✅ The verified answer to this question is available below. Our community-reviewed solutions help you understand the material better.
Baca cermat kutipan drama berikut.
Dahlan
:
Kamis malam Jumat. Jumat apa?
Rosana: Malam Jumat Kliwon, Pak!
Bukankah hari kelahiran ibu juga jatuh pada hari Jumat Kliwon?
Dahlan: Ya, beutl! Ibumu waktu mau
meninggal kurang satu minggu sudah ada tanda-tanda.....nasihat-nasihat
berharga. Masa hidupnya banyak meninggalkan kesan teladan. Tetapi....juga ada
kelemahannya.
Rosana: Kelamahan? Memang manusia tidak ada
yang sempurna
Dahlan: Ya, jangan sampai menurun
pada anak cucu. Ibumu dahulu sakit-sakitan karena banyak pikiran. Ikut-ikutan
orang jual-beli perhiasan. Barangnya hilang, ibumu gigit jari menanggung
hutang. Siapa lagi kalau bukan Bapak yang turun tangan?
Rosana: Bukankah pada diri Bapak juga
ada kelemahannya?
Dahlan: Apa? Bapak rasa tidak ada!
(Tongkat terjatuh, kemudian dipungut lagi)
Rosana: Maaf, Pak.. ibu bertambah
sakit akibat Bapak dahulu sering mabuk judi, bukan? Ros masih ingat
barang-barang rumah dilelang. Habis terjual!
Dahlan: Ya...., itu akibat perbuatan
ibumu, tahu! (keras). Serakah dan mau menang sendiri. Mudah-mudahan pengalaman
pahit, miskin, tidak terulang lagi!
Amanat yang terkandung dalam kutipan drama di atas
adalah ....