logo

Crowdly

Browser

Додати до Chrome

Course 1533

Шукаєте відповіді та рішення тестів для Course 1533? Перегляньте нашу велику колекцію перевірених відповідей для Course 1533 в lms.smktarunabhakti.sch.id.

Отримайте миттєвий доступ до точних відповідей та детальних пояснень для питань вашого курсу. Наша платформа, створена спільнотою, допомагає студентам досягати успіху!

tf006-1.jpg

Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) mendorong manusia untuk terus mengamati, meneliti, dan memahami berbagai fenomena alam. Dalam kehidupan modern, manusia memanfaatkan teknologi untuk mempelajari tata surya, perubahan iklim, hingga eksplorasi ruang angkasa. Aktivitas tersebut menunjukkan bahwa rasa ingin tahu dan kemampuan berpikir kritis sangat penting dalam perkembangan peradaban manusia.

Al-Qur'an juga mendorong manusia untuk berpikir dan merenungkan ciptaan Allah. Dalam QS. Ali Imran ayat 190-191, dijelaskan bahwa pada penciptaan langit dan bumi serta pergantian malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang yang berakal. Ayat ini mengajarkan manusia untuk menggunakan akal, melakukan perenungan, dan berpikir kritis terhadap fenomena alam sebagai bentuk keimanan kepada Allah.

Selain itu, QS. Ar-Rahman ayat 33 memberikan dorongan kepada manusia dan jin untuk menjelajahi penjuru langit dan bumi jika mampu melakukannya dengan kekuatan atau ilmu. Ayat ini sering dipahami sebagai motivasi bagi manusia untuk mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi agar mampu memahami alam semesta secara lebih luas.

Dengan demikian, Islam tidak memisahkan antara keimanan dan ilmu pengetahuan. Sikap berpikir kritis, rasa ingin tahu, serta semangat mengembangkan IPTEK dapat menjadi sarana untuk semakin mengenal kebesaran Allah dan memberikan manfaat bagi kehidupan manusia.

Aktivitas penelitian terhadap fenomena alam dapat menjadi bentuk implementasi dari perintah berpikir dalam QS. Ali Imran ayat 190-191.

A. Benar

B. Salah
100%
0%
Переглянути це питання

mc020-1.jpg

Rukun dan syarat nikah adalah dua komponen fundamental yang tidak bisa dipisahkan dalam pernikahan Islam. Rukun adalah hal-hal pokok yang harus ada dan terpenuhi saat akad nikah dilangsungkan, seperti adanya calon suami, calon istri, wali, dua orang saksi, dan ijab kabul. Tanpa salah satu dari rukun ini, pernikahan dianggap tidak sah. Sementara itu, syarat nikah adalah ketentuan-ketentuan yang harus dipenuhi oleh setiap rukun agar pernikahan menjadi sah. Contohnya, syarat bagi calon suami adalah beragama Islam dan bukan mahram bagi calon istri.

Pentingnya pemahaman terhadap rukun dan syarat nikah ini ditegaskan dalam berbagai dalil, baik dari Al-Qur'an maupun Hadis. Salah satu hadis yang sering dijadikan landasan adalah sabda Rasulullah :

mc020-2.jpg

Artinya: "Tidak sah suatu pernikahan tanpa wali dan dua saksi yang adil."

Hadis ini secara tegas menunjukkan bahwa keberadaan wali dan saksi bukanlah pilihan, melainkan keharusan. Tujuannya adalah untuk menjaga kemuliaan pernikahan, melindungi hak-hak perempuan, dan mencegah pernikahan yang tidak sah atau merugikan. Pernikahan yang tidak memenuhi rukun dan syaratnya akan berakibat pada ketidakabsahan status pernikahan, yang pada gilirannya bisa menimbulkan masalah sosial dan hukum, seperti masalah nasab anak dan hak waris.

