logo

Crowdly

Browser

Add to Chrome

Susu kambing bukan sekadar minuman. Ia adalah warisan peradaban. Sejak 10.000 t...

✅ The verified answer to this question is available below. Our community-reviewed solutions help you understand the material better.

Susu

kambing bukan sekadar minuman. Ia adalah warisan peradaban. Sejak 10.000 tahun

lalu, susu kambing telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan manusia.

Domestikasi kambing bermula di Fertile Crescent—wilayah kaya sejarah yang

meliputi Iran Barat Laut dan Mesopotamia. Bagi peradaban awal, kambing bukan

sekadar hewan ternak. Ia simbol keberlangsungan hidup.

Bangsa Mesir Kuno menuliskannya dalam papirus. Mereka

menyebut susu kambing sebagai “obat abadi”. Hippocrates, Bapak Kedokteran

Barat, merekomendasikannya untuk anemia dan hepatitis ringan. Dalam tradisi

Jawa abad ke-17, susu Etawa dianggap jamu keraton. Ia disajikan untuk

memperkuat vitalitas keluarga raja. Di sanalah susu kambing bukan hanya gizi—ia

spiritual, simbolik, dan terapeutik.

Agama juga mengakui khasiatnya. Dalam Al-Qur’an, susu

disebut sebagai rezeki yang “murni, keluar di antara darah dan kotoran”

(An-Nahl: 66). Hadis Ibn Majah menyebut susu kambing sebagai penawar masalah

pencernaan. Ayurveda menyebutnya ajadugdha—ramuan awet muda. Dalam teks Kristen

dan Yahudi awal, susu kambing melambangkan kemakmuran.

Di era modern, susu kambing semakin mendapat perhatian

dalam dunia kesehatan dan industri pangan. Kandungan nutrisinya—seperti protein

mudah cerna, kalsium tinggi, serta rendah laktosa—membuatnya populer sebagai

alternatif bagi penderita intoleransi susu sapi. Berbagai penelitian medis

menunjukkan potensinya untuk memperkuat sistem imun dan menjaga kesehatan

pencernaan. Kini, susu kambing hadir dalam beragam bentuk, mulai dari susu

segar, bubuk, hingga olahan seperti keju dan yogurt, menjadikannya jembatan antara

warisan peradaban kuno dengan kebutuhan gizi masyarakat masa kini.

(Disadur

dari

https://ayosehat.kemkes.go.id/keajaiban-dan-manfaat-susu-kambing-bagi-kesehatan)

Bagaimana pola pengembangan paragraf

ke-1, ke-2, dan ke-3 pada teks tersebut? Tentukan Benar atau Salah untuk setiap

pernyataan berdasarkan isi teks!

More questions like this

Want instant access to all verified answers on elabs-smaraw.labschool-unj.sch.id?

Get Unlimited Answers To Exam Questions - Install Crowdly Extension Now!

Browser

Add to Chrome