logo

Crowdly

Browser

Add to Chrome

Gemuruh pesawat yang mendarat di Bandara Internasional Yogyakarta membangunkanku...

✅ The verified answer to this question is available below. Our community-reviewed solutions help you understand the material better.

Gemuruh pesawat yang mendarat di Bandara Internasional Yogyakarta membangunkanku dari lamunan panjang. Setelah dua belas tahun, kaki ini akhirnya kembali menginjak tanah kelahiranku. Dulu, aku pergi dengan sumpah serapah, membawa koper berisi baju seadanya dan hati yang hancur. Ibu memaksaku menikahi anak lurah yang bahkan tak pernah kuajak bicara, semata-mata demi melunasi utang keluarga.

"Kau tak akan pernah sukses tanpa restuku, Laras!" jerit Ibu malam itu, suaranya bersaing dengan deru kereta yang membawaku lari ke Jakarta.

Restu? Bukankah restu tak akan pernah membayar sewa rumah atau mewujudkan mimpiku? Dari penjahit konveksi di pinggiran Jakarta, aku berjuang hingga mendapat beasiswa tata busana di Paris. Kini, aku pulang membawa predikat desainer muda yang karyanya mejeng di majalah mode Eropa. Aku ingin mengetuk pintu rumah reyot itu, menunjukkan gaun sutra yang kupakai, dan melihat wajah Ibu saat menyadari bahwa anak perempuannya yang keras kepala ini berhasil membuktikan bahwa ucapannya salah. Aku menang.

Namun, taksi yang kutumpangi tidak berhenti di depan rumah bercat kusam itu, melainkan di depan gapura pemakaman desa atas arahan Bulek Sri yang menjemputku. Langkahku gontai melewati nisan-nisan berlumut. Di bawah pohon kamboja, seonggok gundukan tanah dengan nisan bertuliskan nama Ibu menyambutku dalam diam.

"Ibumu sakit-sakitan sejak kau pergi, Nduk. Tapi ia tak pernah mau dijodohkan dengan anak lurah itu. Utang keluarga dilunasinya dengan menjual sawah warisan bapakmu, agar kelak kau bebas memilih jalan hidupmu," bisik Bulek Sri.

Angin sore menampar wajahku lebih keras dari jeritan Ibu dua belas tahun lalu. Gaun sutra mahal yang kupakai tiba-tiba terasa seperti kain kafan yang mencekik leherku. Aku berlutut di tanah merah, menangisi kemenangan yang ternyata adalah kekalahan terbesarku.

Berdasarkan kutipan cerita tersebut, manakah pernyataan yang paling tepat mengenai penggambaran watak tokoh Laras? (Pilihlah dua jawaban yang benar!)

a.      Tokoh Laras memiliki watak pendendam dan angkuh, terlihat dari niat kepulangannya untuk sekadar memamerkan kesuksesan.

b.      Tokoh Laras adalah sosok yang sangat pemaaf, terbukti dari keputusannya untuk langsung mengunjungi makam ibunya.

c.      Tokoh Laras merupakan pribadi yang ambisius dan tangguh, dibuktikan dengan keberhasilannya mengubah nasib dari penjahit menjadi desainer di Paris.

d.      Tokoh Laras sangat materialistis, terbukti dengan keputusannya menolak anak lurah dan memilih mencari uang di Eropa.

e.      Tokoh Laras memiliki sifat bijaksana, terlihat dari bagaimana ia menerima kenyataan pahit kematian ibunya dengan lapang dada.

100%
0%
0%
0%
0%
More questions like this

Want instant access to all verified answers on moodle.ignatiusglobal.sch.id?

Get Unlimited Answers To Exam Questions - Install Crowdly Extension Now!

Browser

Add to Chrome