logo

Crowdly

Browser

Додати до Chrome

Kejuruan

Шукаєте відповіді та рішення тестів для Kejuruan? Перегляньте нашу велику колекцію перевірених відповідей для Kejuruan в lms.smktarunabhakti.sch.id.

Отримайте миттєвий доступ до точних відповідей та детальних пояснень для питань вашого курсу. Наша платформа, створена спільнотою, допомагає студентам досягати успіху!

mc019-1.jpg

Seorang Network Administrator di SMK Merdeka sedang merancang skema pengalamatan IP untuk gedung baru. Gedung tersebut memiliki tiga ruangan utama: Ruang Guru (25 komputer), Ruang Kelas (60 komputer), dan Ruang Server (10 komputer). Administrator ingin menggunakan teknik VLSM (Variable Length Subnet Mask) agar penggunaan alamat IP efisien.

Penggunaan alamat IP yang statis atau tanpa perhitungan subnetting seringkali membuang banyak jatah IP yang seharusnya bisa digunakan untuk pengembangan di masa depan. Misalnya, jika memberikan subnet /24 untuk setiap ruangan, maka akan ada ratusan IP yang tidak terpakai. Oleh karena itu, pemilihan prefix yang tepat sesuai jumlah host sangatlah krusial.

Dalam perencanaan ini, Ruang Kelas yang memiliki jumlah komputer terbanyak menjadi prioritas utama untuk ditentukan blok IP-nya. Setelah itu, sisa alamat IP akan dialokasikan untuk Ruang Guru, dan terakhir untuk Ruang Server. Dengan teknik ini, seluruh perangkat tetap berada dalam jangkauan manajemen yang sama namun terbagi secara logis ke dalam blok-blok kecil.

Namun, administrator harus berhati-hati dalam menentukan 'Network Address' dan 'Broadcast Address' di setiap blok. Kesalahan dalam menentukan batas antar subnet akan menyebabkan konflik IP atau perangkat tidak bisa saling berkomunikasi. Administrator juga harus menyisakan beberapa alamat cadangan untuk perangkat tambahan seperti printer atau Access Point di setiap ruangan.

Jika Administrator menggunakan network utama 192.168.10.0/24, manakah prefix yang paling efisien untuk alokasi IP di Ruang Kelas (60 komputer)?

0%
0%
0%
0%
100%
Переглянути це питання
tf006-1.jpg

Seorang teknisi Fiber Optic sedang melakukan perbaikan jalur kabel yang putus akibat terkena alat berat saat penggalian jalan. Ia menggunakan alat Fusion Splicer untuk menyambung kembali serat kaca tersebut. Sebelum disambung, jaket pelindung kabel dikupas dan core kaca dibersihkan menggunakan alkohol 90%.

Proses penyambungan harus dilakukan di tempat yang bersih dan minim angin. Debu yang menempel pada core saat proses pelelehan oleh busur api listrik akan terperangkap di dalam sambungan. Hal ini akan menyebabkan hambatan bagi jalannya cahaya, yang dalam laporan alat OPM akan terbaca sebagai nilai loss yang tinggi.

Setelah penyambungan selesai, bagian sambungan yang rapuh harus dilindungi dengan 'Protection Sleeve' atau selongsong pelindung. Selongsong ini kemudian dipanaskan agar mengerut dan menjepit core dengan kuat. Tanpa pelindung ini, serat kaca yang tipis akan sangat mudah patah jika terkena sedikit tarikan atau getaran.

Berdasarkan teks di atas, tentukan apakah pernyataan berikut Benar atau Salah:

'Kotoran atau debu pada ujung serat kaca saat proses penyambungan (splicing) dapat menyebabkan penurunan kualitas sinyal data (loss).'
100%
0%
Переглянути це питання
mc017-1.jpg

Perusahaan 'SecureData' baru saja mengalami serangan siber berupa DDoS (Distributed Denial of Service) yang menyebabkan situs web mereka tidak bisa diakses selama 5 jam. Penyerang membanjiri server dengan jutaan paket data palsu dari berbagai penjuru dunia secara bersamaan. Hal ini menyebabkan CPU server mencapai beban 100% dan tidak mampu melayani pengguna asli.

Setelah kejadian tersebut, tim ahli menyarankan pemasangan sistem keamanan berlapis. Salah satu yang paling penting adalah Firewall yang dilengkapi fitur IPS (Intrusion Prevention System). IPS bekerja dengan cara menganalisis setiap paket data yang masuk dan membandingkannya dengan pola serangan (signature) yang sudah diketahui, lalu memblokirnya secara otomatis jika terdeteksi berbahaya.

