logo

Crowdly

Browser

Add to Chrome

Mata Pelajaran Pilihan

Looking for Mata Pelajaran Pilihan test answers and solutions? Browse our comprehensive collection of verified answers for Mata Pelajaran Pilihan at lms.smktarunabhakti.sch.id.

Get instant access to accurate answers and detailed explanations for your course questions. Our community-driven platform helps students succeed!

Soal Pilihan Ganda Kompleks

mr020-1.jpg

       Saat membuat project baru dengan flutter create nama_project, Flutter membuat folder dan berkas dasar secara otomatis. Di folder root (paling atas) biasanya ada pubspec.yaml, README.md, .gitignore, serta folder lib/, android/, ios/, dan test/. Mengetahui letak berkas penting membantu kita menemukan kode, mengatur dependency, dan memperbaiki error build lebih cepat.

     Pubspec.yaml adalah berkas penting untuk mengatur informasi project seperti nama, versi, batasan environment, daftar dependencies (package yang dipakai aplikasi saat jalan), dev_dependencies (package untuk pengembangan/test), serta daftar assets (gambar, font) di bawah bagian flutter:. Setelah mengedit pubspec.yaml, kita jalankan flutter pub get agar dependency dan asset bisa dipakai di project.

    Folder android/ dan ios/ berisi konfigurasi dan kode native untuk masing-masing platform. Contoh file penting di Android: AndroidManifest.xml, app/build.gradle; di iOS: Info.plist, Podfile. Kalau perlu menambahkan permission (contoh: akses internet) atau mengubah signing untuk rilis, biasanya ubah file di folder platform ini.

      Di dalam lib/ sebaiknya kita mengatur kode menurut fungsi agar rapi, misalnya models/ (kelas data), services/ (fungsi panggil API), screens/ (halaman UI), widgets/ (komponen yang dipakai ulang), dan utils/. Ada juga folder build/ (hasil kompilasi), .dart_tool/ dan pubspec.lock yang terbentuk otomatis. Beberapa perintah yang sering dipakai: flutter run, flutter build apk/appbundle, flutter clean, flutter pub get, flutter test.

Perintah yang tepat untuk mengambil dependency dan membersihkan hasil build lama adalah ...?

0%
0%
0%
0%
0%
View this question
Soal Pilihan Ganda   

mc009-1.jpg

      Flutter adalah framework open-source yang di kembangkan oleh Google yang digunakan untuk membuat aplikasi multiplatform, mulai dari Android, iOS, Web, hingga Desktop. Dengan Flutter, developer cukup menulis kode sekali lalu dapat dijalankan di berbagai sistem operasi. Framework ini menggunakan bahasa pemrograman Dart yang dirancang agar efisien dalam membangun aplikasi dengan antarmuka pengguna yang responsif.

       Agar Flutter dapat digunakan, langkah pertama adalah mengunduh Flutter SDK dari situs resmi. Setelah itu, SDK perlu diletakkan pada direktori tertentu dan ditambahkan ke dalam PATH environment agar perintah Flutter bisa dijalankan melalui terminal atau command prompt. Tanpa pengaturan PATH, perintah seperti flutter doctor atau flutter run tidak akan dikenali sistem.

         Selain SDK Flutter, developer juga membutuhkan IDE untuk menulis kode. IDE yang umum digunakan adalah Android Studio dan Visual Studio Code. Android Studio mendukung emulator bawaan yang memungkinkan pengujian aplikasi langsung di komputer, sementara Visual Studio Code lebih ringan dengan dukungan ekstensi Flutter dan Dart yang praktis.

         Untuk memastikan instalasi sudah benar, perintah flutter doctor dijalankan. Perintah ini akan memeriksa apakah Flutter SDK, Android SDK, IDE, dan emulator sudah terdeteksi. Jika ada komponen yang belum lengkap, Flutter doctor akan menampilkan peringatan sehingga developer dapat segera memperbaikinya.

Jika flutter doctor menunjukkan error pada Android SDK, maka  …?
0%
0%
0%
100%
View this question
Soal Pilihan Ganda Kompleks

mr024-1.jpg

      Dalam Flutter, hampir semua hal merupakan widget. Widget adalah komponen dasar yang digunakan untuk membangun antarmuka pengguna. Widget bisa berupa tampilan sederhana seperti teks atau ikon, maupun struktur kompleks seperti layout dan navigasi.

    Flutter memiliki dua jenis widget utama yaitu StatelessWidget dan StatefulWidget. StatelessWidget adalah widget yang tidak dapat berubah setelah dibuat. Artinya, semua data atau tampilan yang ditampilkan oleh widget ini bersifat tetap, kecuali jika widget tersebut di-rebuild ulang oleh parent-nya. Contoh penggunaan StatelessWidget misalnya untuk teks statis, ikon, atau tampilan sederhana yang tidak memerlukan perubahan data.

