logo

Crowdly

Browser

Додати до Chrome

Course 1533

Шукаєте відповіді та рішення тестів для Course 1533? Перегляньте нашу велику колекцію перевірених відповідей для Course 1533 в lms.smktarunabhakti.sch.id.

Отримайте миттєвий доступ до точних відповідей та детальних пояснень для питань вашого курсу. Наша платформа, створена спільнотою, допомагає студентам досягати успіху!

Perhatikan QS. Al - Imran ayat 190-191 di bawah ini :

Image failed to load: mr027-1.jpg
Terdapat hukum tajwid apakah pada penggalan kata mr027-2.jpg dan mr027-3.jpg adalah .....
0%
0%
100%
0%
100%
Переглянути це питання

mr021-1.jpg

Namanya Risa, seorang siswi kelas XI yang aktif di berbagai media sosial. Suatu sore, Risa menerima sebuah pesan berantai yang berisi informasi mengejutkan tentang penurunan nilai mendadak di sekolahnya yang diklaim berasal dari sumber terpercaya. Rasa panik dan emosi mendorongnya untuk segera membagikan kabar tersebut ke grup kelas. Namun, ia teringat pelajaran PAI tentang adab digital; bahwa segala yang diucapkan dan disebar akan dipertanggungjawabkan. Risa menarik napas, Ia menghubungi salah satu guru secara pribadi untuk memverifikasi kebenaran informasi tersebut

Ternyata, informasi yang diterima Risa adalah Hoax yang sengaja disebar untuk membuat kegaduhan. Seandainya ia langsung menyebar pesan tersebut, ia bukan hanya akan menjadi penyebar fitnah, tetapi juga akan menumbuhkan Su'uzan massal di antara teman-temannya kepada pihak sekolah. Ia melihat temannya telah menyebar pesan tersebut dan kini dihujani teguran. Risa bersyukur, adab telah menyelamatkannya dari dosa lisan dan dari keributan sosial. Ia menyadari betapa lisan digital, meski hanya berupa ketikan, dapat merusak ukhuwah (persaudaraan) dalam sekejap

Sejak saat itu, Risa bertekad menjadikan media sosialnya sebagai ladang kebaikan. Ia mulai mengurangi waktu untuk mengonsumsi konten-konten tidak bermanfaat dan menggantinya dengan mem-posting infografis tentang etika bermedia sosial dan quotes Islami. Ia juga aktif membantu teman-teman yang kesulitan belajar dengan membuatkan thread ringkasan materi.

Risa akhirnya merasakan hikmah sejati dari adab digital. Ia tidak hanya mendapat pujian dari guru dan teman-teman, tetapi yang utama, ia merasakan ketenangan hati. Sikap bijak Risa membuktikan bahwa media sosial dapat menjadi sarana untuk dakwah (menyebar kebaikan) dan memperkuat semangat kebangsaan, asalkan didasari oleh iman dan rasa tanggung jawab penuh terhadap segala sesuatu yang ia bagikan

Berdasarkan cerita Risa, penerapan adab digital berupa klarifikasi memiliki hikmah yang sangat penting. Dua manfaat yang langsung dirasakan oleh Risa dari praktik Tabayyun adalah...
100%
0%
100%
0%
0%
Переглянути це питання

Image failed to load: tf010-1.jpg

Pernikahan dalam Islam merupakan salah satu bentuk ibadah yang bertujuan membangun keluarga yang sakinah, mawaddah, dan rahmah. Pernikahan tidak hanya menyatukan dua individu, tetapi juga membentuk tanggung jawab bersama dalam membina kehidupan rumah tangga yang harmonis. Oleh karena itu, Islam menetapkan syarat dan rukun pernikahan, seperti adanya calon suami, calon istri, wali, dua orang saksi, serta ijab kabul yang sah.

Dalam kehidupan rumah tangga, suami dan istri memiliki hak dan kewajiban masing-masing. Suami berkewajiban memberikan nafkah lahir dan batin serta melindungi keluarganya, sedangkan istri memiliki kewajiban menjaga kehormatan diri dan mengelola rumah tangga dengan baik. Hubungan yang dilandasi sikap saling menghormati dan komunikasi yang baik akan membantu menjaga keharmonisan keluarga.

Namun, dalam kondisi tertentu, konflik dalam rumah tangga dapat terjadi. Islam memberikan jalan terakhir berupa perceraian apabila kehidupan rumah tangga tidak lagi dapat dipertahankan. Perceraian diperbolehkan tetapi sangat tidak dianjurkan jika masih ada peluang untuk memperbaiki hubungan melalui musyawarah, nasihat keluarga, atau mediasi.