Materi ini sangat relevan bagi siswa SMK, karena mereka akan segera memasuki fase di mana pernikahan menjadi pilihan hidup yang konkret. Pemahaman yang benar tentang rukun dan syarat nikah akan membekali mereka dengan pengetahuan untuk membuat keputusan yang bijak. Mereka akan sadar bahwa pernikahan bukan hanya soal cinta, tetapi juga tentang ketaatan pada syariat dan tanggung jawab.

Dengan demikian, siswa dapat membedakan antara pernikahan yang sah dan tidak sah, serta memahami konsekuensi dari masing-masing. Ini adalah fondasi penting untuk membentuk generasi yang berakhlak mulia, bertanggung jawab, dan mampu membangun keluarga yang harmonis sesuai ajaran Islam.

Apa perbedaan mendasar antara Rukun Nikah dan Syarat Nikah?
0%
0%
0%
0%
100%
Переглянути це питання

mr026-1.jpg

Memasuki era revolusi industri 4.0, siswa SMK dituntut untuk tidak hanya menguasai keterampilan teknis, tetapi juga memiliki pola pikir yang maju, salah satunya adalah berpikir kritis. Kemampuan ini memungkinkan mereka untuk tidak menerima informasi mentah-mentah, melainkan menganalisis, mengevaluasi, dan menciptakan solusi. Dalam Islam, berpikir kritis bukanlah hal baru. Al-Qur'an dan hadis justru mendorong umatnya untuk menjadi individu yang memiliki akal sehat, selalu merenungi ciptaan Allah, dan terus mencari ilmu.

Semangat untuk mencintai IPTEK (Ilmu Pengetahuan dan Teknologi) juga merupakan bagian integral dari ajaran Islam. Allah SWT secara eksplisit mendorong manusia untuk menembus batas-batas alam semesta dengan kekuatan ilmu dan pengetahuan. Dalil yang paling sering dikutip adalah firman Allah dalam Surah Ar-Rahman ayat 33:

mr026-2.jpg

Artinya: "Wahai golongan jin dan manusia, jika kalian sanggup menembus (melintasi) penjuru langit dan bumi, maka lintasilah! Kalian tidak akan mampu menembusnya melainkan dengan kekuatan (ilmu)."

Ayat ini secara gamblang menegaskan bahwa IPTEK adalah alat yang diberikan Allah untuk membuka tabir alam semesta dan menyingkap rahasia-rahasia-Nya. Ayat ini tidak hanya memotivasi, tetapi juga menunjukkan bahwa kemajuan peradaban yang didasarkan pada ilmu pengetahuan adalah bagian dari perintah Ilahi.

Dengan demikian, semangat mencintai IPTEK dan berpikir kritis bukanlah sekadar anjuran, melainkan perintah agama yang sangat esensial. Keduanya merupakan kunci untuk mencapai kemajuan peradaban, baik secara material maupun spiritual. Bagi siswa SMK, hal ini sangat relevan. Mereka tidak hanya didorong untuk menguasai keterampilan teknis, tetapi juga harus memiliki landasan spiritual dan mental yang kuat untuk terus berinovasi dan berkontribusi.

Menurut QS. Ar-Rahman ayat 33, manusia tidak akan mampu menembus batas-batas langit dan bumi tanpa... (Pilih 2 jawaban yang benar)
0%
100%
0%
100%
0%
Переглянути це питання

mr025-1.jpg

Perceraian, atau talak, dalam Islam adalah jalan terakhir yang dibolehkan untuk mengakhiri ikatan pernikahan. Meskipun dibolehkan, Islam memandang perceraian sebagai perbuatan yang sangat dibenci oleh Allah SWT.  Hal ini menunjukkan bahwa keharmonisan rumah tangga adalah tujuan utama, dan perceraian hanya boleh terjadi ketika semua upaya untuk memperbaiki hubungan telah gagal. Perceraian memiliki konsekuensi serius, baik bagi pasangan itu sendiri maupun bagi anak-anak yang terlibat.

