logo

Crowdly

Browser

Add to Chrome

1. Penurunan Imersi (Keterlibatan Pemain)Animasi yang kaku, tidak natural, ...

✅ The verified answer to this question is available below. Our community-reviewed solutions help you understand the material better.

mc009-1.jpg

1. Penurunan Imersi (Keterlibatan Pemain)Animasi yang kaku, tidak natural, atau tidak sinkron bisa membuat pemain merasa bahwa dunia game tidak realistis atau kurang hidup.Contoh: Karakter berjalan tapi kakinya tidak menyentuh tanah, atau ekspresi wajah tidak sesuai dengan dialog.

2. Gameplay TerpengaruhBanyak elemen gameplay yang bergantung pada animasi, seperti timing serangan, gerakan menghindar, atau feedback visual.Animasi yang buruk bisa menyebabkan input terasa lambat, tidak responsif, atau membingungkan.Contoh: Animasi serangan terlalu lambat sehingga pemain sulit menyesuaikan timing.

3. Masalah Teknis dan BugAnimasi yang tidak dirancang dengan baik bisa menyebabkan clipping (objek menembus satu sama lain), ragdoll yang aneh, atau bahkan crash jika ada konflik sistem.Contoh: Karakter tiba-tiba "melayang" atau "terpental" karena animasi tidak berfungsi dengan baik.

4. Penurunan Kualitas VisualAnimasi adalah bagian dari presentasi visual. Jika tidak halus, maka visual game terasa "murahan" atau "tidak profesional".Game indie sekalipun bisa terlihat berkualitas tinggi dengan animasi yang halus dan konsisten.

5. Kesulitan Memahami Situasi dalam GameDalam game aksi, strategi, atau kompetitif, animasi memberi isyarat penting (misalnya: serangan akan datang, karakter sedang terluka, dll).Animasi yang buruk bisa membuat pemain tidak tahu apa yang sedang terjadi.

6. Ulasan Buruk dan Reputasi TercorengPemain dan reviewer sering mengkritik animasi buruk karena itu sangat mencolok.Bisa menyebabkan rating rendah dan penurunan penjualan.

7. Kurangnya Emosi dan Narasi yang LemahDalam game berbasis cerita, animasi wajah dan tubuh sangat penting untuk menyampaikan emosi.Tanpa animasi yang ekspresif, karakter terasa datar dan cerita jadi kurang berdampak.

Perkembangan game 3D

Game 3D pertama adalah Maze War, yang dikembangkan pada tahun 1973.

Pada tahun 1990-an, grafis 3D menjadi norma dalam industri, ditandai oleh permainan-permainan penting seperti Super Mario 64 dan Quake.

Saat ini, game 3D menawarkan realisme visual yang tak tertandingi dan lingkungan yang luas.

Game 3D terus berkembang dari gim-gim terdahulu seperti The Legend of Zelda dan Donkey Kong hingga gim-gim modern seperti Skyrim dan Halo.

Apa yang akan terjadi jika animasi dalam game tidak dibuat dengan baik?
0%
0%
0%
0%
0%
More questions like this

Want instant access to all verified answers on lms.smktarunabhakti.sch.id?

Get Unlimited Answers To Exam Questions - Install Crowdly Extension Now!

Browser

Add to Chrome