logo

Crowdly

Browser

Додати до Chrome

Course 1533

Шукаєте відповіді та рішення тестів для Course 1533? Перегляньте нашу велику колекцію перевірених відповідей для Course 1533 в lms.smktarunabhakti.sch.id.

Отримайте миттєвий доступ до точних відповідей та детальних пояснень для питань вашого курсу. Наша платформа, створена спільнотою, допомагає студентам досягати успіху!

Dalam pernikahan menurut Syari'at Islam, terlaksananya suatu prosesi akad Nikah (Ijab Qabul) dapat terlihat dari terpenuhi atau tidaknya Rukun dan Syarat Nikah yang sesuai dengan ketentuan Syari'at Islam.

Pentingnya pemahaman terhadap rukun dan syarat nikah ini ditegaskan dalam berbagai dalil, baik dari Al-Qur'an maupun Hadis. Salah satu hadis yang sering dijadikan landasan adalah sabda Rasulullah :

Image failed to load: es034-1.jpg

Artinya: "Tidak sah suatu pernikahan tanpa wali dan dua saksi yang adil."

Hadis ini secara tegas menunjukkan bahwa keberadaan wali dan saksi bukanlah pilihan, melainkan keharusan. Tujuannya adalah untuk menjaga kemuliaan pernikahan, melindungi hak-hak perempuan, dan mencegah pernikahan yang tidak sah atau merugikan. Pernikahan yang tidak memenuhi rukun dan syaratnya akan berakibat pada ketidakabsahan status pernikahan, yang pada gilirannya bisa menimbulkan masalah sosial dan hukum, seperti masalah nasab anak dan hak waris.

Jelaskan syarat-syarat rukun nikah pada calon pengantin laki-laki dan wali nikah!
Переглянути це питання

Image failed to load: mc018-1.jpg

Pemahaman mendalam tentang hukum waris dalam Islam atau faraidh sangat krusial untuk menegakkan keadilan di antara ahli waris. Islam telah menetapkan aturan yang rinci mengenai siapa saja yang berhak menerima warisan dan seberapa besar bagiannya. Tujuan utama dari aturan ini adalah untuk mencegah sengketa, menjaga keharmonisan keluarga, dan memastikan setiap individu mendapatkan haknya secara adil. Oleh karena itu, hukum waris harus dipelajari dan dipahami secara benar, tidak hanya sebagai teori, tetapi juga sebagai pedoman praktis dalam kehidupan.

Syarat-syarat agar seseorang dapat menjadi ahli waris meliputi beberapa hal pokok. Pertama, hidup saat pewaris meninggal dunia. Ini adalah syarat mutlak, karena orang yang telah meninggal tidak dapat mewarisi. Kedua, adanya hubungan kekerabatan yang sah, baik melalui nasab (garis keturunan), pernikahan (suami atau istri), maupun perbudakan (jika ada, meskipun tidak relevan lagi).  Ketiga, tidak adanya penghalang atau sebab-sebab yang menggugurkan hak warisnya. Syarat-syarat ini menjadi filter penting untuk memastikan hanya pihak yang berhaklah yang menerima warisan.

Di sisi lain, terdapat beberapa penghalang (mawani') yang dapat menggugurkan hak seseorang untuk menerima warisan, meskipun ia memiliki hubungan kekerabatan dengan pewaris. Penghalang utama yang disepakati oleh mayoritas ulama adalah pembunuhan, di mana ahli waris membunuh pewarisnya dengan sengaja dan tanpa alasan yang dibenarkan. Hal ini untuk mencegah orang-orang yang berbuat jahat demi mendapatkan harta. Penghalang lainnya adalah perbedaan agama, di mana seorang Muslim tidak dapat mewarisi harta dari non-Muslim, begitu juga sebaliknya.

Materi ini sangat relevan bagi siswa SMK, terutama yang mengambil jurusan yang berkaitan dengan hukum atau keuangan. Dengan memahami syarat-syarat dan penghalang waris, mereka tidak hanya akan menguasai teori, tetapi juga dapat menerapkan ilmu ini dalam kehidupan nyata. Pemahaman ini akan membantu mereka menjadi individu yang bertanggung jawab dan mampu menyelesaikan masalah waris di masyarakat dengan berlandaskan pada syariat Islam.

