logo

Crowdly

Browser

Додати до Chrome

Kejuruan

Шукаєте відповіді та рішення тестів для Kejuruan? Перегляньте нашу велику колекцію перевірених відповідей для Kejuruan в lms.smktarunabhakti.sch.id.

Отримайте миттєвий доступ до точних відповідей та детальних пояснень для питань вашого курсу. Наша платформа, створена спільнотою, допомагає студентам досягати успіху!

Dalam pengembangan aplikasi menggunakan framework Laravel, database biasanya dibuat dan dikelola menggunakan fitur Migration. Migration berfungsi sebagai sistem pengontrol struktur database sehingga pengembang dapat membuat, mengubah, atau menghapus tabel menggunakan kode program.

Migration memudahkan tim pengembang karena struktur database dapat disimpan dalam bentuk kode dan dibagikan kepada anggota tim lainnya. Dengan demikian, setiap pengembang dapat memiliki struktur database yang sama tanpa harus membuat tabel secara manual di database.

Laravel menyediakan Schema Builder yang memungkinkan pengembang membuat tabel dan kolom dengan sintaks PHP. Selain itu, migration juga memiliki metode up() untuk membuat perubahan pada database dan down() untuk membatalkan perubahan tersebut.

Dengan menggunakan migration, proses pengelolaan database menjadi lebih terstruktur, terdokumentasi, dan mudah dikontrol menggunakan sistem version control.

Perhatikan kode berikut

mr024-1.jpg

Berdasarkan kode migration di atas, pernyataan yang benar adalah ....
100%
0%
0%
100%
100%
Переглянути це питання

mc019-1.jpg

Budi sedang mengembangkan aplikasi catatan harian menggunakan Flutter. Ia membuat tampilan yang berisi daftar catatan menggunakan ListView dan Text.

Pada awalnya, Budi menggunakan StatelessWidget, namun ia mengalami masalah karena data catatan tidak dapat berubah saat pengguna menambahkan catatan baru.

Kemudian, Budi mengganti widget tersebut menjadi StatefulWidget dan menggunakan fungsi setState() untuk memperbarui tampilan ketika data berubah.

Setelah perubahan tersebut, aplikasi dapat memperbarui UI secara otomatis setiap kali ada penambahan atau perubahan data.

Widget yang digunakan untuk menangani perubahan data secara dinamis adalah...?
0%
100%
0%
0%
0%
Переглянути це питання
Dalam pengembangan website modern, JavaScript digunakan untuk membuat halaman web menjadi lebih interaktif. Namun, jika setiap permintaan data ke server menyebabkan halaman harus dimuat ulang, maka pengalaman pengguna akan menjadi kurang efisien.

Untuk mengatasi hal tersebut, pengembang dapat menggunakan AJAX (Asynchronous JavaScript and XML). Teknologi ini memungkinkan halaman web mengambil atau mengirim data ke server tanpa harus memuat ulang seluruh halaman.

Library jQuery menyediakan fungsi yang mempermudah implementasi AJAX, salah satunya menggunakan method $.ajax(). Dengan method ini, pengembang dapat mengirim permintaan data ke server dan menerima respon secara dinamis.

Teknik ini sering digunakan untuk menampilkan data seperti komentar, daftar produk, atau informasi lain tanpa perlu melakukan refresh halaman.

Perhatikan kode berikut

tf005-1.jpg

Kode program tersebut menunjukkan bahwa jQuery AJAX digunakan untuk mengambil data dari server dan menampilkannya pada elemen HTML tanpa harus memuat ulang halaman web.
100%
0%
Переглянути це питання

mr028-1.jpg

Sinta sedang mengembangkan aplikasi Flutter yang membutuhkan data dari server eksternal. Untuk itu, ia menggunakan package http package agar dapat melakukan request API.

Dalam implementasinya, Sinta menggunakan fungsi http.get() untuk mengambil data dari endpoint API. Setelah mendapatkan response, ia mengubah data JSON menjadi objek Dart menggunakan jsonDecode.

Selain itu, Sinta juga memahami bahwa proses request API bersifat asynchronous, sehingga ia menggunakan async dan await agar data dapat diproses dengan benar.

Namun, ia juga perlu menangani kondisi ketika request gagal, misalnya dengan memeriksa statusCode dari response.

