logo

Crowdly

Browser

Add to Chrome

 NASKAH / TEKS ...

✅ The verified answer to this question is available below. Our community-reviewed solutions help you understand the material better.

 NASKAH / TEKS

     Ro

kok konvensional mengandung ribuan

zat kimia berbahaya yang dihasilkan melalui proses pembakaran tembakau,

termasuk tar, benzena, karbon monoksida, dan logam berat, seperti arsenik dan

timbal. Kombinasi zat ini terbukti menyebabkan kanker paru-paru, penyakit

jantung, dan gangguan sistem pernapasan. Asap hasil pembakaran dari rokok

konvensional juga terbukti dapat menyebabkan pencemaran udara di ruang tertutup

dan menempel pada permukaan benda (

third-hand smoke

). Asap rokok juga

membuat banyak perokok pasif pun terkena imbasnya. Perokok pasif terpapar lebih

dari 4.000 zat berbahaya dari rokok. Kelompok rentan, seperti anak-anak, ibu

hamil, atau lansia, dapat berisiko mengalami asma, infeksi telinga, pneumonia,

bahkan sindrom kematian mendadak pada bayi (SIDS)

     Sementara itu, vape yang bekerja

dengan memanaskan cairan (

e-liquid

) menghasilkan aerosol. Meskipun tidak

melalui pembakaran tembakau, aerosol dari vape tetap mengandung nikotin dan

logam berat. Belum lagi, zat perasa yang dihasilkan dari pemanasan cairan dapat

memicu peradangan pada saluran napas, seperti popcorn lung. Nikotin masih

terdapat di vape walau tidak sebanyak rokok konvensional. Namun, karena vape

menghasilkan uap, pengguna vape bisa menghirup lebih banyak nikotin dalam

sekali waktu. Otak akan kebanjiran nikotin sehingga berpotensi adanya gangguan

perkembangan otak pada remaja. Dampaknya dapat berupa gangguan konsentrasi,

kecemasan, serta perubahan perilaku impulsif.

     Efek vape mungkin tampak “lebih

ringan” pada awalnya, tetapi belum ada bukti kuat bahwa penggunaannya aman

dalam jangka panjang. Bahkan, banyak dokter paru menyebut vape sebagai “bom

waktu kesehatan” karena dampaknya bisa muncul bertahun-tahun kemudian. Adanya a

nggapan bahwa vape merupakan

alternatif “lebih aman” bagi perokok merupakan hal yang salah besar. Efek

samping vape penting diwaspadai.

Penting untuk memahami bahwa “lebih aman” tidak berarti “aman

sepenuhnya” bagi tubuh. Anggapan inilah yang membuat generasi muda mudah

terjebak kecanduan nikotin dalam bentuk yang berbeda. Bahkan, banyak orang yang

belum pernah mencoba rokok konvensional malah mencoba vape.

Mengapa

penulis memilih istilah “lebih aman” untuk menggambarkan anggapan yang salah dari

vape?

0%
33%
0%
0%
67%
More questions like this

Want instant access to all verified answers on snbt-dua.prosusinten.org?

Get Unlimited Answers To Exam Questions - Install Crowdly Extension Now!

Browser

Add to Chrome