Seorang anak perempuan yang sah dapat mewarisi dari ayahnya, sementara anak angkat tidak. Mengapa Islam membedakan hal tersebut?
0%
0%
0%
100%
0%
Переглянути це питання

Image failed to load: mr021-1.jpg

Namanya Risa, seorang siswi kelas XI yang aktif di berbagai media sosial. Suatu sore, Risa menerima sebuah pesan berantai yang berisi informasi mengejutkan tentang penurunan nilai mendadak di sekolahnya yang diklaim berasal dari sumber terpercaya. Rasa panik dan emosi mendorongnya untuk segera membagikan kabar tersebut ke grup kelas. Namun, ia teringat pelajaran PAI tentang adab digital; bahwa segala yang diucapkan dan disebar akan dipertanggungjawabkan. Risa menarik napas, Ia menghubungi salah satu guru secara pribadi untuk memverifikasi kebenaran informasi tersebut

Ternyata, informasi yang diterima Risa adalah Hoax yang sengaja disebar untuk membuat kegaduhan. Seandainya ia langsung menyebar pesan tersebut, ia bukan hanya akan menjadi penyebar fitnah, tetapi juga akan menumbuhkan Su'uzan massal di antara teman-temannya kepada pihak sekolah. Ia melihat temannya telah menyebar pesan tersebut dan kini dihujani teguran. Risa bersyukur, adab telah menyelamatkannya dari dosa lisan dan dari keributan sosial. Ia menyadari betapa lisan digital, meski hanya berupa ketikan, dapat merusak ukhuwah (persaudaraan) dalam sekejap

Sejak saat itu, Risa bertekad menjadikan media sosialnya sebagai ladang kebaikan. Ia mulai mengurangi waktu untuk mengonsumsi konten-konten tidak bermanfaat dan menggantinya dengan mem-posting infografis tentang etika bermedia sosial dan quotes Islami. Ia juga aktif membantu teman-teman yang kesulitan belajar dengan membuatkan thread ringkasan materi.

Risa akhirnya merasakan hikmah sejati dari adab digital. Ia tidak hanya mendapat pujian dari guru dan teman-teman, tetapi yang utama, ia merasakan ketenangan hati. Sikap bijak Risa membuktikan bahwa media sosial dapat menjadi sarana untuk dakwah (menyebar kebaikan) dan memperkuat semangat kebangsaan, asalkan didasari oleh iman dan rasa tanggung jawab penuh terhadap segala sesuatu yang ia bagikan

Berdasarkan cerita Risa, penerapan adab digital berupa klarifikasi memiliki hikmah yang sangat penting. Dua manfaat yang langsung dirasakan oleh Risa dari praktik Tabayyun adalah...
100%
0%
100%
0%
0%
Переглянути це питання

Image failed to load: mr022-1.jpg

Perhatikan kisah berikut ini!

Seorang siswa bernama Arif belajar tentang konsep iman, Islam, dan ihsan di kelas. Ia memahami bahwa iman adalah keyakinan, Islam adalah amal lahiriah, dan ihsan adalah kualitas tertinggi dalam beribadah.

Setelah itu, Arif berusaha menerapkannya dalam kehidupan. Ia menjaga shalat lima waktu tepat waktu (Islam), memperbanyak doa dan yakin kepada takdir Allah (iman), serta membantu temannya belajar tanpa mengharapkan balasan (ihsan).

Guru pun menilai bahwa Arif sudah mulai memahami bahwa agama Islam tidak hanya sebatas ritual, tetapi juga menyangkut sikap hidup sehari-hari. Dengan penerapan iman, Islam, dan ihsan, seseorang dapat menjadi Muslim yang paripurna.

Hal ini menunjukkan keterpaduan antara keyakinan, ibadah lahiriah, dan akhlak mulia dalam kehidupan seorang Muslim.

Dari kisah di atas, Penerapan Iman, Islam, dan Ihsan oleh Arif tercermin dalam sikap…
0%
100%
100%
100%
0%
Переглянути це питання

Image failed to load: mr024-1.jpg

Dalam kehidupan sehari-hari, manusia tidak bisa terlepas dari penggunaan lisan. Lisan menjadi salah satu anugerah Allah yang sangat penting bagi manusia, karena melalui lisan seseorang bisa menyampaikan kebaikan maupun keburukan. Dalam Al-Qur'an dan Hadis, umat Islam sangat ditekankan untuk menjaga lisan, sebab dari lisan bisa lahir ucapan yang membawa pahala ataupun dosa. Oleh karena itu, lisan harus digunakan untuk hal-hal yang bermanfaat, seperti berzikir, berkata jujur, memberi nasihat, serta mengucapkan salam.

