logo

Crowdly

Browser

Add to Chrome

Produk Kreatif dan Kewirausahaan

Looking for Produk Kreatif dan Kewirausahaan test answers and solutions? Browse our comprehensive collection of verified answers for Produk Kreatif dan Kewirausahaan at lms.smktarunabhakti.sch.id.

Get instant access to accurate answers and detailed explanations for your course questions. Our community-driven platform helps students succeed!

es002-1.jpg

Perusahaan rintisan teknologi bernama InnoTech meluncurkan sebuah produk perangkat lunak keamanan siber bernama "SecureX" yang ditujukan untuk usaha kecil dan menengah (UKM). Untuk strategi pemasaran awal, InnoTech memutuskan menerapkan pendekatan marketing mix 4P (Product, Price, Place, Promotion). Mereka menawarkan fitur premium dengan harga terjangkau, mendistribusikan produk secara digital melalui situs web resmi, dan mempromosikannya lewat iklan media sosial dan webinar edukatif.

Setelah enam bulan, penjualan SecureX tetap rendah, dan tingkat konversi dari promosi digital sangat kecil. Berdasarkan studi kasus tersebut, identifikasi dan analisis kemungkinan kelemahan dari strategi marketing mix yang digunakan InnoTech. Apa yang seharusnya menjadi perhatian khusus dalam menerapkan 4P untuk produk IT seperti perangkat lunak keamanan?

Selanjutnya, berikan solusi konkret yang dapat diterapkan InnoTech untuk mengoptimalkan strategi marketing mix mereka, agar lebih tepat sasaran dan sesuai dengan karakteristik konsumen UKM.
View this question

Seorang desainer produk diberi tugas untuk merancang kemasan makanan sehat yang akan diluncurkan oleh sebuah perusahaan lokal. Desainer tersebut membuat desain kemasan dengan tampilan sangat elegan, menggunakan warna-warna netral seperti hitam dan emas, serta font tipis bergaya modern. Keseluruhan tampilan mengesankan kesan eksklusif, premium, dan mahal.

Padahal, produk tersebut ditujukan untuk konsumen kalangan menengah ke bawah, terutama ibu rumah tangga dan pekerja kantoran yang mencari makanan sehat dengan harga terjangkau. Segmen ini cenderung lebih responsif terhadap kemasan yang mencerminkan kesegaran, kesehatan, dan kejelasan informasi nilai gizi.

Setelah produk diluncurkan, ternyata banyak konsumen merasa ragu untuk membeli karena menganggap produk tersebut mahal hanya dari tampilannya. Beberapa mengira produk ini bukan untuk mereka, melainkan untuk kalangan atas atau pasar ekspor. Hal ini membuat pelanggan ragu untuk membeli karena takut harganya mahal.

Akibatnya, produk sulit bersaing di rak-rak minimarket yang penuh dengan kemasan cerah dan bersahabat. Berdasarkan prinsip komunikasi visual dan segmentasi pasar dalam desain kemasan, apa kelemahan utama dari strategi desain yang diterapkan oleh desainer produk tersebut?
0%
0%
0%
0%
100%
View this question

Desain kemasan dan label produk memainkan peran penting dalam memengaruhi keputusan pembelian konsumen. Kemasan yang menarik secara visual dapat menjadi pembeda utama di rak toko yang penuh dengan produk sejenis. Selain estetika, kemasan juga harus fungsional: melindungi produk, mudah dibuka, dan ramah lingkungan. 

Label yang menyertainya pun harus memberikan informasi yang jelas, akurat, dan mudah dipahami oleh konsumen. Namun, tidak sedikit perusahaan yang terlalu fokus pada aspek visual dan mengabaikan elemen informasi pada label. Misalnya, desain yang modern dan minimalis kadang mengorbankan kejelasan informasi penting seperti tanggal kedaluwarsa, komposisi bahan, atau petunjuk penggunaan. Ini bisa membingungkan konsumen, terutama mereka yang memiliki kebutuhan khusus seperti alergi terhadap bahan tertentu.

