Looking for Analisis Farmasi B test answers and solutions? Browse our comprehensive collection of verified answers for Analisis Farmasi B at eldiru.unsoed.ac.id.
Get instant access to accurate answers and detailed explanations for your course questions. Our community-driven platform helps students succeed!
Hasil uji mikrobiologi pada sediaan kapsul ekstrak herbal menunjukkan:
Angka Cemaran Total (ACT): 2 x 10³ CFU/g (Batas Maksimum: 10⁴ CFU/g)
Uji patogen: E. coli, S. aureus, Salmonella sp. -> TIDAK TERDETEKSI
Uji kapang/khamir: 1.5 x 10² CFU/g (Batas Maksimum: 10² CFU/g)
Identifikasi kapang/khamir dominan: Aspergillus niger.
Berdasarkan data tersebut, interpretasi dan tindakan lanjutan apakah yang paling tepat?
Dalam persiapan sampel untuk analisis HPLC, analis harus melakukan ekstraksi komponen aktif dari salep yang sangat kental. Saat menggunakan sonikator, sampel tampak mulai homogen, tetapi setelah beberapa menit, analis melihat adanya kenaikan suhu yang cepat pada tabung ekstraksi. Apa strategi paling tepat untuk tetap mendapatkan ekstraksi optimal tanpa merusak senyawa aktif ?
Sebuah metode Spektrofotometri UV-Vis digunakan untuk Uji Identifikasi dan Batasi Pengujian untuk Pengotor (limit test) sekaligus. Manakah karakteristik validasi yang wajib diuji untuk kedua tujuan analitis tersebut?