logo

Crowdly

Browser

Додати до Chrome

 NASKAH / TEKS ...

✅ Перевірена відповідь на це питання доступна нижче. Наші рішення, перевірені спільнотою, допомагають краще зрозуміти матеріал.

 NASKAH / TEKS

     Guru merupakan profesi yang

memiliki peran strategis dalam pembangunan sumber daya manusia (SDM). Dalam

Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen ditegaskan bahwa guru

adalah pendidik profesional yang memikul tanggung jawab mendidik, mengajar,

membimbing, melatih, serta menilai peserta didik pada berbagai jenjang

pendidikan formal. Eksistensi guru tidak hanya ditentukan oleh kompetensi

akademik, tetapi juga perwujudan moralitas, integritas, serta keteladanan yang

harus mereka tampilkan. Keberadaan guru merupakan cerminan nilai-nilai budaya

bangsa, karena melalui merekalah karakter peserta didik dibentuk. Dalam

konteks pembangunan nasional, guru berperan sebagai pilar penting dalam

mencetak generasi yang berpengetahuan, beretika, dan berkepribadian.

     Namun, dalam realitas

sosial, eksistensi guru, di sini yang kita bicarakan adalah guru honorer, kerap

tidak diimbangi dengan penghargaan yang layak. Banyak guru honorer yang bekerja

dalam kondisi minim dukungan, baik secara finansial maupun struktural. Kondisi

ini menegaskan adanya paradoks: negara menuntut kualitas tinggi dari guru,

tetapi tidak memberikan dukungan yang sepadan. Gaji guru honorer, berada di

bawah upah minimum regional. Bahkan, tidak sedikit guru honorer di berbagai

daerah yang hanya menerima upah antara Rp300.000-700.000,00 per

bulan. Rendahnya gaji mengakibatkan banyak guru harus bekerja sampingan

demi memenuhi kebutuhan keluarga. Hal ini berpotensi menurunkan kualitas fokus

dan profesionalitas mereka dalam proses pembelajaran. Selain itu, kondisi ini menyebabkan

guru honorer mengalami

burnout

, stres kerja, serta kehilangan motivasi

mengajar (Kurniawan, H., 2021). Padahal, memberikan gaji layak dan

kepastian kerja akan meningkatkan motivasi, kinerja, serta kualitas

pembelajaran

     Tambahan pula, terdapat minimnya perlindungan dan diskriminasi terhadap guru honorer. Mereka menghadapi

diskriminasi dalam berbagai bentuk, seperti ketidaksetaraan status kepegawaian,

intervensi pihak luar dalam proses pembelajaran, hingga perlindungan hukum yang

lemah ketika terjadi konflik dengan orang tua siswa. Guru sering kali berada

dalam posisi rentan, terutama ketika berhadapan dengan tekanan sosial atau

kasus yang melibatkan peserta didik. Dalam hal ini, banyak guru honorer merasa

tidak mendapatkan perlindungan optimal dari sekolah ataupun pemerintah ketika

menghadapi masalah dalam menjalankan tugas (Rahmawati (2020).

     Bentuk diskriminasi dan kurangnya penghargaan yang layak dapat menghambat

mereka untuk bekerja secara profesional. Belum lagi minimnya perlindungan

terhadap profesi guru, terutama guru honorer, membuat marwah dan martabat guru

menurun dalam pandangan masyarakat. Padahal, perlindungan hukum dan sosial

merupakan prasyarat penting bagi terciptanya iklim pendidikan yang sehat. Sudah

sepantasnyalah, masyarakat dan pemerintah menilai guru honorer sebagai bagian

penting dari pendidikan. Kesejahteraan guru, terutama guru honorer, bukan

sekadar isu keadilan, melainkan juga investasi penting bagi mutu pendidikan

nasional.

Bagaimana

hubungan antara paragraf terakhir dan paragraf pertama teks tersebut?

100%
0%
0%
0%
0%
Більше питань подібних до цього

Хочете миттєвий доступ до всіх перевірених відповідей на snbt-dua.prosusinten.org?

Отримайте необмежений доступ до відповідей на екзаменаційні питання - встановіть розширення Crowdly зараз!

Browser

Додати до Chrome