    Sementara itu, StatefulWidget digunakan ketika sebuah widget perlu menyimpan dan mengelola data yang dapat berubah selama aplikasi berjalan. StatefulWidget memiliki dua bagian penting: kelas StatefulWidget itu sendiri, dan kelas State yang menyimpan data serta logika perubahan. Perubahan data yang terjadi di dalam State dapat memicu tampilan (UI) untuk diperbarui menggunakan fungsi setState().

Manakah pernyataan yang benar tentang StatelessWidget...?

0%
0%
0%
0%
0%
View this question
Soal Pilihan Ganda   

mc003-1.jpg

      Flutter adalah framework open-source yang di kembangkan oleh Google yang digunakan untuk membuat aplikasi multiplatform, mulai dari Android, iOS, Web, hingga Desktop. Dengan Flutter, developer cukup menulis kode sekali lalu dapat dijalankan di berbagai sistem operasi. Framework ini menggunakan bahasa pemrograman Dart yang dirancang agar efisien dalam membangun aplikasi dengan antarmuka pengguna yang responsif.

       Agar Flutter dapat digunakan, langkah pertama adalah mengunduh Flutter SDK dari situs resmi. Setelah itu, SDK perlu diletakkan pada direktori tertentu dan ditambahkan ke dalam PATH environment agar perintah Flutter bisa dijalankan melalui terminal atau command prompt. Tanpa pengaturan PATH, perintah seperti flutter doctor atau flutter run tidak akan dikenali sistem.

         Selain SDK Flutter, developer juga membutuhkan IDE untuk menulis kode. IDE yang umum digunakan adalah Android Studio dan Visual Studio Code. Android Studio mendukung emulator bawaan yang memungkinkan pengujian aplikasi langsung di komputer, sementara Visual Studio Code lebih ringan dengan dukungan ekstensi Flutter dan Dart yang praktis.

         Untuk memastikan instalasi sudah benar, perintah flutter doctor dijalankan. Perintah ini akan memeriksa apakah Flutter SDK, Android SDK, IDE, dan emulator sudah terdeteksi. Jika ada komponen yang belum lengkap, Flutter doctor akan menampilkan peringatan sehingga developer dapat segera memperbaikinya.

Berdasarkan bacaan di atas, Kelebihan utama Flutter adalah …?
0%
0%
0%
0%
0%
View this question
grp005-1.jpg

      Flutter adalah framework buatan Google yang digunakan untuk membangun aplikasi lintas platform seperti Android, iOS, web, dan desktop. Flutter menggunakan bahasa Dart serta memiliki konsep utama berupa widget. Hampir semua elemen di Flutter merupakan widget, baik itu teks, tombol, gambar, maupun layout.

  Widget pada Flutter terbagi menjadi dua jenis utama, yaitu StatelessWidget dan StatefulWidget. StatelessWidget adalah widget yang tidak dapat berubah setelah dibuat, sehingga cocok digunakan untuk elemen statis seperti teks, ikon, atau gambar tetap. Misalnya penggunaan Text("Halo Dunia") yang hanya menampilkan tulisan tanpa interaksi.

   Sementara itu, StatefulWidget adalah widget yang bisa berubah seiring waktu karena adanya input dari pengguna atau perubahan data. StatefulWidget terdiri dari dua bagian: kelas utama StatefulWidget dan kelas State yang mengatur logika serta perubahan tampilan. Contoh widget Stateful adalah TextField, Checkbox, dan Slider.

   didUpdateWidget() adalah metode dalam Flutter yang dipanggil setiap kali konfigurasi stateful widget berubah. Metode ini memungkinkan untuk merespons perubahan pada properti widget. didUpdateWidget() dipanggil setelah widget induk membangun kembali dan memberikan instance baru dari widget kepada state. Ini sangat berguna untuk mengambil tindakan saat konfigurasi widget diperbarui, biasanya melibatkan pembaruan lokal state atau melakukan efek samping.

   dispose() dalam Flutter adalah metode yang digunakan untuk membersihkan atau melepaskan sumber daya (resources) yang digunakan oleh sebuah StatefulWidget ketika widget tersebut dihapus dari widget tree secara permanen. Metode ini biasanya di-override dalam kelas State.

   Seorang developer harus mampu memilih jenis widget sesuai kebutuhan aplikasi. Jika tampilan tidak berubah, maka StatelessWidget lebih efisien. Namun, bila tampilan harus beradaptasi dengan kondisi tertentu atau input pengguna, StatefulWidget lebih tepat digunakan. Pemahaman ini penting agar aplikasi berjalan ringan dan responsif.

Cocokkan lifecycle method pada StatefulWidget dengan fungsinya !