Namun, tidak jarang lisan digunakan untuk hal-hal yang merugikan orang lain, seperti berbohong, berkata kasar, bergosip, dan mengadu domba. Perbuatan tersebut termasuk dosa besar karena dapat merusak hubungan antar sesama dan menimbulkan perpecahan. Rasulullah SAW pernah bersabda bahwa salah satu ciri orang beriman adalah mampu menjaga lisan dan tangannya dari menyakiti orang lain. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya kedisiplinan dalam mengendalikan ucapan.

Di sisi lain, penggunaan lisan juga bisa menjadi sarana dakwah yang efektif. Dengan tutur kata yang santun, seorang muslim mampu menyampaikan ajaran Islam dengan penuh kasih sayang. Inilah yang dicontohkan oleh para nabi, khususnya Nabi Muhammad SAW yang dikenal dengan akhlak mulianya. Kata-kata yang lembut, penuh hikmah, dan bijaksana mampu melunakkan hati orang yang keras sekalipun. Hal ini membuktikan bahwa lisan bukan hanya alat komunikasi, melainkan juga sarana ibadah.

Dengan demikian, menjaga lisan adalah kewajiban setiap muslim. Ucapan harus diarahkan kepada kebaikan, menjauhi perkataan buruk, serta digunakan untuk mempererat persaudaraan. Allah SWT bahkan mengingatkan dalam QS. Qaf ayat 18 bahwa setiap ucapan manusia selalu dicatat oleh malaikat. Oleh sebab itu, seorang muslim hendaknya berhati-hati dalam berbicara, agar lisannya menjadi jalan menuju surga, bukan sebaliknya membawa kepada neraka.

Berdasarkan narasi di atas. Berikut ini, beberapa petunjuk Islam dalam penggunaan lisan, antara lain:

1. Menjauhi kebiasaan berkata bohong dan tidak bermanfaat. Jangan pula berbicara yang berlebihan.

2. Jauhi perbuatan hasad, iri dan dengki.

3. Jangan berbicara dusta atau palsu. Ingat! Tanda-tanda orang munafik, salah satunya, jika berbicara berdusta atau bohong.

4. Jangan gunakan lisanmu untuk menggunjing (Q.S. al-Hujurat/49: 12)

5. Jangan berkata kasar (Q.S. Ali Imran/3: 159). Jauhi pula melakukan celaan dan melaknat orang lain.

6. Jangan berprasangka buruk terhadap orang lain dan Allah SWT.

7. Jawablah panggilan orang tua dengan sopan dan santun (Q.S. al-Isra'/17: 28), serta jauhi banyak berbantah-bantahan.

Dari hasil pernyataan-pernyataan diatas, manakah nomer yang tidak termasuk ke dalam petunjuk Islam dalam penggunaan lisan ....
0%
100%
0%
100%
0%
Переглянути це питання

Image failed to load: mc015-1.jpg

Mencintai ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) adalah bagian dari ajaran Islam. Al-Qur'an dan hadis mendorong umatnya untuk berpikir kritis, merenungkan alam semesta, dan terus belajar. Proses berpikir kritis ini bukan hanya soal mengumpulkan informasi, tetapi juga kemampuan untuk menganalisis, mengevaluasi, dan menciptakan sesuatu yang bermanfaat. Inilah yang menjadi fondasi bagi kemajuan peradaban. Tanpa semangat ini, umat Islam akan tertinggal dan tidak mampu bersaing.

QS. Ali Imran ayat 190-191 menjadi dalil utama yang menginspirasi. Ayat ini menggambarkan orang-orang yang berakal, yaitu mereka yang senantiasa memikirkan penciptaan langit dan bumi, serta silih bergantinya malam dan siang. Mereka tidak hanya melihat, tetapi merenungi setiap tanda kebesaran Allah.  Perenungan ini membawa mereka pada kesadaran akan keagungan Sang Pencipta, yang kemudian memotivasi mereka untuk berzikir (mengingat Allah) dan beribadah. Dengan kata lain, ilmu pengetahuan dan spiritualitas saling melengkapi, tidak bertentangan.

Sementara itu, QS. Ar-Rahman ayat 33 secara spesifik menekankan pentingnya ilmu pengetahuan dan kekuasaan sebagai syarat untuk menembus batas-batas langit dan bumi. Ayat ini berbunyi, "Wahai golongan jin dan manusia, jika kalian sanggup menembus (melintasi) penjuru langit dan bumi, maka lintasilah! Kalian tidak akan mampu menembusnya melainkan dengan kekuatan (ilmu)." Dalil ini secara gamblang menunjukkan bahwa IPTEK adalah alat yang diberikan Allah untuk membuka tabir alam semesta, menyingkap rahasia-rahasia-Nya, dan pada akhirnya, semakin mengukuhkan keimanan.

