saya itu tanggap melingkupi tubuh saya dengan seragam coklatnya, melihat saya mulai menangis dan menggigil antara kesakitan dan kedinginan.Sadar saya membutuhkan pertolongan secepatnya, dia menggendong saya lalu berlari sembari membujuk-bujuk saya untuk tetap tenang. Napasnya memburu kelelahan, tapi rasa tanggung jawab yang besar seperti memberikannya kekuatan berlipat untuk tetap bersama saya.(Sumber: Karya Aris Kurriawan Basuki - Kutipan dengan Penyesuaian)Kalimat mana saja dari dalam kutipan cerpen tersebut yang membuktikan karakter sahabat tokoh saya merupakan seorang yang setia kawan?Pilihlah jawaban yang benar! Jawaban benar lebih dari satu
a.
Saya langsung menyatakan ingin ikut, tapi dia keberatan.
b.
Dia memang tidak memiliki banyak pakaian hingga seragam sekolah biasa dipakai kapan saja.
c.
Sahabat saya itu tanggap melingkupi tubuh saya dengan seragam coklatnya.
d.
Dia menggendong saya lalu berlari sembari membujuk-bujuk saya untuk tetap tenang.
e.
Rasa tanggung jawab yang besar seperti memberinya kekuatan berlipat untuk tetap bersama saya.