Evaluasi desain kemasan dan label secara berkala sangat penting agar tetap relevan dengan perubahan perilaku dan harapan konsumen. Di era digital ini, konsumen tidak hanya mempertimbangkan penampilan fisik produk, tetapi juga pesan dan nilai yang dikomunikasikan lewat desain. Kemasan yang menggunakan simbol-simbol ramah lingkungan, sertifikasi halal, atau klaim bebas bahan kimia tertentu bisa menjadi nilai tambah yang signifikan. Namun, perubahan desain kemasan juga memiliki risiko.

Konsumen yang sudah terbiasa dengan tampilan lama bisa mengalami kebingungan atau menganggap produk tersebut palsu. Oleh karena itu, perubahan sebaiknya dilakukan secara bertahap dan disertai strategi komunikasi yang tepat. Artinya, evaluasi kemasan bukan hanya soal mengganti tampilan, tapi tentang bagaimana kemasan mendukung citra merek dan kenyamanan konsumen?

Apa kesalahan umum yang dilakukan perusahaan dalam mendesain kemasan dan label, berdasarkan teks di atas?
0%
0%
0%
0%
0%
View this question

mc005-1.jpg

Dalam beberapa dekade terakhir, produksi massal telah menjadi fondasi utama dalam industri modern. Dengan menggunakan mesin dan teknologi canggih, perusahaan mampu menghasilkan produk dalam jumlah besar dalam waktu yang relatif singkat. Hal ini tidak hanya meningkatkan efisiensi produksi, tetapi juga menurunkan biaya produksi per unit, sehingga harga jual dapat ditekan dan produk menjadi lebih terjangkau oleh masyarakat luas.

Namun, produksi massal tidak lepas dari tantangan. Salah satunya adalah ketergantungan pada proses standar dan otomatisasi yang tinggi. Ini membuat perusahaan kurang fleksibel dalam menyesuaikan produk dengan kebutuhan konsumen yang lebih spesifik. Di tengah meningkatnya tren personalisasi dan permintaan produk yang unik, beberapa perusahaan mulai mempertimbangkan kembali model produksi mereka.

Selain itu, dampak lingkungan dari produksi massal juga menjadi sorotan. Penggunaan bahan baku dalam skala besar, limbah produksi, dan konsumsi energi yang tinggi menimbulkan kekhawatiran terhadap keberlanjutan. Oleh karena itu, muncul pendekatan baru seperti produksi berkelanjutan dan lean manufacturing yang berusaha menekan limbah tanpa mengorbankan efisiensi.

Perubahan pola konsumsi masyarakat pun turut memengaruhi arah produksi. Konsumen masa kini lebih sadar terhadap isu lingkungan dan sosial, sehingga perusahaan dituntut tidak hanya memproduksi barang secara cepat dan murah, tetapi juga secara etis dan ramah lingkungan. Hal ini menandakan bahwa di era modern, keberhasilan produksi massal tidak hanya diukur dari kuantitas, tetapi juga dari kualitas, fleksibilitas, dan dampaknya terhadap lingkungan.

Berdasarkan uraian di atas, tantangan utama yang dihadapi oleh perusahaan dalam menerapkan produksi massal di era modern adalah..

0%
0%
0%
0%
0%
View this question

Desain kemasan dan label produk bukan hanya soal tampilan luar yang menarik, melainkan menyangkut strategi komunikasi antara produsen dan konsumen. Sebuah kemasan yang efektif harus mampu menyampaikan identitas merek, nilai produk, dan informasi penting dengan jelas. Dalam pasar yang kompetitif, desain kemasan bahkan sering menjadi penentu keputusan pembelian pertama, terutama bagi produk-produk baru yang belum memiliki loyalitas pelanggan.