Tidak semua widget Flutter digunakan untuk komunikasi dengan API, karena beberapa hanya berfungsi untuk tampilan UI.

Fungsi atau code yang digunakan untuk melakukan request API dan memproses data dari server adalah...?
0%
0%
100%
0%
100%
Переглянути це питання
es035-1.jpg

Seorang developer bernama Andi sedang mengembangkan aplikasi mobile menggunakan Flutter untuk platform Android dan iOS. Ia memilih Flutter karena dapat menggunakan satu basis kode (single codebase) sehingga lebih efisien dalam pengembangan lintas platform. Dalam prosesnya, Andi memahami bahwa seluruh tampilan dalam Flutter dibangun menggunakan widget.

Pada tahap awal, Andi membuat struktur aplikasi menggunakan MaterialApp sebagai root widget untuk mendukung desain material. Ia juga menggunakan Scaffold untuk membuat layout dasar seperti AppBar dan body. Dalam body, ia menambahkan beberapa widget seperti Text, Column, dan Container untuk menampilkan informasi.

Ketika aplikasi berjalan, Andi ingin agar tampilan dapat berubah sesuai interaksi pengguna, seperti saat tombol ditekan atau data diperbarui. Oleh karena itu, ia menggunakan StatefulWidget agar UI dapat diperbarui secara dinamis menggunakan fungsi setState().

Andi juga menyadari bahwa jika tidak ada perubahan data, ia cukup menggunakan StatelessWidget untuk tampilan yang bersifat statis agar lebih ringan dan efisien.

Jelaskan perbedaan penggunaan StatelessWidget dan StatefulWidget dalam Flutter berdasarkan studi kasus di atas!
Переглянути це питання
Pada aplikasi web, form sering digunakan untuk mengirimkan data dari pengguna ke server, seperti data pendaftaran atau komentar. Pada metode tradisional, ketika tombol submit ditekan, halaman web biasanya akan dimuat ulang untuk memproses data tersebut.

Penggunaan jQuery AJAX memungkinkan data dari form dikirim ke server tanpa harus melakukan reload halaman. Hal ini membuat proses interaksi pengguna menjadi lebih cepat dan responsif.

AJAX bekerja secara asynchronous, sehingga proses komunikasi dengan server dapat dilakukan di latar belakang tanpa mengganggu aktivitas pengguna pada halaman web.

Dengan teknik ini, respon dari server dapat langsung ditampilkan pada halaman web menggunakan JavaScript atau jQuery.

Perhatikan kode berikut

tf006-1.jpg

Pada kode tersebut, fungsi preventDefault() digunakan untuk mencegah form melakukan reload halaman sehingga data dapat dikirim menggunakan jQuery AJAX secara asynchronous.
100%
0%
Переглянути це питання
Benar / Salah

tf008-1.jpg

Flutter merupakan framework open-source yang dikembangkan oleh Google dan dirancang untuk mempermudah proses pembuatan aplikasi lintas platform. Dengan menggunakan bahasa pemrograman Dart, Flutter memungkinkan developer untuk membangun antarmuka pengguna (UI) yang menarik dan responsif. Salah satu keunggulan utama Flutter adalah kemampuannya dalam memberikan performa mendekati aplikasi native karena menggunakan engine rendering sendiri.

Dalam pengembangan aplikasi mobile, Flutter menawarkan konsep single codebase, yaitu satu basis kode yang dapat digunakan untuk berbagai platform seperti Android dan iOS. Hal ini tentu sangat menghemat waktu dan tenaga, karena developer tidak perlu menulis kode terpisah untuk masing-masing sistem operasi. Selain itu, fitur hot reload yang dimiliki Flutter memungkinkan pengembang melihat perubahan secara langsung tanpa harus memulai ulang aplikasi.

Tidak hanya terbatas pada perangkat mobile, Flutter juga terus berkembang dan kini mendukung pembuatan aplikasi untuk web, desktop (Windows, macOS, Linux), bahkan embedded devices. Hal ini menjadikan Flutter sebagai solusi yang fleksibel dan modern dalam pengembangan aplikasi di berbagai platform. Dukungan komunitas yang besar serta banyaknya library juga semakin memperkuat posisi Flutter di dunia pengembangan aplikasi.