Di masyarakat, perceraian terkadang terjadi karena kurangnya pemahaman tentang hak dan kewajiban dalam pernikahan atau karena keputusan yang diambil secara emosional. Oleh karena itu, umat Islam perlu memahami prinsip-prinsip pernikahan dan perceraian secara bijak serta berpikir kritis dalam menghadapi masalah rumah tangga agar keputusan yang diambil tidak merugikan semua pihak, terutama anak-anak.

Berdasarkan stimulus, kurangnya pemahaman tentang hak dan kewajiban dalam pernikahan dapat menjadi salah satu penyebab perceraian.

A. Benar

B. Salah
100%
0%
Переглянути це питання
Dalam pernikahan menurut Syari'at Islam, terlaksananya suatu prosesi akad Nikah (Ijab Qabul) dapat terlihat dari terpenuhi atau tidaknya Rukun dan Syarat Nikah yang sesuai dengan ketentuan Syari'at Islam.

Pentingnya pemahaman terhadap rukun dan syarat nikah ini ditegaskan dalam berbagai dalil, baik dari Al-Qur'an maupun Hadis. Salah satu hadis yang sering dijadikan landasan adalah sabda Rasulullah :

Image failed to load: es034-1.jpg

Artinya: "Tidak sah suatu pernikahan tanpa wali dan dua saksi yang adil."

Hadis ini secara tegas menunjukkan bahwa keberadaan wali dan saksi bukanlah pilihan, melainkan keharusan. Tujuannya adalah untuk menjaga kemuliaan pernikahan, melindungi hak-hak perempuan, dan mencegah pernikahan yang tidak sah atau merugikan. Pernikahan yang tidak memenuhi rukun dan syaratnya akan berakibat pada ketidakabsahan status pernikahan, yang pada gilirannya bisa menimbulkan masalah sosial dan hukum, seperti masalah nasab anak dan hak waris.

Jelaskan syarat-syarat rukun nikah pada calon pengantin laki-laki dan wali nikah!
Переглянути це питання

Image failed to load: mc014-1.jpg

Dunia modern dengan kecanggihan teknologinya, menambah beban lagi bagi manusia, meskipun melalui teknologi pula, manusia dimudahkan hidupnya. Di titik inilah, pentingnya teknologi itu tetap dipandu norma agama dan aturan moral, sehingga orang tidak mudah menyalahgunakan teknologi.

Di antara penyalahgunaan teknologi adalah orang begitu mudah membuka aib orang lain. Hal ini boleh jadi dilatarbelakangi adanya rivalitas (persaingan), persinggungan kepentingan, bahkan sifat iri dengki yang dimiliki. Saat ini, orang begitu mudah tumbang nama baik dan martabatnya dari penyalahgunaan media sosial (medsos), baik dari WhatsApp, Twitter, Instagram maupun Facebook, Telegram, bahkan Blog.

Contohnya, ada raja, presiden atau calon presiden, perdana menteri, atau tokoh berpengaruh, bisa turun tahta sendiri atau diturunkan oleh rakyatnya, akibat aibnya dibuka di tengah-tengah masyarakatnya, melalui medsos atau media internet lainnya. Hal ini bukan hanya terjadi di negara kita, tetapi juga terjadi di negara-negara lain.

Tersimpul, bahwa aib itu harus ditutupi. Jangan mudah menggerakkan jari yang dikaitkan dengan medsos. Teliti dan selektiflah dalam menerima informasi. Jika itu benar, share! Sebaliknya, jika tidak, ya jangan dishare. Begitu juga, tercela sekali, jika ada orang yang mencari-cari kesalahan atau aib seseorang.

Dalam mengupdate status atau mengunggah tulisan di media sosial, umat Islam harus mengikuti perintah dalam Al-Qur'an. Diantaranya dalam Q.S. Al-Hujurat/49: 12. Di bawah ini adalah isi perintahnya, yaitu….     
0%
0%
100%
0%
0%
Переглянути це питання

Image failed to load: es035-1.jpg

Khutbah, dakwah, dan tabligh merupakan bagian penting dari penyampaian ajaran Islam kepada masyarakat. Ketiganya memiliki tujuan yang sama, yaitu mengajak manusia kepada kebaikan dan mencegah kemungkaran. Namun, dalam pelaksanaannya terdapat perbedaan. Khutbah biasanya disampaikan dalam ibadah tertentu seperti khutbah Jumat atau khutbah Id, sedangkan dakwah memiliki cakupan yang lebih luas dan dapat dilakukan dalam berbagai cara serta situasi.

Seiring perkembangan zaman, metode dakwah juga mengalami perubahan. Jika dahulu dakwah lebih sering dilakukan melalui ceramah langsung di masjid atau majelis taklim, saat ini dakwah juga banyak dilakukan melalui media sosial, video, podcast, dan berbagai platform digital lainnya. Hal ini membuka peluang lebih besar untuk menyebarkan pesan Islam kepada masyarakat yang lebih luas.