Namun, tidak semua desain kemasan yang menarik secara visual berhasil secara fungsional. Terkadang, perusahaan terlalu berambisi menciptakan kemasan yang estetik tanpa mempertimbangkan keterbacaan informasi pada label, kemudahan dibuka, atau bahkan kepraktisan penyimpanan. Selain itu, banyak label gagal menyampaikan informasi penting seperti kandungan gizi, cara penggunaan, peringatan alergi, atau simbol sertifikasi yang relevan. Dalam kasus tertentu, kesalahan pada label dapat menimbulkan risiko hukum atau bahkan membahayakan keselamatan konsumen.

Evaluasi desain kemasan tidak dapat dilakukan secara subjektif atau semata berdasarkan selera desainer. Dibutuhkan pendekatan yang berbasis data: survei pelanggan, studi perilaku konsumen, hingga uji coba terhadap prototipe kemasan. Dalam banyak kasus, umpan balik konsumen menunjukkan bahwa kesederhanaan dan keterbacaan lebih dihargai daripada estetika yang rumit. Di sisi lain, produsen juga perlu mempertimbangkan keberlanjutan lingkungan-misalnya dengan beralih ke bahan kemasan yang dapat didaur ulang atau ramah lingkungan.

Namun demikian, perubahan kemasan secara drastis dapat menimbulkan efek psikologis pada konsumen lama. Mereka bisa merasa kehilangan kepercayaan jika mengira produk tersebut berubah kualitasnya hanya karena tampilan luar yang berbeda. Oleh karena itu, perusahaan harus menyeimbangkan inovasi desain dengan kontinuitas merek. Evaluasi desain kemasan dan label, dengan demikian, bukan hanya soal estetika dan fungsionalitas, tapi juga tentang keberlanjutan merek dan persepsi konsumen.

Mengapa evaluasi desain kemasan dan label tidak boleh hanya berfokus pada estetika, menurut bacaan?
0%
0%
0%
0%
0%
View this question
Sebuah perusahaan minuman ringan meluncurkan produk baru dengan kemasan berwarna gelap dan desain minimalis yang dirancang untuk memberikan kesan premium dan modern. Mereka berharap desain tersebut bisa menarik perhatian konsumen dewasa muda yang mengutamakan gaya hidup elegan dan simpel.

Namun, setelah 3 bulan produk dipasarkan, penjualan tidak mencapai target yang diharapkan. Survei awal menunjukkan bahwa banyak konsumen merasa kemasan produk sulit dikenali di rak toko dan kurang menarik perhatian dibandingkan dengan produk pesaing yang menggunakan warna-warna cerah dan desain yang lebih dinamis.

Tim pemasaran kemudian memutuskan untuk melakukan evaluasi terhadap desain kemasan berdasarkan prinsip efektivitas kemasan. Mereka mempertimbangkan faktor seperti warna, keterbacaan informasi pada label, daya tarik visual, serta relevansi desain dengan preferensi pasar sasaran.

Berdasarkan prinsip desain kemasan yang efektif, langkah evaluasi mana yang paling logis dan strategis dilakukan perusahaan untuk meningkatkan penjualan produk?
0%
0%
0%
0%
0%
View this question

Pandemi COVID-19 yang melanda dunia telah memberikan dampak besar terhadap berbagai sektor, terutama ekonomi. Banyak usaha besar maupun kecil terpaksa gulung tikar karena menurunnya daya beli masyarakat dan keterbatasan aktivitas sosial. Namun, di tengah krisis tersebut, muncul berbagai bentuk adaptasi dan inovasi yang justru membuka peluang usaha baru. Situasi yang tidak menentu memaksa banyak orang untuk berpikir kreatif demi tetap bertahan.

Salah satu jenis usaha yang berkembang pesat selama pandemi adalah usaha berbasis kebutuhan pokok dan kesehatan, seperti penjualan masker kain, hand sanitizer, makanan sehat, dan vitamin. Selain itu, bisnis makanan rumahan (home catering) dan layanan antar makanan juga mengalami peningkatan karena masyarakat lebih banyak menghabiskan waktu di rumah.

