Looking for Bahasa Indonesia X (PSP) - 2425 test answers and solutions? Browse our comprehensive collection of verified answers for Bahasa Indonesia X (PSP) - 2425 at elabs-smaraw.labschool-unj.sch.id.
Get instant access to accurate answers and detailed explanations for your course questions. Our community-driven platform helps students succeed!
Bacalah puisi ini dengan cermat!
Ibu (karya: D. Zawawi Imron)
Ibu
kalau aku merantau lalu datang musim kemarau
sumur-sumur kering, daunan pun gugur bersama teranting
hanya mataair airmatamu ibu, yang tetap lancar mengalir
bila aku merantau
sedap kopyor susumu dan ronta kenakalanku
di hati ada mayang siwalan memutikkan sari-sari kerinduan
lantaran hutangku padamu tak kuasa ku bayar
ibu adalah gua pertapaanku
dan ibulah yang meletakkan aku di sini
saat bunga kembang menyermerbak bau sayang
ibu menunjukan ke langit, kemudian ke bumi
aku mengangguk meskipun kurang mengerti
Bacalah teks berikut dengan saksama!
Dina seorang karyawan di sebuah perusahaan datang menemui bosnya di kantornya untuk membahas gathering karyawan.
Dina: "Selamat pagi, Pak Arman. Saya ingin membahas mengenai rencana karyawan tahun ini. Kami dari panitia mengusulkan lokasi di Puncak."
Pak Arman: di Puncak? Itu ide yang menarik. Tapi bagaimana dengan biayanya?"
Dina: "Kami sudah melakukan survei, Pak. Jika menggunakan villa dan bus pariwisata, total biayanya sekitar lima puluh juta rupiah untuk semua karyawan."
Pak Arman: "Wah, itu cukup besar. Apakah ada alternatif lokasi yang lebih murah?"
Dina: "Sebenarnya ada pilihan lain, Pak, yaitu di daerah Sentul. Biayanya bisa lebih hemat sekitar empat puluh juta rupiah, tetapi fasilitas dan suasananya tidak sebagus di Puncak."
Pak Arman: "Hmm… kalau kita tetap memilih Puncak, apakah ada cara untuk menekan biaya tanpa mengurangi kenyamanan?"
Dina: "Bisa, Pak. Kami bisa mencari sponsor dari vendor atau memilih paket yang lebih sederhana tanpa mengurangi acara inti. Jika setuju, kami juga bisa menyesuaikan menu konsumsi agar lebih efisien."
Pak Arman: "Itu ide yang bagus. Kalau begitu, saya setuju gathering tetap di Puncak, dengan catatan panitia harus menyesuaikan anggaran agar tidak melebihi empat puluh lima juta rupiah."
Dina: "Baik, Pak. Kami akan menyesuaikan anggaran dan mencari sponsor tambahan. Terima kasih atas persetujuannya!"
Pak Arman: "Sama-sama. Semoga acaranya berjalan lancar!"
Bukti kalimat yang menunjukkan kesediaan partisipan untuk berkompromi menerima perbedaan pendapat, yaitu ...
Bacalah dengan saksama kutipan teks biografi berikut!
Kho Ping Ho tidak merokok dan tidak makan daging. Minumnya cuma air putih. Kadang-kadang menyepi, "merenungi misteri Tuhan," katanya. Caranya mengarang gampang saja. Bahan cerita sudah lama mengendap di otaknya. "Begitu menghadap mesin ketik, langsung saya jalan," katanya. Dulu ia sering menyusun sinopsis dulu—meski kemudian tidak dipergunakannya.
Dalam buku disebutkan bahwa setiap bulan dari mengarang saja, ia mampu berpenghasilan dua juta rupiah. Dari hasil menulis, ia berhasil mempunyai percetakan sendiri. Ia mampu menyekolahkan anaknya ke luar negeri. Rumahnya yang berhalaman luas dan sebuah vila di Tawangmangu dibeli dari hasil karangannya.