Selain itu, tim IT juga menerapkan segmentasi jaringan menggunakan DMZ (Demilitarized Zone). Dengan DMZ, server web yang terbuka untuk publik diletakkan di area terpisah dari database internal perusahaan. Jika server web berhasil ditembus oleh peretas, mereka tidak akan bisa langsung masuk ke jaringan utama yang berisi data rahasia pelanggan.

Namun, tantangan dalam mengelola sistem keamanan ini adalah 'false positive', yaitu kondisi di mana trafik legal dianggap sebagai serangan oleh sistem. Administrator harus rajin melakukan pembaruan basis data serangan dan melakukan tuning (penyesuaian) kebijakan firewall agar performa jaringan tetap cepat namun tetap terjaga keamanannya dari ancaman luar.

Apa peran utama dari DMZ (Demilitarized Zone) dalam strategi keamanan yang dijelaskan di atas?

0%
0%
100%
0%
0%
Переглянути це питання
tf009-1.jpg

Dalam sebuah jaringan VLAN (Virtual LAN), sebuah switch fisik dapat dibagi-bagi menjadi beberapa jaringan logis yang berbeda. Misalnya, port 1-5 dialokasikan untuk VLAN Guru, dan port 6-10 untuk VLAN Siswa. Perangkat di VLAN Guru tidak akan bisa berkomunikasi dengan VLAN Siswa secara langsung meskipun berada di switch yang sama.

Segmentasi ini sangat berguna untuk menjaga keamanan dan mengurangi trafik broadcast yang berlebihan. Jika terjadi serangan virus di VLAN Siswa, virus tersebut tidak akan dengan mudah menyebar ke komputer di VLAN Guru karena secara logika mereka berada di jaringan yang berbeda.

Agar komputer antar VLAN dapat saling berkomunikasi jika dibutuhkan, diperlukan perangkat Layer 3 seperti Router atau Switch Layer 3. Proses ini disebut 'Inter-VLAN Routing'. Tanpa adanya perangkat Layer 3, fungsi VLAN akan benar-benar mengisolasi satu kelompok port dari kelompok port lainnya secara total.

Berdasarkan teks di atas, tentukan apakah pernyataan berikut Benar atau Salah:

'Tanpa menggunakan Router atau Switch Layer 3, komputer yang berada di VLAN Siswa tidak akan bisa mengirimkan data ke komputer di VLAN Guru meskipun keduanya menancap pada satu unit switch fisik yang sama.'
100%
0%
Переглянути це питання
mc016-1.jpg

Sebuah lab komputer di SMK sering mengalami gangguan berupa 'network loop'. Hal ini terjadi ketika ada siswa yang iseng mencolokkan kedua ujung kabel LAN ke port switch yang sama. Akibatnya, paket broadcast akan terus berputar di dalam switch tanpa henti, menyebabkan trafik jaringan macet total dan switch menjadi hang.

Secara teknis, fenomena ini menghabiskan seluruh sumber daya switch dalam waktu singkat karena setiap paket yang masuk akan digandakan dan dikirim kembali ke seluruh port. Dalam skala besar, hal ini dapat melumpuhkan seluruh jaringan sekolah. Administrator jaringan harus memiliki solusi otomatis untuk mendeteksi dan memutus port yang menyebabkan loop tersebut.

Protokol standar yang digunakan untuk mengatasi masalah ini adalah STP (Spanning Tree Protocol). STP secara cerdas akan memetakan topologi jaringan dan menonaktifkan jalur cadangan yang berpotensi menyebabkan loop. Jika salah satu jalur utama putus, STP akan otomatis mengaktifkan kembali jalur cadangan tersebut sehingga koneksi tetap berjalan tanpa ada putaran paket yang tak berujung.

Meski sangat berguna, konfigurasi STP yang salah dapat menyebabkan waktu konvergensi (pemulihan jalur) menjadi lama. Oleh karena itu, teknisi biasanya menggunakan fitur seperti 'Rapid STP' untuk mempercepat proses deteksi. Pemahaman tentang cara kerja bridge ID dan prioritas port juga sangat diperlukan untuk menentukan switch mana yang bertindak sebagai pusat (root bridge) dalam jaringan.

Berdasarkan teks, apa dampak fisik yang paling terlihat pada switch saat terjadi network loop?

0%
0%
0%
100%
0%
Переглянути це питання
mc015-1.jpg

Manajemen PT. Dirgantara ingin menghubungkan dua kantor cabang yang berada di kota yang berbeda melalui jaringan internet publik. Namun, mereka khawatir data perusahaan yang bersifat rahasia dapat disadap oleh pihak ketiga atau ISP. Dibutuhkan teknologi yang dapat mengenkripsi seluruh komunikasi data seolah-olah kedua kantor berada dalam satu jaringan lokal.