Dengan demikian, semangat mencintai IPTEK dan berpikir kritis bukan sekadar anjuran, melainkan perintah agama yang sangat esensial. Keduanya merupakan kunci untuk mencapai kemajuan peradaban, baik secara material maupun spiritual. Bagi siswa SMK, hal ini sangat relevan. Mereka tidak hanya didorong untuk menguasai keterampilan teknis, tetapi juga harus memiliki landasan spiritual dan mental yang kuat untuk terus berinovasi dan berkontribusi.

Apa hikmah yang bisa diambil dari perintah untuk menembus penjuru langit dan bumi dengan kekuatan (ilmu) pada QS. Ar-Rahman ayat 33 ?
100%
0%
0%
0%
0%
Переглянути це питання

mc011-1.jpg

Iman tidak hanya diwujudkan dalam perbuatan yang terlihat oleh manusia, tetapi berakar pada niat dan keyakinan dalam hati. Niat menjadi dasar penilaian amal, karena dua perbuatan yang sama secara lahiriah dapat bernilai berbeda jika didasari niat yang berbeda. Oleh sebab itu, Islam memberikan perhatian besar kepada pembinaan hati sebelum membina perilaku.

Akidah yang kuat akan melahirkan niat yang lurus. Seseorang yang yakin bahwa Allah Maha Melihat akan terdorong melakukan kebaikan meskipun tidak ada yang mengawasinya. Keyakinan ini menjadi pondasi penting dalam menjalankan cabang-cabang iman, seperti berlaku jujur, bersikap ikhlas, dan tidak sombong terhadap amal yang dilakukan.

Banyak orang melakukan ibadah, tetapi sebagian dari mereka tidak mendapatkan nilai ibadah yang sempurna karena niat yang tidak tulus. Misalnya, seseorang bersedekah untuk dipuji orang lain hanya memperoleh sanjungan manusia, bukan pahala di sisi Allah. Hal ini menunjukkan bahwa amal tidak selalu bernilai iman jika tidak disertai niat yang benar.

Dalam kehidupan sehari-hari, hati menjadi pusat pengendali keimanan. Ketika hati baik, maka semua tindakan menjurus kepada kebaikan, dan ketika hati rusak, tindakan juga ikut rusak. Oleh sebab itu, seorang muslim harus memelihara akidah dan niat agar cabang-cabang iman yang terlihat dalam perilaku benar-benar mencerminkan iman sejati.

Dalam stimulus disebut "amal tidak selalu bernilai iman jika tidak disertai niat yang benar." Makna tersirat dari pernyataan tersebut adalah…
0%
0%
0%
0%
100%
Переглянути це питання

Berpikir kritis dan semangat mencintai IPTEK (Ilmu Pengetahuan dan Teknologi) adalah dua hal yang sangat relevan dan saling berkaitan dalam ajaran Islam. Al-Qur'an secara berulang kali mendorong manusia untuk menggunakan akal, merenung, dan meneliti alam semesta. Ini bukanlah semata anjuran, melainkan perintah yang menunjukkan bahwa Islam adalah agama yang rasional dan progresif.  Melalui IPTEK, manusia dapat menyingkap rahasia alam, memahami kebesaran Sang Pencipta, dan pada akhirnya, semakin mengukuhkan keimanannya.

Salah satu dalil terpenting yang mendorong semangat ini adalah QS. Ali 'Imran ayat 190-191, yang berbunyi:

es032-1.jpg

Artinya: "Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal, (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri, duduk atau dalam keadaan berbaring, dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): 'Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka.'"

Ayat ini menegaskan bahwa berpikir tentang alam semesta adalah ibadah yang setara dengan zikir. Ia membimbing manusia untuk memahami bahwa alam raya ini tidak diciptakan tanpa tujuan. Sebaliknya, setiap detailnya adalah tanda kebesaran Allah. Hal ini mendorong seorang Muslim untuk terus meneliti dan mengembangkan IPTEK, karena setiap penemuan akan mengantarkannya pada kekaguman yang lebih besar terhadap Sang Pencipta.

Selain itu, QS. Ar-Rahman ayat 33 juga memberikan dorongan kuat untuk menguasai ilmu pengetahuan. Ayat ini berbunyi:

Image failed to load: es032-2.jpg

Artinya: "Wahai golongan jin dan manusia, jika kalian sanggup menembus (melintasi) penjuru langit dan bumi, maka lintasilah! Kalian tidak akan mampu menembusnya melainkan dengan kekuatan (ilmu)."