Keunggulan Kho Ping Ho sebagai pengarang yang ditunjukkan dalam kutipan teks tersebut adalah …
Bacalah dengan saksama kutipan teks biografi berikut!
Sejak tahun 1965 Idrus menetap di Australia untuk mengajar bahasa dan sastra di Universitas Monash sampai akhir hayatnya. Di Australia, ia mengikuti kuliah hingga mencapai gelar MA pada tahun 1974 di Universitas Monash, skripsi sarjana muda dan sarjananya mengenai Chairil Anwar. Untuk tingkat sarjana muda ia menulis "Understanding the Poetry of Chairil Anwar" sedangkan untuk M.A.-nya ia menulis "The Content of Chairil Anwar's Poetry". Saat meninggal, sebenarnya ia sedang mengumpulkan bahan untuk disertasinya tentang cerita rakyat di Minangkabau.
Bacalah dengan saksama kutipan teks biografi berikut!
Peranan Sapardi Djoko Damono dalam kehidupan sastra Indonesia sangat penting. A. Teeuw dalam bukunya Sastra Indonesia Modern II (1989) menyatakan bahwa Sapardi adalah seorang cendekiawan muda yang mulai menulis sekitar tahun 1960. Ada perkembangan yang jelas terlihat dalam puisi Sapardi, terutama dalam hal susunan formal puisi-puisinya. Oleh sebab itu, sudah barang tentu sangat perlu mengikuti jejak Sapardi dalam tahun-tahun mendatang. Dia seorang penyair yang orisinil dan kreatif, dengan percobaan-percobaan pembaharuannya yang mengejutkan, tetapi dalam segala kerendahan hatinya, boleh jadi menjadi petunjuk tentang perkembangan-perkembangan mendatang.
Berdasarkan teks tersebut, keunikan yang menonjol
dari puisi-puisi Sapardi adalah …
Bacalah dengan saksama kutipan teks biografi berikut!
Pramoedya Ananta Toer terkenal sebagai pengarang novel tahun 1940-an dengan novelnya, antara lain, Keluarga Gerilya dan Perburuan. Dia lahir di Blora, Jawa Tengah, tanggal 6 Februari 1925 dan meninggal di Jakarta 30 April 2006. Nama asli Pramoedya adalah Pramoedya Ananta Mastoer, sebagaimana yang tertulis dalam koleksi cerita pendek semi-otobiografinya yang berjudul Cerita Dari Blora. Oleh karena nama keluarga Mastoer (nama ayahnya) dirasakan terlalu aristokratik, ia menghilangkan awalan Jawa "Mas" dari nama tersebut dan menggunakan "Toer" sebagai nama keluarganya. Ayahnya adalah seorang guru yang mula-mula bertugas di HIS Rembang, kemudian menjadi guru sekolah swasta Boedi Oetomo dan menjadi kepala sekolah. Ibunya adalah anak penghulu di Rembang. Dalam "Memoar-Hikayat Sebuah Nama" (1962) dikemukakan, bahwa dalam lingkungan keluarganya ia dipanggil sebagai Mas Moek karena menjadi anak sulung 8 bersaudara (5 lelaki dan 3 perempuan). Atas "perintah" abang tertua itu, adiknya meletakkan nama belakang Toer sehingga nama keluarga, yakni Pradito Toer, Koenmarjatoen Toer, Oemisapatoen Toer, Koesaisah Toer, Koesalah Soebagyo Toer, Soesilo Toer, dan Soesetyo Toer.
Bayangkan kamu adalah seorang adik Pramoedya yang diberi saran untuk menggunakan nama "Toer". Alasan logis yang bisa kamu berikan untuk menolak atau menerima nama itu jika kamu ingin meniti karier di luar dunia sastra adalah …
Baca cermat puisi ini!
Prajurit Jaga Malam (karya: Chairil Anwar)
Waktu jalan. Aku tidak tahu apa nasib waktu?
