logo

Crowdly

Browser

Add to Chrome

  Beratnya Hidup di  Ibu Kota Di pagi hari, Shinti dan Adi mengunjungi l...

✅ The verified answer to this question is available below. Our community-reviewed solutions help you understand the material better.

 

Beratnya Hidup di  Ibu Kota

Di pagi hari, Shinti dan Adi mengunjungi lokasi perkampungan kumuh. Mereka membawa buku dan alat-alat untuk mengajar anak-anak kampung di sana. Tujuannya, agar mereka bisa membaca dan menulis sesuai dengan program Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) mereka. Ketika sampai di sana, Shinti pun bergegas untuk mendekati kerumunan ibu-ibu yang sedang mencuci di pinggir sungai.

Shinti: "Assalamualaikum ibu-ibu.."

Ibu-ibu: "Waalaikumsalam neng"

Adi: "Bu, sesuai dengan apa yang sudah kita bicarakan kemarin, kali ini saya dan Shinti datang ke sini untuk mengajari anak-anak ibu belajar membaca dan menulis"

Titi: "Alaa mas mas..mbok biar anak-anak kerja dulu cari rongsokan atau ngamen. Mereka juga harus makan, lumayan hasilnya bisa buat tambah beli makan mereka juga"

Yaya: "Iya… toh bisa membaca dan menulis tidak jaminan mereka bisa jadi orang yang kerja di kantoran… lebih baik kerja begini"

Shinti: "Ibu-ibu, anak-anak itu berhak untuk bisa menulis dan membaca"

Yaya: "Memangnya kalau bisa baca tulis bisa otomatis kenyang? nggak perlu kerja cari duit?"

Shinti dan Adi pun sontak saling berpandangan, karena mereka berdua kaget dengan reaksi ibu-ibu di kampung tersebut.

Adi: "Memang… dengan bisa membaca dan menulis tidak membuat anak merasa kenyang sekarang. Tapi dengan bisa baca tulis itu akan membuat anak-anak ibu bisa memiliki kehidupan yang lebih layak dan baik dari kehidupan ibu-ibu sekarang."

Shinti: "Mosok ibu-ibu mau anaknya jadi pemulung dan pengemis juga nanti kalau sudah besar? Tidak kan?"

Setelah mendengar pernyataan Adi dan Shinti, ibu-ibu pun terdiam. Tak lama kemudian Ibu Yaya menghampiri mereka setelah mendengar percakapan tadi.

Yaya: "Benar juga sih, apa yang dibilang mbak dan mas nya tadi. Kalau bisa baca tulis mungkin anak kita nanti hidupnya lebih enak. Nggak dibohongi orang terus. Biarlah anak-anak kalian belajar. Toh tugas mencari uang kan sudah menjadi tugas orang tua. Lagian, dengan menyuruh anak-anak bekerja sekarang, tidak membuat kalian menjadi kaya kan?"

Ibu-ibu pun berubah pikiran, kemudian mereka berteriak memanggil anak-anak yang akan belajar. Akhirnya, setelah anak-anak sudah terkumpul semua, proses belajar mengajar pun dimulai.

1. Jelaskan isi cerita dalam naskah drama tersebut?

2. Tentukan struktur teks drama tersebut!

3. Identifikasilah unsur-unsur teks drama tersebut!

4. Tentukan kalimat-kalimat yang mengandung ciri- ciri kebahasaan kata ganti orang dalam naskah drama tersebut!

5. Tentukan kalimat-kalimat yang mengandung kalimat perintah, tanya, seruan, dan berita.

100%
0%
More questions like this

Want instant access to all verified answers on 157.66.34.62?

Get Unlimited Answers To Exam Questions - Install Crowdly Extension Now!

Browser

Add to Chrome