Salah satu dalil yang paling sering dijadikan rujukan tentang perceraian adalah hadis Rasulullah SAW yang berbunyi:

mr025-2.jpg

Artinya: "Perbuatan halal yang paling dibenci oleh Allah adalah perceraian."

Hadis ini secara tegas memberikan peringatan bahwa meskipun perceraian bukanlah perbuatan haram, ia bukanlah pilihan yang baik. Oleh karena itu, syariat Islam menetapkan prosedur yang ketat dan kompleks untuk perceraian, termasuk masa tunggu (iddah) dan hak-hak yang harus dipenuhi, seperti nafkah. Tujuannya adalah untuk memberikan waktu bagi pasangan untuk berpikir ulang, atau setidaknya, memastikan hak-hak perempuan dan anak-anak terpenuhi.

Pemahaman tentang perceraian sangat penting bagi siswa SMK. Mereka perlu menyadari bahwa pernikahan adalah komitmen seumur hidup yang tidak boleh dianggap enteng. Mereka juga harus memahami konsekuensi dari perceraian, baik dari segi hukum maupun sosial, agar dapat membuat keputusan yang bijak di masa depan. Mempelajari talak tidak hanya mengajarkan tentang perpisahan, tetapi juga tentang tanggung jawab, kesabaran, dan pentingnya menjaga keutuhan keluarga.

Materi ini memberikan wawasan mendalam tentang bagaimana Islam memandang rumah tangga sebagai fondasi masyarakat. Dengan memahami aturan perceraian, siswa dapat lebih menghargai pentingnya membangun keluarga yang kokoh dan harmonis. Ini juga melatih mereka untuk berpikir secara kritis tentang isu-isu sosial dan hukum yang berkaitan dengan keluarga, serta mendorong mereka untuk mencari solusi damai dalam setiap masalah.

Seorang suami mengancam akan mentalak istrinya setiap kali mereka bertengkar. Apa yang dapat ditarik dari tindakan ini dalam pandangan Islam? (Pilih 2 jawaban yang benar)
100%
0%
0%
100%
0%
Переглянути це питання

tf010-1.jpg

Pernikahan dalam Islam merupakan salah satu bentuk ibadah yang bertujuan membangun keluarga yang sakinah, mawaddah, dan rahmah. Pernikahan tidak hanya menyatukan dua individu, tetapi juga membentuk tanggung jawab bersama dalam membina kehidupan rumah tangga yang harmonis. Oleh karena itu, Islam menetapkan syarat dan rukun pernikahan, seperti adanya calon suami, calon istri, wali, dua orang saksi, serta ijab kabul yang sah.

Dalam kehidupan rumah tangga, suami dan istri memiliki hak dan kewajiban masing-masing. Suami berkewajiban memberikan nafkah lahir dan batin serta melindungi keluarganya, sedangkan istri memiliki kewajiban menjaga kehormatan diri dan mengelola rumah tangga dengan baik. Hubungan yang dilandasi sikap saling menghormati dan komunikasi yang baik akan membantu menjaga keharmonisan keluarga.

Namun, dalam kondisi tertentu, konflik dalam rumah tangga dapat terjadi. Islam memberikan jalan terakhir berupa perceraian apabila kehidupan rumah tangga tidak lagi dapat dipertahankan. Perceraian diperbolehkan tetapi sangat tidak dianjurkan jika masih ada peluang untuk memperbaiki hubungan melalui musyawarah, nasihat keluarga, atau mediasi.

Di masyarakat, perceraian terkadang terjadi karena kurangnya pemahaman tentang hak dan kewajiban dalam pernikahan atau karena keputusan yang diambil secara emosional. Oleh karena itu, umat Islam perlu memahami prinsip-prinsip pernikahan dan perceraian secara bijak serta berpikir kritis dalam menghadapi masalah rumah tangga agar keputusan yang diambil tidak merugikan semua pihak, terutama anak-anak.

