✅ The verified answer to this question is available below. Our community-reviewed solutions help you understand the material better.
Kalor dan Energi dalam Dunia Sehari-hari
Energetika kimia adalah cabang ilmu yang mempelajari perubahan energi yang menyertai reaksi
kimia. Konsep ini sangat fundamental dalam kehidupan kita. Pernahkah Anda berpikir mengapa
makanan memberikan energi, atau mengapa bensin bisa menggerakkan kendaraan? Semua itu
adalah contoh dari pelepasan energi dari reaksi kimia.
Salah satu cara untuk mengukur perubahan energi ini adalah dengan kalorimetri. Prinsip dasar
kalorimetri adalah mengukur perubahan suhu yang terjadi ketika suatu reaksi kimia
berlangsung. Alat yang digunakan disebut kalorimeter. Contoh paling sederhana adalah
kalorimeter cangkir kopi, di mana reaksi terjadi di dalam wadah berinsulasi dan perubahan suhu
diukur untuk menentukan jumlah kalor yang dilepaskan atau diserap. Kalor yang diukur ini
disebut kalor reaksi (q reaksi), yang memiliki nilai berlawanan dengan kalor yang diserap atau
dilepaskan oleh lingkungan (q lingkungan).
Selain kalorimetri, kita juga bisa memprediksi perubahan energi menggunakan Hukum Hess.
Hukum ini menyatakan bahwa total perubahan entalpi untuk suatu reaksi adalah sama, terlepas
dari apakah reaksi terjadi dalam satu langkah atau melalui serangkaian langkah. Dengan
menggunakan Hukum Hess, kita dapat menghitung entalpi reaksi yang sulit diukur secara
langsung. Misalnya, entalpi pembentukan asetilena (C2H2) dapat dihitung dari entalpi
pembakaran C2H2, C(grafit), dan H2. Dengan memahami prinsip-prinsip ini, kita dapat
memprediksi dan mengontrol energi yang terlibat dalam berbagai proses kimia.
Berdasarkan teks, jika sebuah kalorimeter cangkir kopi mencatat kenaikan suhu setelah suatu reaksi, apa yang dapat disimpulkan tentang jenis reaksi tersebut.....