Namun, perkembangan media juga membawa tantangan baru. Tidak semua pesan yang disampaikan di media digital mengandung nilai dakwah yang benar atau disampaikan dengan cara yang bijak. Ada kalanya dakwah dilakukan dengan bahasa yang provokatif, menimbulkan perpecahan, atau tanpa didukung oleh pemahaman yang benar terhadap ajaran Islam.

Oleh karena itu, seorang dai atau khatib perlu memiliki pemahaman agama yang baik, kemampuan komunikasi yang bijak, serta sikap yang santun dalam menyampaikan pesan. Dakwah yang efektif bukan hanya menyampaikan kebenaran, tetapi juga memperhatikan cara penyampaian agar pesan dapat diterima dengan baik oleh masyarakat.

Berdasarkan stimulus, jelaskan kriteria seorang dai atau khatib yang baik dalam menyampaikan khutbah atau dakwah!
Переглянути це питання

Image failed to load: tf008-1.jpg

Dalam Islam, pembagian harta waris diatur secara jelas dalam ilmu faraidh yang bersumber dari Al-Qur'an dan hadis. Aturan ini bertujuan menciptakan keadilan dalam keluarga serta mencegah konflik setelah seseorang meninggal dunia. Harta peninggalan tidak langsung dibagikan kepada ahli waris, tetapi harus melalui beberapa tahapan terlebih dahulu, seperti penyelesaian biaya pengurusan jenazah, pembayaran utang, dan pelaksanaan wasiat yang sah.

Dalam praktiknya, ahli waris memiliki bagian yang berbeda sesuai dengan hubungan kekerabatan dengan pewaris. Misalnya, anak laki-laki memperoleh bagian dua kali lipat dibandingkan anak perempuan jika mereka berada pada tingkat yang sama. Ketentuan ini bukan bentuk diskriminasi, tetapi terkait dengan tanggung jawab ekonomi yang lebih besar yang dibebankan kepada laki-laki dalam Islam.

Selain itu, tidak semua anggota keluarga otomatis menjadi ahli waris. Ada beberapa penghalang waris seperti perbedaan agama, pembunuhan terhadap pewaris, atau status budak pada masa lalu. Oleh karena itu, memahami aturan waris sangat penting agar pembagian harta tidak hanya berdasarkan kebiasaan masyarakat, tetapi sesuai dengan prinsip syariat.

Di masyarakat modern, sering muncul persoalan baru terkait warisan, misalnya pembagian harta berdasarkan kesepakatan keluarga tanpa memperhatikan ketentuan syariat. Oleh karena itu, umat Islam dituntut untuk berpikir kritis dalam menilai praktik tersebut, dengan mempertimbangkan tujuan keadilan, ketentuan hukum Islam, serta dampaknya terhadap keharmonisan keluarga.

Jika seseorang meninggal dunia, maka seluruh harta peninggalannya dapat langsung dibagi kepada ahli waris tanpa memperhatikan kewajiban lain yang ditinggalkan pewaris.

A. Benar

B. Salah
0%
100%
Переглянути це питання

Image failed to load: tf002-1.jpg

Artinya : "Allah meneguhkan orang-orang yang beriman dengan ucapan yang teguh dalam kehidupan di dunia dan di akhirat. Allah menyesatkan orang-orang yang zalim, dan Allah berbuat apa yang Dia kehendaki."

QS. Ibrahim ayat 27 menjelaskan bahwa Allah meneguhkan (menguatkan) hati orang beriman dengan perkataan yang teguh baik di dunia maupun di akhirat. Ayat ini menunjukkan bahwa keimanan yang kuat tidak hanya bergantung pada ilmu, tetapi juga pada keteguhan hati dalam berpegang pada kebenaran. Perkataan yang teguh dalam tafsir ulama dimaknai sebagai kalimat tauhid "La ilaha illallah", yang menjadi inti akidah Islam.

Dalam kehidupan modern khususnya di lingkungan pelajar SMK, keteguhan akidah tampak ketika seseorang tidak mudah terpengaruh oleh ajakan buruk, seperti menyontek, tawuran, memakai jimat untuk ujian, atau percaya ramalan nasib. Ketika niat dan keyakinan seseorang bersih hanya karena Allah, maka setiap perbuatannya menjadi bentuk cabang iman dari hati.

Oleh karena itu, iman yang benar bukan hanya tampak dalam ucapan atau penampilan religius, tetapi dalam niat yang lurus, akidah yang benar, dan hati yang yakin kepada Allah. Ketika hati kuat, ucapan dan tindakan pun akan terarah. Ayat ini menegaskan bahwa Allah-lah yang menguatkan hati orang beriman, bukan sekadar usaha manusia semata.

QS. Ibrahim ayat 27 menegaskan bahwa Allah menguatkan hati orang beriman dengan kalimat tauhid.

