logo

Crowdly

Browser

Add to Chrome

Analisis Farmasi B

Looking for Analisis Farmasi B test answers and solutions? Browse our comprehensive collection of verified answers for Analisis Farmasi B at eldiru.unsoed.ac.id.

Get instant access to accurate answers and detailed explanations for your course questions. Our community-driven platform helps students succeed!

Dalam pengujian mutu antibodi monoklonal rekombinan, laboratorium menemukan adanya fragmen protein tambahan selain pita utama pada uji SDS PAGE. Temuan apa yang paling tepat diinterpretasikan untuk hal tersebut?
0%
0%
0%
100%
0%
View this question

Hasil uji mikrobiologi pada sediaan kapsul ekstrak herbal menunjukkan:

Angka Cemaran Total (ACT): 2 x 10³ CFU/g (Batas Maksimum: 10⁴ CFU/g)

Uji patogen: E. coli, S. aureus, Salmonella sp. -> TIDAK TERDETEKSI

Uji kapang/khamir: 1.5 x 10² CFU/g (Batas Maksimum: 10² CFU/g)

Identifikasi kapang/khamir dominan: Aspergillus niger.

Berdasarkan data tersebut, interpretasi dan tindakan lanjutan apakah yang paling tepat?

0%
0%
0%
100%
0%
View this question
Dalam pengujian farmasi, batas deteksi (DL) sebuah metode KCKT adalah 0,05%. Sementara batas kuantifikasi (QL) metode tersebut adalah 0,15%. Batas regulasi menyatakan pengotor harus dikuantifikasi jika lebih dari 0,10%. Apa implikasi terbesar dari data QL ini terhadap pengujian pengotor pada batas 0,10%?
0%
0%
0%
0%
100%
View this question
Sebuah laboratorium akan menggunakan metode KCKT dari Farmakope untuk analisis kandungan marka dalam ekstrak jamu tradisional. Meskipun metode tersebut sudah terstandar, laboratorium tetap harus melakukan validasi ulang. Alasan paling krusial apakah terkait mengapa validasi ulang ini tetap diperlukan ?
0%
0%
0%
100%
0%
View this question

Dalam persiapan sampel untuk analisis HPLC, analis harus melakukan ekstraksi komponen aktif dari salep yang sangat kental. Saat menggunakan sonikator, sampel tampak mulai homogen, tetapi setelah beberapa menit, analis melihat adanya kenaikan suhu yang cepat pada tabung ekstraksi. Apa strategi paling tepat untuk tetap mendapatkan ekstraksi optimal tanpa merusak senyawa aktif ?

100%
0%
0%
0%
0%
View this question
Pemerintah menetapkan batas maksimum pewarna sintetis Tartrazine pada minuman kemasan adalah 100/mg. Laboratorium QC berencana menggunakan Spektrofotometri UV-Vis, tetapi sampel minuman memiliki matriks yang kompleks dengan beberapa zat perisa dan pemanis yang mengganggu absorbansi Tartrazine. Metode analisis apa yang paling tepat dipilih untuk kuantifikasi secara akurat pada sampel tersebut ?
0%
100%
0%
0%
0%
View this question
Suatu produk sunscreen wajah diklaim "SPF 50, Broad Spectrum, dan Tahan Air". Hasil uji laboratorium menunjukkan: (1) Uji SPF in vitro menunjukkan nilai rata-rata SPF 28, (2) Uji UVA-PF menunjukkan nilai kritis di atas 370 nm, (3) Uji ketahanan air menunjukkan penurunan SPF sebesar 40% setelah 80 menit di air. Tindakan korektif manakah yang paling prioritas untuk dilakukan oleh produsen?
0%
0%
0%
100%
0%
View this question
Laboratorium QC memvalidasi metode KCKT untuk penetapan kadar protein rekombinan. Mereka memperoleh data linearitas dengan r = 0,999 dan %bias kecil pada rentang 50-150% kadar label. Interpretasi manakah yang paling tepat ?
0%
0%
0%
0%
100%
View this question

Sebuah metode Spektrofotometri UV-Vis digunakan untuk Uji Identifikasi dan Batasi Pengujian untuk Pengotor (limit test) sekaligus. Manakah karakteristik validasi yang wajib diuji untuk kedua tujuan analitis tersebut?

0%
0%
0%
0%
100%
View this question
Pada pemeriksaan bahan baku yang berasal dari pemasok yang sudah lama bekerja sama dan memiliki catatan mutu yang baik, QA memutuskan menggunakan rencana sampling p (0,4√N). Tujuan sampling adalah untuk memverifikasi identitas bahan sambil menjaga efisiensi kerja. Apa penilaian terbaik mengenai penggunaan rencana p (0,4√N) untuk kasus ini ?
0%
0%
0%
100%
0%
View this question

Want instant access to all verified answers on eldiru.unsoed.ac.id?

Get Unlimited Answers To Exam Questions - Install Crowdly Extension Now!

Browser

Add to Chrome