Teknologi VPN (Virtual Private Network) dengan protokol IPsec atau OpenVPN menjadi solusi yang paling umum digunakan. VPN menciptakan sebuah 'tunnel' atau terowongan virtual di atas jaringan internet. Setiap paket data yang melewati terowongan ini akan dibungkus dengan enkripsi kuat yang hanya bisa dibuka oleh perangkat di sisi pengirim dan penerima.

Dengan penerapan Site-to-Site VPN, karyawan di kantor cabang dapat mengakses server pusat di kantor pusat seolah-olah mereka terhubung langsung menggunakan kabel LAN. Hal ini sangat meningkatkan produktivitas karena berbagi file dan akses database menjadi lebih mudah. Keamanan juga tetap terjaga karena pihak luar hanya akan melihat trafik acak yang tidak bisa dibaca tanpa kunci dekripsi.

Namun, penggunaan VPN memiliki konsekuensi pada performa jaringan. Proses enkripsi dan dekripsi membutuhkan sumber daya CPU yang cukup besar pada router. Selain itu, ada tambahan beban data (overhead) pada setiap paket yang dikirimkan, sehingga kecepatan internet mungkin akan sedikit menurun dibandingkan koneksi langsung tanpa VPN.

Mengapa perusahaan lebih memilih menggunakan VPN daripada mengirim data secara langsung melalui internet publik?

0%
0%
0%
0%
100%
Переглянути це питання
mc011-1.jpg

Seorang teknisi jaringan melakukan instalasi sistem operasi server. Setelah instalasi selesai, ia harus melakukan pengujian konektivitas dasar. Ia mencoba melakukan perintah 'ping' dari komputer client ke alamat IP server. Hasil yang didapatkan adalah 'Reply from 192.168.1.1: bytes=32 time<1ms TTL=64'.

Balasan 'Reply' tersebut menandakan bahwa jalur fisik dan logika antara client dan server sudah terhubung dengan baik. Nilai 'time<1ms' menunjukkan latency yang sangat rendah, yang berarti respons server sangat cepat. Sedangkan 'TTL' (Time to Live) adalah nilai yang akan berkurang setiap kali paket data melewati sebuah router, berfungsi untuk mencegah paket berputar selamanya di internet.

Namun, keesokan harinya, teknisi mencoba melakukan ping kembali dan mendapatkan hasil 'Request Timed Out' (RTO). Ia menduga ada masalah pada kabel atau firewall di server baru saja diaktifkan. Firewall seringkali dikonfigurasi secara default untuk memblokir paket ICMP (paket yang digunakan oleh perintah ping) sebagai langkah keamanan agar server tidak mudah dideteksi oleh pemindai jaringan.

Untuk memastikan apakah layanan web di server tersebut tetap berjalan, teknisi mencoba mengakses alamat IP server melalui web browser. Ternyata, halaman web tampil dengan normal. Hal ini membuktikan bahwa meskipun perintah 'ping' gagal (RTO), layanan aplikasi (HTTP/HTTPS) di server tersebut sebenarnya masih aktif dan bisa diakses oleh pengguna.

Mengapa perintah 'ping' bisa menghasilkan 'Request Timed Out' padahal layanan web server sebenarnya masih aktif?
0%
0%
0%
100%
0%
Переглянути це питання
mc013-1.jpg

Seorang teknisi jaringan diminta untuk memasang server baru di sebuah perusahaan. Ia harus memilih antara menggunakan sistem operasi Windows Server atau Linux (seperti Ubuntu Server atau CentOS). Pihak manajemen menginginkan server yang stabil, aman, dan memiliki biaya operasional yang rendah karena anggaran perusahaan sedang dipangkas.

Linux sering menjadi pilihan utama untuk server karena sifatnya yang 'Open Source', yang berarti sistem operasi tersebut dapat digunakan secara gratis tanpa biaya lisensi tahunan. Selain itu, Linux dikenal sangat efisien dalam penggunaan sumber daya hardware. Sebuah server Linux dapat berjalan lancar selama bertahun-tahun tanpa perlu di-restart (reboot), asalkan konfigurasinya dilakukan dengan benar.

Di sisi lain, Windows Server menawarkan kemudahan manajemen melalui antarmuka grafis (GUI) yang familiar bagi banyak orang. Namun, Windows Server memerlukan spesifikasi hardware yang lebih tinggi untuk menjalankan tampilan grafis tersebut. Biaya lisensinya pun cukup mahal, yang mungkin tidak sesuai dengan instruksi efisiensi anggaran dari manajemen perusahaan tersebut.