View this question
Soal Pilihan Ganda   

mc004-1.jpg

      Flutter adalah framework open-source yang di kembangkan oleh Google yang digunakan untuk membuat aplikasi multiplatform, mulai dari Android, iOS, Web, hingga Desktop. Dengan Flutter, developer cukup menulis kode sekali lalu dapat dijalankan di berbagai sistem operasi. Framework ini menggunakan bahasa pemrograman Dart yang dirancang agar efisien dalam membangun aplikasi dengan antarmuka pengguna yang responsif.

       Agar Flutter dapat digunakan, langkah pertama adalah mengunduh Flutter SDK dari situs resmi. Setelah itu, SDK perlu diletakkan pada direktori tertentu dan ditambahkan ke dalam PATH environment agar perintah Flutter bisa dijalankan melalui terminal atau command prompt. Tanpa pengaturan PATH, perintah seperti flutter doctor atau flutter run tidak akan dikenali sistem.

         Selain SDK Flutter, developer juga membutuhkan IDE untuk menulis kode. IDE yang umum digunakan adalah Android Studio dan Visual Studio Code. Android Studio mendukung emulator bawaan yang memungkinkan pengujian aplikasi langsung di komputer, sementara Visual Studio Code lebih ringan dengan dukungan ekstensi Flutter dan Dart yang praktis.

         Untuk memastikan instalasi sudah benar, perintah flutter doctor dijalankan. Perintah ini akan memeriksa apakah Flutter SDK, Android SDK, IDE, dan emulator sudah terdeteksi. Jika ada komponen yang belum lengkap, Flutter doctor akan menampilkan peringatan sehingga developer dapat segera memperbaikinya.

Setelah mengunduh Flutter SDK, langkah berikutnya adalah …?
0%
0%
0%
0%
0%
View this question
Soal Pilihan Ganda   

mc005-1.jpg

      Flutter adalah framework open-source yang di kembangkan oleh Google yang digunakan untuk membuat aplikasi multiplatform, mulai dari Android, iOS, Web, hingga Desktop. Dengan Flutter, developer cukup menulis kode sekali lalu dapat dijalankan di berbagai sistem operasi. Framework ini menggunakan bahasa pemrograman Dart yang dirancang agar efisien dalam membangun aplikasi dengan antarmuka pengguna yang responsif.

       Agar Flutter dapat digunakan, langkah pertama adalah mengunduh Flutter SDK dari situs resmi. Setelah itu, SDK perlu diletakkan pada direktori tertentu dan ditambahkan ke dalam PATH environment agar perintah Flutter bisa dijalankan melalui terminal atau command prompt. Tanpa pengaturan PATH, perintah seperti flutter doctor atau flutter run tidak akan dikenali sistem.

         Selain SDK Flutter, developer juga membutuhkan IDE untuk menulis kode. IDE yang umum digunakan adalah Android Studio dan Visual Studio Code. Android Studio mendukung emulator bawaan yang memungkinkan pengujian aplikasi langsung di komputer, sementara Visual Studio Code lebih ringan dengan dukungan ekstensi Flutter dan Dart yang praktis.

         Untuk memastikan instalasi sudah benar, perintah flutter doctor dijalankan. Perintah ini akan memeriksa apakah Flutter SDK, Android SDK, IDE, dan emulator sudah terdeteksi. Jika ada komponen yang belum lengkap, Flutter doctor akan menampilkan peringatan sehingga developer dapat segera memperbaikinya.

Berdasarkan bacaan di atas, PATH environment berfungsi untuk …?
0%
0%
0%
0%
0%
View this question
Soal Pilihan Ganda Kompleks

mr019-1.jpg

       Saat membuat project baru dengan flutter create nama_project, Flutter membuat folder dan berkas dasar secara otomatis. Di folder root (paling atas) biasanya ada pubspec.yaml, README.md, .gitignore, serta folder lib/, android/, ios/, dan test/. Mengetahui letak berkas penting membantu kita menemukan kode, mengatur dependency, dan memperbaiki error build lebih cepat.

     Pubspec.yaml adalah berkas penting untuk mengatur informasi project seperti nama, versi, batasan environment, daftar dependencies (package yang dipakai aplikasi saat jalan), dev_dependencies (package untuk pengembangan/test), serta daftar assets (gambar, font) di bawah bagian flutter:. Setelah mengedit pubspec.yaml, kita jalankan flutter pub get agar dependency dan asset bisa dipakai di project.

    Folder android/ dan ios/ berisi konfigurasi dan kode native untuk masing-masing platform. Contoh file penting di Android: AndroidManifest.xml, app/build.gradle; di iOS: Info.plist, Podfile. Kalau perlu menambahkan permission (contoh: akses internet) atau mengubah signing untuk rilis, biasanya ubah file di folder platform ini.