Di bidang digital, jasa pembuatan toko online, pelatihan daring, hingga content creator juga semakin diminati karena perubahan pola kerja dan belajar dari rumah.Tak sedikit pula usaha konvensional yang beralih ke ranah digital untuk menjangkau konsumen. Misalnya, pelaku  UMKM mulai memanfaatkan platform e-commerce, media sosial, dan sistem pre-order untuk tetap berjualan tanpa harus membuka toko fisik. 

Kolaborasi antara usaha lokal dan kurir online pun turut mendukung rantai distribusi barang yang aman di masa pembatasan sosial.Pandemi menjadi pengingat bahwa ketahanan usaha tidak hanya bergantung pada modal besar, tetapi juga pada kemampuan adaptasi dan kreativitas pelaku usaha. Mereka yang cepat membaca perubahan dan menyesuaikan strategi bisnis justru mampu bertahan, bahkan berkembang.

Oleh karena itu, masa krisis seperti pandemi bisa menjadi peluang bagi wirausahawan untuk menciptakan solusi yang relevan dan berkelanjutan.

(Pilih dua jawaban yang TIDAK mencerminkan pemanfaatan peluang usaha secara tepat dan inovatif)
0%
0%
0%
0%
0%
View this question

Sebuah aplikasi layanan streaming musik populer baru saja merilis pembaruan tampilan antarmuka (UI/UX) dengan desain yang lebih minimalis dan modern. Elemen-elemen visual yang sebelumnya beragam kini dirampingkan agar tampilan lebih bersih, simpel, dan elegan. Pembaruan ini bertujuan untuk memberikan pengalaman pengguna yang lebih baik dan sesuai dengan tren desain digital masa kini.

Sayangnya, tak lama setelah pembaruan diluncurkan, banyak pengguna mengeluhkan kesulitan dalam mengakses fitur-fitur penting. Tombol "repeat", "shuffle", dan daftar putar favorit menjadi sulit ditemukan atau tersembunyi dalam beberapa lapisan menu. Meskipun tampilan baru terlihat lebih modern, pengguna merasa pengalaman mereka justru menurun karena navigasi tidak lagi intuitif.

Keluhan pun ramai muncul di media sosial dan forum pengguna, menunjukkan bahwa meskipun desain visual penting, aspek kemudahan penggunaan (usability) tetap harus menjadi prioritas utama. Dalam kasus ini, desain yang terlalu fokus pada estetika malah mengorbankan kenyamanan pengguna dalam menjalankan fungsi-fungsi dasar aplikasi.

Kasus ini menunjukkan bahwa dalam pengembangan produk digital, terutama aplikasi berbasis layanan, keseimbangan antara estetika dan fungsionalitas sangat penting. Desain yang baik tidak hanya enak dilihat, tetapi juga harus memudahkan pengguna dalam mengakses fitur utama. Feedback dari pengguna seharusnya menjadi bahan evaluasi berkelanjutan dalam proses desain antarmuka.

Apa yang harus dievaluasi dari perubahan desain tersebut? (Pilih dua jawaban yang benar)
0%
0%
0%
0%
0%
View this question

Strategi pemasaran adalah rencana terpadu yang digunakan perusahaan untuk mencapai tujuan pemasaran, seperti memperkenalkan merek, meningkatkan penjualan, dan menjangkau pelanggan melalui berbagai kegiatan seperti periklanan, promosi, penjualan, produk, dan distribusi. Strategi pemasaran yang efektif  menggunakan konsep 4P: Product (produk), Price (harga), Place (tempat), dan Promotion (promosi) untuk mencapai tujuan pemasaran, yaitu menarik perhatian konsumen dan meningkatkan penjualan.

Produk adalah upaya pengelolaan unsur produk, seperti perencanan serta pengembangan produk atau jasa yang tepat untuk dipasarkan. Pengelolaan ini bisa dilakukan dengan menambah atau mengambil tindakan yang sesuai karakteristik produk atau jasanya.Unsur produk, antara lain kualitas, merek, variasi produk, pengemasan, keunggulan produk atau jasa dibanding milik kompetitor, dan sebagainya.