Berdasarkan penjelasan tersebut, dapat disimpulkan bahwa Flutter tidak hanya digunakan untuk membuat aplikasi Android saja, melainkan juga untuk berbagai platform lainnya. Oleh karena itu, pernyataan bahwa Flutter hanya dapat digunakan untuk membuat aplikasi Android adalah tidak benar.

Pernyataan:

Flutter hanya dapat digunakan untuk membuat aplikasi Android saja
0%
100%
Переглянути це питання

tf010-1.jpg

StatefulWidget digunakan dalam Flutter ketika tampilan aplikasi perlu berubah sebagai respons terhadap interaksi pengguna. Misalnya, saat pengguna menekan tombol, mengisi form, atau melakukan aksi lain yang memengaruhi tampilan, maka perubahan tersebut perlu dikelola dengan baik.

Untuk mengatur perubahan tersebut, Flutter menyediakan fungsi setState(). Fungsi ini digunakan untuk memberi tahu framework bahwa ada perubahan data yang memengaruhi tampilan, sehingga widget akan dibangun ulang (rebuild) dengan kondisi terbaru.

Sebaliknya, StatelessWidget digunakan untuk tampilan yang bersifat tetap atau tidak berubah setelah pertama kali dibuat. Widget jenis ini biasanya digunakan untuk menampilkan teks, ikon, atau elemen statis lainnya yang tidak memerlukan pembaruan dinamis.

Dengan demikian, StatefulWidget bersifat dinamis karena dapat berubah sesuai dengan kondisi atau interaksi pengguna. Hal ini membuatnya sangat penting dalam pembuatan aplikasi yang interaktif dan responsif.

Pernyataan:

StatefulWidget tidak dapat berubah setelah dibuat.
0%
100%
Переглянути це питання

mc020-1.jpg

Sinta sedang membuat aplikasi Flutter dengan tampilan yang mengikuti Material Design. Ia ingin membuat struktur dasar aplikasi yang konsisten di seluruh halaman.

Untuk itu, Sinta menggunakan sebuah widget utama sebagai root dari aplikasi. Widget ini memungkinkan penggunaan tema, routing, dan struktur dasar aplikasi secara keseluruhan.

Selain itu, Sinta menggunakan Scaffold di setiap halaman untuk membuat layout seperti AppBar dan body.

Dengan kombinasi tersebut, aplikasi yang dibuat menjadi lebih terstruktur dan sesuai dengan standar desain modern.

Widget utama yang digunakan sebagai root aplikasi berbasis Material Design adalah...
0%
0%
100%
0%
0%
Переглянути це питання

mr030-1.jpg

Lina adalah seorang developer Flutter yang sedang mengembangkan aplikasi mobile dengan fitur yang cukup kompleks, seperti pengelolaan data pengguna, transaksi, dan tampilan yang dinamis. Dalam proses pengembangannya, ia menyadari bahwa penggunaan state management sangat penting agar data dapat dikelola dengan baik dan tampilan aplikasi tetap konsisten saat terjadi perubahan.

Pada tahap awal, Lina menggunakan setState() untuk mengelola perubahan data dalam skala kecil. Metode ini cukup efektif untuk aplikasi sederhana, namun ketika aplikasi mulai berkembang dan memiliki banyak halaman serta interaksi antar komponen, penggunaan setState() menjadi kurang efisien dan sulit untuk dipelihara.

Untuk mengatasi hal tersebut, Lina mulai mempelajari dan menerapkan pendekatan lain seperti Provider yang memudahkan pengelolaan state secara global dengan cara yang lebih terstruktur.

Selain itu, ia juga mencoba menggunakan Bloc (Business Logic Component) yang memisahkan logika bisnis dari tampilan sehingga kode menjadi lebih rapi dan mudah diuji.

Dari penjelasan di atas yang termasuk state management dalam Flutter adalah...?
0%
100%
0%
100%
0%
Переглянути це питання

Хочете миттєвий доступ до всіх перевірених відповідей на lms.smktarunabhakti.sch.id?

Отримайте необмежений доступ до відповідей на екзаменаційні питання - встановіть розширення Crowdly зараз!

Browser

Додати до Chrome