Ayat ini secara implisit menyatakan bahwa IPTEK adalah "kekuatan" (sultan) yang memungkinkan manusia untuk menembus batas-batas yang tidak terbayangkan. Ini adalah tantangan dan motivasi bagi umat Islam untuk menjadi garda terdepan dalam penguasaan IPTEK, bukan sebagai alat untuk kesombongan, melainkan sebagai sarana untuk membuktikan kebenaran Al-Qur'an dan berkhidmat kepada umat manusia.

Jelaskan hubungan antara berpikir kritis dengan mencintai IPTEK. Mengapa seorang Muslim harus memiliki keduanya secara seimbang untuk menghindari dampak negatif dari kemajuan teknologi?
Переглянути це питання

Image failed to load: tf009-1.jpg

Pernikahan dalam Islam merupakan salah satu bentuk ibadah yang bertujuan membangun keluarga yang sakinah, mawaddah, dan rahmah. Pernikahan tidak hanya menyatukan dua individu, tetapi juga membentuk tanggung jawab bersama dalam membina kehidupan rumah tangga yang harmonis. Oleh karena itu, Islam menetapkan syarat dan rukun pernikahan, seperti adanya calon suami, calon istri, wali, dua orang saksi, serta ijab kabul yang sah.

Dalam kehidupan rumah tangga, suami dan istri memiliki hak dan kewajiban masing-masing. Suami berkewajiban memberikan nafkah lahir dan batin serta melindungi keluarganya, sedangkan istri memiliki kewajiban menjaga kehormatan diri dan mengelola rumah tangga dengan baik. Hubungan yang dilandasi sikap saling menghormati dan komunikasi yang baik akan membantu menjaga keharmonisan keluarga.

Namun, dalam kondisi tertentu, konflik dalam rumah tangga dapat terjadi. Islam memberikan jalan terakhir berupa perceraian apabila kehidupan rumah tangga tidak lagi dapat dipertahankan. Perceraian diperbolehkan tetapi sangat tidak dianjurkan jika masih ada peluang untuk memperbaiki hubungan melalui musyawarah, nasihat keluarga, atau mediasi.

Di masyarakat, perceraian terkadang terjadi karena kurangnya pemahaman tentang hak dan kewajiban dalam pernikahan atau karena keputusan yang diambil secara emosional. Oleh karena itu, umat Islam perlu memahami prinsip-prinsip pernikahan dan perceraian secara bijak serta berpikir kritis dalam menghadapi masalah rumah tangga agar keputusan yang diambil tidak merugikan semua pihak, terutama anak-anak.

Selama syarat dan rukun pernikahan terpenuhi, tanggung jawab suami dan istri dalam rumah tangga tidak lagi memiliki pengaruh terhadap keharmonisan keluarga.

A. Benar

B. Salah
0%
100%
Переглянути це питання

Image failed to load: mc013-1.jpg

Syukur merupakan bentuk keridhaan atau pengakuan terhadap rahmat Allah Swt. dengan setulus hati. Makna lainnya adalah pujian atau pengakuan terhadap segala nikmat Allah Swt. yang dibuktikan dengan kerendahan hati dan ketulusan menerimanya yang diwujudkan melalui ucapan, sikap, dan perilaku.

Mensyukuri nikmat adalah berterima kasih kepada Allah Swt. atas segala nikmat yang telah dianugerahkan kepada kita. Caranya adalah  menggunakan segala nikmat tersebut, sesuai dengan tujuan nikmat itu diberikan. Misalnya nikmat tangan, mata, dan kaki, semuanya digunakan untuk hal-hal yang benar menurut Allah Swt, bukan keinginan nafsu, syahwat, apalagi perbuatan maksiat.

Hanya sayangnya, seringkali kita memahami nikmat itu hanya berupa harta benda, uang, dan fasilitas mewah lainnnya, padahal yang termasuk nikmat adalah hidup sehat, keluarga bahagia, menjalankan shalat secara istiqamah, terhindar dari segala cobaan, terhalang melakukan dosa dan kemaksiatan.

Dari penjelasan mengenai mensyukuri Nikmat terdiri dari 2 kata dasar yakni: Syukur dan Nikmat. Arti 2 suku kata dasar tersebut menurut bahasa adalah...     
0%
0%
100%
0%
0%
Переглянути це питання

Хочете миттєвий доступ до всіх перевірених відповідей на lms.smktarunabhakti.sch.id?

Отримайте необмежений доступ до відповідей на екзаменаційні питання - встановіть розширення Crowdly зараз!

Browser

Додати до Chrome