Berdasarkan stimulus, kurangnya pemahaman tentang hak dan kewajiban dalam pernikahan dapat menjadi salah satu penyebab perceraian.

A. Benar

B. Salah
100%
0%
Переглянути це питання

mr023-1.jpg

Di sekolah, terdapat siswa dari berbagai daerah dengan bahasa dan kebiasaan yang berbeda. Awalnya, sebagian siswa sering mengejek temannya yang menggunakan logat daerah. Hal ini menimbulkan perasaan tersinggung dan membuat suasana belajar tidak nyaman.

Guru kemudian memberikan pemahaman tentang pentingnya menjaga martabat manusia. Ia menekankan bahwa Islam mengajarkan penghormatan terhadap perbedaan, termasuk bahasa dan budaya. Menghina orang lain dilarang karena dapat melukai hati dan merusak hubungan.

Setelah diberikan arahan, siswa mulai memahami pentingnya toleransi. Mereka belajar untuk saling menghargai perbedaan dan tidak menjadikan perbedaan sebagai bahan ejekan. Akhirnya, suasana sekolah menjadi lebih rukun dan nyaman untuk belajar.

Hal ini menunjukkan bahwa pendidikan tentang toleransi sangat penting dalam menjaga keharmonisan serta mencegah terjadinya konflik di lingkungan sekolah.

Berdasarkan cerita di atas, sikap yang sebaiknya ditumbuhkan pada siswa tersebut adalah…
0%
100%
0%
100%
0%
Переглянути це питання

mc017-1.jpg

Dalam ajaran Islam, hukum waris atau yang dikenal sebagai faraidh adalah salah satu topik yang paling detail dan memiliki aturan yang sangat jelas. Aturan ini tidak dibuat sembarangan, melainkan untuk memastikan keadilan bagi setiap ahli waris.  Pembagian harta waris bertujuan untuk mencegah sengketa di antara keluarga, menjaga silaturahim, dan memastikan bahwa hak setiap individu, baik laki-laki maupun perempuan, terpenuhi sesuai porsinya. Faraidh merupakan bagian dari syariat yang memiliki dasar kuat dalam Al-Qur'an dan hadis Nabi Muhammad SAW.

Prinsip dasar dalam pembagian waris adalah memastikan harta dibagikan secara adil berdasarkan hubungan kekerabatan. Ada ahli waris yang mendapatkan bagian tetap (disebut ashabul furudh) seperti anak perempuan, istri, dan ibu. Ada pula ahli waris yang mendapatkan sisa harta (ashabah), seperti anak laki-laki. Perhitungan ini seringkali terlihat rumit, namun sesungguhnya sistem ini sangat logis dan matematis. Ini menunjukkan betapa Islam sangat menjunjung tinggi keadilan, bahkan dalam urusan harta sepeninggal seseorang.

Mempelajari faraidh bukan hanya tentang menghitung angka, tetapi juga tentang memahami hikmah di baliknya. Salah satu hikmah terbesar adalah bahwa harta bukanlah milik abadi manusia, melainkan titipan dari Allah SWT. Dengan membagikannya secara adil sesuai ketentuan, seorang Muslim menunjukkan kepatuhan totalnya kepada Sang Pencipta. Hal ini juga menjadi pengingat bahwa keharmonisan keluarga lebih berharga daripada harta benda.

Materi faraidh menjadi relevan bagi siswa SMK, terutama yang mengambil jurusan akuntansi atau keuangan. Mereka tidak hanya belajar menghitung, tetapi juga menerapkan ilmu hitung mereka dalam konteks syariat. Dengan memahami faraidh, mereka dapat membantu masyarakat dalam menyelesaikan masalah waris secara adil dan Islami, mencegah konflik, serta menjadi agen kebaikan di tengah keluarga dan masyarakat.