      Di dalam lib/ sebaiknya kita mengatur kode menurut fungsi agar rapi, misalnya models/ (kelas data), services/ (fungsi panggil API), screens/ (halaman UI), widgets/ (komponen yang dipakai ulang), dan utils/. Ada juga folder build/ (hasil kompilasi), .dart_tool/ dan pubspec.lock yang terbentuk otomatis. Beberapa perintah yang sering dipakai: flutter run, flutter build apk/appbundle, flutter clean, flutter pub get, flutter test.

Berdasarkan bacaan di atas, contoh file konfigurasi platform-spesifik pada Android dan iOS adalah ...?

100%
100%
0%
0%
0%
View this question

es080-1.jpg

Salah satu keunggulan Flutter adalah kemampuannya untuk terhubung dengan layanan eksternal melalui API. API memungkinkan aplikasi mengambil data dari server atau mengirim data ke server. Untuk mempermudah integrasi dengan API, Flutter menggunakan package yang dapat ditambahkan melalui pubspec.yaml.

    Salah satu package populer adalah http. Dengan package ini, developer dapat melakukan berbagai request ke server melalui protocol HTTP seperti GET, POST, PUT, PATCH, dan DELETE. sehingga aplikasi dapat mengambil atau mengirim data ke API. Data yang diterima biasanya dalam format JSON, yang kemudian perlu diproses menjadi objek agar dapat ditampilkan di widget Flutter.

      Untuk menggunakan package http, langkah pertama adalah menambahkannya pada file pubspec.yaml. Setelah itu, jalankan perintah flutter pub get agar package terinstal. Pada file Dart, package ini kemudian diimpor dengan import 'package:http/http.dart' as http;.

     Respon dari API umumnya berupa data berformat JSON (JavaScript Object Notation). Data JSON ini harus diubah ke dalam bentuk model agar mudah digunakan dalam aplikasi. Proses konversi dapat dilakukan dengan decode JSON menggunakan fungsi bawaan jsonDecode dari Dart. Setelah data berhasil diproses, maka informasi dapat ditampilkan di widget Flutter, baik StatelessWidget maupun StatefulWidget.

    Penggunaan API di Flutter juga memerlukan penanganan asynchronous menggunakan async dan await. Hal ini penting karena proses request dan response membutuhkan waktu, sehingga aplikasi tidak boleh berhenti hanya karena menunggu data dari server. Dengan penanganan asynchronous, aplikasi tetap responsif dan pengguna bisa berinteraksi dengan fitur lainnya sambil menunggu data.

Berikan contoh code sederhana penggunaan metode GET dengan package http untuk mengambil data dari API !
View this question

es078-1.jpg

Salah satu keunggulan Flutter adalah kemampuannya untuk terhubung dengan layanan eksternal melalui API. API memungkinkan aplikasi mengambil data dari server atau mengirim data ke server. Untuk mempermudah integrasi dengan API, Flutter menggunakan package yang dapat ditambahkan melalui pubspec.yaml.

    Salah satu package populer adalah http. Dengan package ini, developer dapat melakukan berbagai request ke server melalui protocol HTTP seperti GET, POST, PUT, PATCH, dan DELETE. sehingga aplikasi dapat mengambil atau mengirim data ke API. Data yang diterima biasanya dalam format JSON, yang kemudian perlu diproses menjadi objek agar dapat ditampilkan di widget Flutter.

      Untuk menggunakan package http, langkah pertama adalah menambahkannya pada file pubspec.yaml. Setelah itu, jalankan perintah flutter pub get agar package terinstal. Pada file Dart, package ini kemudian diimpor dengan import 'package:http/http.dart' as http;.

     Respon dari API umumnya berupa data berformat JSON (JavaScript Object Notation). Data JSON ini harus diubah ke dalam bentuk model agar mudah digunakan dalam aplikasi. Proses konversi dapat dilakukan dengan decode JSON menggunakan fungsi bawaan jsonDecode dari Dart. Setelah data berhasil diproses, maka informasi dapat ditampilkan di widget Flutter, baik StatelessWidget maupun StatefulWidget.

    Penggunaan API di Flutter juga memerlukan penanganan asynchronous menggunakan async dan await. Hal ini penting karena proses request dan response membutuhkan waktu, sehingga aplikasi tidak boleh berhenti hanya karena menunggu data dari server. Dengan penanganan asynchronous, aplikasi tetap responsif dan pengguna bisa berinteraksi dengan fitur lainnya sambil menunggu data.

Bagaimana cara memproses data JSON dari API agar bisa ditampilkan ke widget Flutter ?
View this question

Want instant access to all verified answers on lms.smktarunabhakti.sch.id?

Get Unlimited Answers To Exam Questions - Install Crowdly Extension Now!

Browser

Add to Chrome