Pemuda-pemuda yang lincah yang tua-tua keras, bermata tajam
Mimpinya kemerdekaan bintang-bintangnya kepastian
ada di sisiku selama menjaga daerah mati ini
Aku suka pada mereka yang berani hidup
Aku suka pada mereka yang masuk menemu malam
Malam yang berwangi mimpi, terlucut debu ....
Waktu jalan. Aku tidak tahu apa nasib waktu!
Bacalah dengan saksama kutipan teks biografi berikut!
Marianne Katoppo pengarang wanita yang nama lengkapnya Henriette Marianne Katoppo dan terkenal dengan novelnya Raumanen (1977) ini lahir tanggal 9 Juni 1943 di Tomohon, Minahasa, Sulawesi Utara. Ia meninggal pada 12 Oktober 2007. Ia berasal dari keluarga yang gemar membaca. Ayahnya, Elvianus Katoppo, selain pernah menjabat sebagai Menteri Pendidikan di Negara Indonesia Timur pada zaman Republik Indonesia Serikat (RIS) juga merupakan salah seorang penyusun naskah Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan, tokoh gereja Indonesia Barat, dan pensiunan pegawai tinggi Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Ibunya bernama Agnes Rumokoij. Bakatnya dalam karang-mengarang tampak sejak ia masih kanak-kanak. Ketika berumur 4 tahun, ia merasa iri kepada kakaknya, Josi, yang umurnya lebih tua 2 tahun, yang sudah bersekolah. Oleh karena itu, ia mulai belajar membaca dan menulis sendiri. Ketika ayahnya melihat hal itu, Marianne Katoppo diminta untuk menuliskan apa saja yang disenanginya. Sejak saat itu, ia mulai menulis dongeng atau pengalamannya. Pada awalnya ia menulis dalam bahasa Belanda. Beberapa tulisannya dimuat dalam rubrik anak-anak surat kabar Nieuwsgier yang namanya kemudian berganti menjadi Nusantara. Dia juga pernah mendapat hadiah. Sesudah tahun 1960, ia sering menulis cerita pendek dalam Sinar Harapan dan Ragi Buana.
Keunggulan tokoh yang paling menonjol sejak masa kecilnya berdasarkan teks adalah …
Bacalah dengan saksama teks berikut!
(1) Anak: "Bunda, aku ingin baju yang warna merah itu."
(2) Bunda: "Mba, tolong ambilkan baju merah itu."
(3) Penjual: "Baik, Bu. Tunggu sebentar."
(4) Bunda: "Apa tidak kebesaran itu, Nak? Nanti longgar ketika dipakai."
(5) Anak: "Enggak, longgar sedikit saja kok. Aku suka model baju ini."
(6) Penjual: "Ukuran lebih kecil ada di lemari, modelnya sama."
(7) Bunda: "Gimana Nak, ganti saja ya baju ini. Memang terlihat agak longgar. Tolong ambilkan baju yang ukurannya lebih kecil ya, Mba."
(8) Penjual: "Ini bajunya, Bu."
(9) Anak: (
Kalimat imperatif (perintah) dalam kutipan teks negosiasi tersebut terdapat pada tuturan nomor ....
Bacalah dengan saksama kutipan teks biografi berikut!
Idrus bernama lengkap Abdullah Idrus. Jika Chairil Anwar ditasbihkan sebagai pelopor Angkatan '45 untuk puisi, Idrus oleh H.B. Jassin ditasbihkan sebagai pelopor prosa Indonesia Angkatan '45 walaupun ia menolaknya. Oleh H.B. Jassin sastrawan ini dianggap sebagai pembaharu di bidang prosa sebab menampilkan bentuk yang sederhana, realistis, bahkan naturalis dengan sindiran yang cukup tajam. Idrus meninggalkan kesan yang besar karena untuk pertama kali dengan jelas sekali memperlihatkan pemisahan antara prosa zaman revolusi dan prosa Pujangga Baru, meskipun peranan Idrus tidaklah sepenting Chairil Anwar dalam Angkatan '45.
Kutipan biografi tersebut membahas tentang …