✅ Перевірена відповідь на це питання доступна нижче. Наші рішення, перевірені спільнотою, допомагають краще зрозуміти матеріал.
Uji disolusi in vitro dilakukan untuk membandingkan tablet generik (T) dan tablet inovator (R) dengan kurva disolusi yang identik (faktor f2 ≥ 50). Namun, ketika dilakukan Uji Bioekivalensi in vivo, sediaan T dinyatakan tidak bioekivalen dengan R. Apa faktor biofarmasetika yang paling mungkin menjadi penyebab kegagalan Uji BE meskipun hasil disolusi in vitro dianggap setara?