Price (harga) adalah sistem penentuan harga dasar yang dipandang tepat untuk produk dan jasa. Selain menentukan harga, perusahaan juga harus merancang sejumlah strategi yang berkaitan dengan harga. Misalnya pemberian potongan harga, free ongkos kirim, seberapa jauh perbedaan harga antara produk atau jasa perusahaan dengan kompetitor, serta perkiraan keuntungan yang akan didapat.

Place (distribusi) Adalah pemilihan serta pengelolaan saluran perdagangan yang digunakan untuk menyalurkan produk atau jasa. Distribusi juga termasuk pengembangan sistem pengiriman serta perniagaan produk secara fisik. Selain penyaluran distribusi, place juga bisa berarti pemilihan lokasi pemasaran produk atau jasa. Misalnya, pemilihan tempat yang strategis dan banyak dikunjungi masyarakat.

Promotion (promosi) Adalah unsur yang digunakan untuk memberi tahu serta membujuk pasar agar membeli produk atau menggunakan jasa yang ditawarkan perusahaan. Strategi pemasaran 4P ini bisa dilakukan lewat iklan, promosi langsung, atau bentuk lainnya yang dianggap sesuai dengan karakteristik produk atau jasa.

Perhatikan data dibawah ini:

1) Meningkatkan kualitas koordinasi antar tim pemasaran

2) Sebagai alat ukur hasil pemasaran

3) Sebagai dasar logis dalam mengambil keputusan pemasaran

4) Untuk menurunkan kemampuan dalam beradaptasi bila terjadi perubahan dalam pemasaran

5) Sebagai alat ukur untuk belanja produksi

Dari data di atas, yang termasuk ke dalam tujuan strategi pemasaran adalah….
0%
0%
0%
0%
0%
View this question

mr001-1.jpg

Sebuah perusahaan makanan ringan meluncurkan produk keripik baru yang ditujukan untuk remaja usia 13-19 tahun. Produk ini dikemas dalam bungkus berwarna coklat tua, menggunakan font tipis dan kecil, serta minim elemen visual yang mencolok. Harapannya, desain ini akan terlihat elegan dan berbeda dari produk sejenis di pasaran.

Namun, setelah dua bulan dipasarkan, hasilnya tidak sesuai harapan. Penjualan produk tidak mencapai target, dan banyak toko melaporkan bahwa konsumen tidak memperhatikan keberadaan produk tersebut di rak. Produk tampak "tenggelam" di antara kemasan lain yang lebih cerah dan menarik perhatian.

Tim pemasaran kemudian melakukan evaluasi dan menemukan bahwa desain kemasan tidak sesuai dengan selera visual segmen pasar remaja yang cenderung menyukai warna-warna cerah, elemen visual yang seru, dan kemasan yang mencerminkan semangat anak muda. Selain itu, nama produk sulit dibaca dari kejauhan, dan tidak ada logo atau simbol kuat yang bisa membangun identitas merek.

Kasus ini menunjukkan bahwa desain kemasan bukan hanya soal estetika, tetapi juga strategi komunikasi visual yang harus disesuaikan dengan target pasar. Pemilihan warna, bentuk, ukuran huruf, dan elemen grafis harus mampu menarik perhatian, menyampaikan pesan merek, dan menciptakan keinginan beli-terutama dalam pasar yang kompetitif seperti makanan ringan untuk remaja.

Berdasarkan prinsip desain kemasan yang efektif, apa langkah evaluasi yang paling logis untuk dilakukan perusahaan? (Pilih dua jawaban yang benar)

0%
0%
100%
100%
0%
View this question

Want instant access to all verified answers on lms.smktarunabhakti.sch.id?

Get Unlimited Answers To Exam Questions - Install Crowdly Extension Now!

Browser

Add to Chrome