A. Benar

B. Salah
100%
0%
Переглянути це питання

Image failed to load: mc011-1.jpg

Iman tidak hanya diwujudkan dalam perbuatan yang terlihat oleh manusia, tetapi berakar pada niat dan keyakinan dalam hati. Niat menjadi dasar penilaian amal, karena dua perbuatan yang sama secara lahiriah dapat bernilai berbeda jika didasari niat yang berbeda. Oleh sebab itu, Islam memberikan perhatian besar kepada pembinaan hati sebelum membina perilaku.

Akidah yang kuat akan melahirkan niat yang lurus. Seseorang yang yakin bahwa Allah Maha Melihat akan terdorong melakukan kebaikan meskipun tidak ada yang mengawasinya. Keyakinan ini menjadi pondasi penting dalam menjalankan cabang-cabang iman, seperti berlaku jujur, bersikap ikhlas, dan tidak sombong terhadap amal yang dilakukan.

Banyak orang melakukan ibadah, tetapi sebagian dari mereka tidak mendapatkan nilai ibadah yang sempurna karena niat yang tidak tulus. Misalnya, seseorang bersedekah untuk dipuji orang lain hanya memperoleh sanjungan manusia, bukan pahala di sisi Allah. Hal ini menunjukkan bahwa amal tidak selalu bernilai iman jika tidak disertai niat yang benar.

Dalam kehidupan sehari-hari, hati menjadi pusat pengendali keimanan. Ketika hati baik, maka semua tindakan menjurus kepada kebaikan, dan ketika hati rusak, tindakan juga ikut rusak. Oleh sebab itu, seorang muslim harus memelihara akidah dan niat agar cabang-cabang iman yang terlihat dalam perilaku benar-benar mencerminkan iman sejati.

Dalam stimulus disebut "amal tidak selalu bernilai iman jika tidak disertai niat yang benar." Makna tersirat dari pernyataan tersebut adalah…
0%
0%
100%
0%
0%
Переглянути це питання

mc017-1.jpg

Dalam ajaran Islam, hukum waris atau yang dikenal sebagai faraidh adalah salah satu topik yang paling detail dan memiliki aturan yang sangat jelas. Aturan ini tidak dibuat sembarangan, melainkan untuk memastikan keadilan bagi setiap ahli waris.  Pembagian harta waris bertujuan untuk mencegah sengketa di antara keluarga, menjaga silaturahim, dan memastikan bahwa hak setiap individu, baik laki-laki maupun perempuan, terpenuhi sesuai porsinya. Faraidh merupakan bagian dari syariat yang memiliki dasar kuat dalam Al-Qur'an dan hadis Nabi Muhammad SAW.

Prinsip dasar dalam pembagian waris adalah memastikan harta dibagikan secara adil berdasarkan hubungan kekerabatan. Ada ahli waris yang mendapatkan bagian tetap (disebut ashabul furudh) seperti anak perempuan, istri, dan ibu. Ada pula ahli waris yang mendapatkan sisa harta (ashabah), seperti anak laki-laki. Perhitungan ini seringkali terlihat rumit, namun sesungguhnya sistem ini sangat logis dan matematis. Ini menunjukkan betapa Islam sangat menjunjung tinggi keadilan, bahkan dalam urusan harta sepeninggal seseorang.

Mempelajari faraidh bukan hanya tentang menghitung angka, tetapi juga tentang memahami hikmah di baliknya. Salah satu hikmah terbesar adalah bahwa harta bukanlah milik abadi manusia, melainkan titipan dari Allah SWT. Dengan membagikannya secara adil sesuai ketentuan, seorang Muslim menunjukkan kepatuhan totalnya kepada Sang Pencipta. Hal ini juga menjadi pengingat bahwa keharmonisan keluarga lebih berharga daripada harta benda.

Materi faraidh menjadi relevan bagi siswa SMK, terutama yang mengambil jurusan akuntansi atau keuangan. Mereka tidak hanya belajar menghitung, tetapi juga menerapkan ilmu hitung mereka dalam konteks syariat. Dengan memahami faraidh, mereka dapat membantu masyarakat dalam menyelesaikan masalah waris secara adil dan Islami, mencegah konflik, serta menjadi agen kebaikan di tengah keluarga dan masyarakat.

Seorang suami meninggal dan meninggalkan harta warisan. Ahli warisnya adalah seorang istri, dua anak laki-laki, dan ayah. Bagaimana pembagian warisan yang paling tepat?
0%
0%
0%
100%
0%
Переглянути це питання

Хочете миттєвий доступ до всіх перевірених відповідей на lms.smktarunabhakti.sch.id?

Отримайте необмежений доступ до відповідей на екзаменаційні питання - встановіть розширення Crowdly зараз!

Browser

Додати до Chrome