✅ The verified answer to this question is available below. Our community-reviewed solutions help you understand the material better.
Bacalah puisi ini dengan cermat!
Ibu (karya: D. Zawawi Imron)
Ibu
kalau aku merantau lalu datang musim kemarau
sumur-sumur kering, daunan pun gugur bersama teranting
hanya mataair airmatamu ibu, yang tetap lancar mengalir
bila aku merantau
sedap kopyor susumu dan ronta kenakalanku
di hati ada mayang siwalan memutikkan sari-sari kerinduan
lantaran hutangku padamu tak kuasa ku bayar
ibu adalah gua pertapaanku
dan ibulah yang meletakkan aku di sini
saat bunga kembang menyermerbak bau sayang
ibu menunjukan ke langit, kemudian ke bumi
aku mengangguk meskipun kurang mengerti