Dari sisi keamanan, Linux memiliki komunitas global yang sangat aktif dalam merilis perbaikan (patch) keamanan jika ditemukan celah. Namun, Linux memerlukan pemahaman perintah berbasis teks (Command Line Interface) yang lebih mendalam dari sisi teknisi. Jika teknisi tidak terbiasa dengan CLI, proses konfigurasi mungkin akan memakan waktu lebih lama dibandingkan menggunakan GUI.

Manakah pilihan yang paling sesuai dengan instruksi manajemen untuk efisiensi anggaran dan stabilitas tinggi?

.
100%
0%
0%
0%
0%
Переглянути це питання
mc014-1.jpg

Pemerintah sedang gencar mensosialisasikan penggunaan IPv6 sebagai pengganti IPv4 yang jumlah alamatnya semakin menipis. IPv4 hanya memiliki panjang 32-bit yang mampu menyediakan sekitar 4,3 miliar alamat IP unik di seluruh dunia. Dengan pertumbuhan perangkat IoT (Internet of Things) yang sangat masif, jumlah tersebut tidak lagi mencukupi kebutuhan global.

Sebagai perbandingan, IPv6 menggunakan format 128-bit yang ditulis dalam angka heksadesimal. Jumlah alamat yang disediakan oleh IPv6 sangatlah besar, mencapai triliunan alamat untuk setiap orang di bumi. Hal ini memungkinkan setiap perangkat elektronik, mulai dari lampu pintar hingga mobil listrik, memiliki alamat IP publik sendiri tanpa perlu menggunakan teknik NAT (Network Address Translation).

Selain kapasitas alamat yang luas, IPv6 juga dirancang dengan fitur keamanan IPsec yang sudah terintegrasi secara bawaan. Proses perutean (routing) pada IPv6 juga diklaim lebih efisien karena struktur header paketnya lebih sederhana dibandingkan IPv4. Ini berarti router dapat memproses paket data dengan lebih cepat, yang berpotensi menurunkan latency dalam komunikasi data.

Meski memiliki banyak keunggulan, transisi dari IPv4 ke IPv6 tidaklah mudah. Banyak perangkat lama (legacy) yang belum mendukung IPv6. Oleh karena itu, teknisi sering menerapkan metode 'Dual Stack', di mana perangkat menjalankan kedua protokol secara bersamaan, atau menggunakan metode 'Tunneling' agar trafik IPv6 dapat melewati jaringan yang masih berbasis IPv4.

Berdasarkan teks, apa alasan utama dunia harus beralih dari IPv4 ke IPv6?

0%
0%
0%
100%
0%
Переглянути це питання
tf001-1.jpg

Sebuah startup teknologi baru saja menyewa kantor di gedung tua. Mereka menemukan bahwa kabel jaringan yang terpasang adalah jenis UTP Cat5 lama yang hanya mendukung kecepatan hingga 100 Mbps. Manajemen ingin meningkatkan kecepatan internal menjadi 1 Gbps untuk mendukung transfer data video beresolusi tinggi antar tim kreatif.

Teknisi menyarankan untuk mengganti seluruh kabel menjadi Cat6. Kabel Cat6 dirancang dengan struktur internal yang lebih baik, termasuk adanya pemisah (separator) antar pasangan kabel untuk mengurangi 'crosstalk' atau kebocoran sinyal antar kabel. Hal ini memungkinkan transmisi data yang lebih stabil pada frekuensi yang lebih tinggi.

Namun, biaya penggantian kabel cukup besar karena harus membongkar jalur kabel di dalam dinding. Ada usulan untuk hanya mengganti ujung konektornya saja menjadi konektor kualitas tinggi tanpa mengganti kabelnya. Teknisi menegaskan bahwa kecepatan Gigabit tidak akan tercapai secara maksimal jika media transmisinya (kabel) tidak mendukung standar frekuensi tersebut.

Berdasarkan teks di atas, tentukan apakah pernyataan berikut Benar atau Salah:

'Mengganti konektor RJ-45 ke kualitas yang lebih baik pada kabel Cat5 lama sudah cukup untuk meningkatkan kecepatan jaringan dari 100 Mbps menjadi 1 Gbps secara stabil.'
100%
0%
Переглянути це питання

Хочете миттєвий доступ до всіх перевірених відповідей на lms.smktarunabhakti.sch.id?

Отримайте необмежений доступ до відповідей на екзаменаційні питання - встановіть розширення Crowdly зараз!

Browser

Додати до Chrome