Seorang suami meninggal dan meninggalkan harta warisan. Ahli warisnya adalah seorang istri, dua anak laki-laki, dan ayah. Bagaimana pembagian warisan yang paling tepat?
0%
0%
0%
100%
0%
Переглянути це питання

tf009-1.jpg

Pernikahan dalam Islam merupakan salah satu bentuk ibadah yang bertujuan membangun keluarga yang sakinah, mawaddah, dan rahmah. Pernikahan tidak hanya menyatukan dua individu, tetapi juga membentuk tanggung jawab bersama dalam membina kehidupan rumah tangga yang harmonis. Oleh karena itu, Islam menetapkan syarat dan rukun pernikahan, seperti adanya calon suami, calon istri, wali, dua orang saksi, serta ijab kabul yang sah.

Dalam kehidupan rumah tangga, suami dan istri memiliki hak dan kewajiban masing-masing. Suami berkewajiban memberikan nafkah lahir dan batin serta melindungi keluarganya, sedangkan istri memiliki kewajiban menjaga kehormatan diri dan mengelola rumah tangga dengan baik. Hubungan yang dilandasi sikap saling menghormati dan komunikasi yang baik akan membantu menjaga keharmonisan keluarga.

Namun, dalam kondisi tertentu, konflik dalam rumah tangga dapat terjadi. Islam memberikan jalan terakhir berupa perceraian apabila kehidupan rumah tangga tidak lagi dapat dipertahankan. Perceraian diperbolehkan tetapi sangat tidak dianjurkan jika masih ada peluang untuk memperbaiki hubungan melalui musyawarah, nasihat keluarga, atau mediasi.

Di masyarakat, perceraian terkadang terjadi karena kurangnya pemahaman tentang hak dan kewajiban dalam pernikahan atau karena keputusan yang diambil secara emosional. Oleh karena itu, umat Islam perlu memahami prinsip-prinsip pernikahan dan perceraian secara bijak serta berpikir kritis dalam menghadapi masalah rumah tangga agar keputusan yang diambil tidak merugikan semua pihak, terutama anak-anak.

Selama syarat dan rukun pernikahan terpenuhi, tanggung jawab suami dan istri dalam rumah tangga tidak lagi memiliki pengaruh terhadap keharmonisan keluarga.

A. Benar

B. Salah
0%
100%
Переглянути це питання

mc020-1.jpg

Rukun dan syarat nikah adalah dua komponen fundamental yang tidak bisa dipisahkan dalam pernikahan Islam. Rukun adalah hal-hal pokok yang harus ada dan terpenuhi saat akad nikah dilangsungkan, seperti adanya calon suami, calon istri, wali, dua orang saksi, dan ijab kabul. Tanpa salah satu dari rukun ini, pernikahan dianggap tidak sah. Sementara itu, syarat nikah adalah ketentuan-ketentuan yang harus dipenuhi oleh setiap rukun agar pernikahan menjadi sah. Contohnya, syarat bagi calon suami adalah beragama Islam dan bukan mahram bagi calon istri.

Pentingnya pemahaman terhadap rukun dan syarat nikah ini ditegaskan dalam berbagai dalil, baik dari Al-Qur'an maupun Hadis. Salah satu hadis yang sering dijadikan landasan adalah sabda Rasulullah :

mc020-2.jpg

Artinya: "Tidak sah suatu pernikahan tanpa wali dan dua saksi yang adil."

Hadis ini secara tegas menunjukkan bahwa keberadaan wali dan saksi bukanlah pilihan, melainkan keharusan. Tujuannya adalah untuk menjaga kemuliaan pernikahan, melindungi hak-hak perempuan, dan mencegah pernikahan yang tidak sah atau merugikan. Pernikahan yang tidak memenuhi rukun dan syaratnya akan berakibat pada ketidakabsahan status pernikahan, yang pada gilirannya bisa menimbulkan masalah sosial dan hukum, seperti masalah nasab anak dan hak waris.

Materi ini sangat relevan bagi siswa SMK, karena mereka akan segera memasuki fase di mana pernikahan menjadi pilihan hidup yang konkret. Pemahaman yang benar tentang rukun dan syarat nikah akan membekali mereka dengan pengetahuan untuk membuat keputusan yang bijak. Mereka akan sadar bahwa pernikahan bukan hanya soal cinta, tetapi juga tentang ketaatan pada syariat dan tanggung jawab.

Dengan demikian, siswa dapat membedakan antara pernikahan yang sah dan tidak sah, serta memahami konsekuensi dari masing-masing. Ini adalah fondasi penting untuk membentuk generasi yang berakhlak mulia, bertanggung jawab, dan mampu membangun keluarga yang harmonis sesuai ajaran Islam.

Apa perbedaan mendasar antara Rukun Nikah dan Syarat Nikah?
0%
0%
0%
0%
100%
Переглянути це питання

mc018-1.jpg

Pemahaman mendalam tentang hukum waris dalam Islam atau faraidh sangat krusial untuk menegakkan keadilan di antara ahli waris. Islam telah menetapkan aturan yang rinci mengenai siapa saja yang berhak menerima warisan dan seberapa besar bagiannya. Tujuan utama dari aturan ini adalah untuk mencegah sengketa, menjaga keharmonisan keluarga, dan memastikan setiap individu mendapatkan haknya secara adil. Oleh karena itu, hukum waris harus dipelajari dan dipahami secara benar, tidak hanya sebagai teori, tetapi juga sebagai pedoman praktis dalam kehidupan.

Syarat-syarat agar seseorang dapat menjadi ahli waris meliputi beberapa hal pokok. Pertama, hidup saat pewaris meninggal dunia. Ini adalah syarat mutlak, karena orang yang telah meninggal tidak dapat mewarisi. Kedua, adanya hubungan kekerabatan yang sah, baik melalui nasab (garis keturunan), pernikahan (suami atau istri), maupun perbudakan (jika ada, meskipun tidak relevan lagi).  Ketiga, tidak adanya penghalang atau sebab-sebab yang menggugurkan hak warisnya. Syarat-syarat ini menjadi filter penting untuk memastikan hanya pihak yang berhaklah yang menerima warisan.

Di sisi lain, terdapat beberapa penghalang (mawani') yang dapat menggugurkan hak seseorang untuk menerima warisan, meskipun ia memiliki hubungan kekerabatan dengan pewaris. Penghalang utama yang disepakati oleh mayoritas ulama adalah pembunuhan, di mana ahli waris membunuh pewarisnya dengan sengaja dan tanpa alasan yang dibenarkan. Hal ini untuk mencegah orang-orang yang berbuat jahat demi mendapatkan harta. Penghalang lainnya adalah perbedaan agama, di mana seorang Muslim tidak dapat mewarisi harta dari non-Muslim, begitu juga sebaliknya.

Materi ini sangat relevan bagi siswa SMK, terutama yang mengambil jurusan yang berkaitan dengan hukum atau keuangan. Dengan memahami syarat-syarat dan penghalang waris, mereka tidak hanya akan menguasai teori, tetapi juga dapat menerapkan ilmu ini dalam kehidupan nyata. Pemahaman ini akan membantu mereka menjadi individu yang bertanggung jawab dan mampu menyelesaikan masalah waris di masyarakat dengan berlandaskan pada syariat Islam.

Seorang anak perempuan yang sah dapat mewarisi dari ayahnya, sementara anak angkat tidak. Mengapa Islam membedakan hal tersebut?
0%
0%
0%
100%
0%
Переглянути це питання

Хочете миттєвий доступ до всіх перевірених відповідей на lms.smktarunabhakti.sch.id?

Отримайте необмежений доступ до відповідей на екзаменаційні питання - встановіть розширення Crowdly зараз!

Browser

Додати до Chrome