Crowdly
Додати до Chrome
Questions Bank (1464451 total)
До регіону Південна Африка відносять:
c. Джибуті, Зімбабве, Кенія, Мадагаскар;
0%
b. ПАР, Лассото, Намібія, Свазіленд;
100%
a. Судан, Туніс, Марокко, Єгипет;
0%
d. Конго, Камерун, Острів Святої Мілени;
0%
Переглянути це питання
До регіону Австралія та Океанія належать:
d. Еритрея, Науру, Коста – Рика;
0%
b. Фіджі, Тонга, Тувалу;
100%
a. Лесото, Суринам, Австралія;
0%
c. Тувалу, Беліз, Кірибаті;
0%
Переглянути це питання
До Південно-Східної Азії входять такі країни:
d. Грузія, Монголія, Узбекистан;
0%
a. Лаос, Малайзія, Бруней;
100%
c. Таїланд, М'янма, Йорданія;
0%
b. Китай, Японія, КНДР;
0%
Переглянути це питання
До країн Східної Європи належать:
c. Молдова, Норвегія, Литва;
0%
d. Україна, Молдова, Польща;
100%
a. Словенія;Угорщина, Албанія;
0%
b. Латвія, Бельгія, Португалія;
0%
Переглянути це питання
До західної частини Океанія – Меланезії відносять:
c. Нова Гвінея, Вануанута, Нова Каледонія, Бісмарк;
100%
b. Самоа, Гаваї, Тонга, Токелау;
0%
a. Маріанські, Каролінські та Маршалові острови;
0%
d. Фіджі, Банаба, Тонга, Фенікс;
0%
Переглянути це питання
В склад Центральної Азії входить:
b. Узбекистан, Киргизія, Туркменістан;
100%
d. Бруней, Лаос, Сінгапур;
0%
c. Таджикистан, Японія, Китай;
0%
a. Азербайджан, Таджикистан, Кигизстан;
0%
Переглянути це питання
Secara meteorologis, El Niño merupakan fenomena pemanasan Suhu Muka Laut (SML) di atas kondisi normal yang terjadi di Samudra Pasifik bagian tengah dan timur. Pemanasan ini memicu pergeseran sirkulasi atmosfer di wilayah ekuator. Di bawah kondisi normal, angin pasat bertiup dari timur ke barat melintasi Samudra Pasifik, mendorong air hangat ke arah perairan Indonesia dan membawa uap air yang membentuk awan hujan. Namun, saat El Niño terjadi, angin pasat tersebut melemah atau bahkan berbalik arah. Kondisi inilah yang menjadi alasan utama mengapa massa uap air gagal bergerak ke arah barat (Indonesia), melainkan menumpuk di Pasifik tengah dan pesisir Amerika Selatan.
Melemahnya aliran uap air ke wilayah nusantara akibat El Niño membawa dampak klimatologis yang masif. Peristiwa ini memicu penurunan curah hujan secara drastis di sebagian besar wilayah Indonesia, yang berujung pada kemarau panjang. Berdasarkan laporan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), defisit curah hujan selama periode El Niño ekstrem dapat mencapai 40-60% di bawah batas normal. Kekeringan parah ini berdampak langsung pada sektor pertanian, menyebabkan gagal panen ribuan hektare sawah, serta memicu krisis air bersih di berbagai wilayah padat penduduk.
Di samping krisis air dan pangan, El Niño juga bertindak sebagai katalisator bagi bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Peristiwa El Niño terburuk yang pernah tercatat dalam sejarah modern Indonesia terjadi pada periode 1997--1998. Pada rentang waktu tersebut, cuaca yang teramat kering mengubah vegetasi hutan daratan rendah dan lahan gambut menjadi bahan bakar yang sangat mudah tersulut. Akibatnya, kebakaran hutan melanda lebih dari 9,7 juta hektare wilayah di Sumatra dan Kalimantan, menghasilkan kabut asap pekat yang melumpuhkan aktivitas penerbangan, perekonomian, hingga memicu darurat kesehatan di beberapa negara Asia Tenggara.
Seiring berjalannya waktu, kesadaran akan siklus El Niño mendorong pemerintah dan masyarakat melakukan langkah mitigasi terstruktur ke dalam tiga pendekatan utama. Pertama, mitigasi berbasis infrastruktur fisik yang diwujudkan melalui pembangunan embung sebagai penyimpan cadangan air. Kedua, mitigasi berbasis ekologis yang berfokus pada upaya restorasi lahan gambut agar terhindar dari kebakaran. Ketiga, mitigasi berbasis teknologi yang meliputi penerapan modifikasi cuaca jauh sebelum musim kemarau tiba. Melalui pengelompokan upaya adaptasi dan mitigasi yang berkelanjutan tersebut, dampak kerugian ekologis maupun ekonomi di masa depan diharapkan dapat ditekan dengan lebih efektif.
Bagan struktur penjelasan teks di atas adalah ....
Kondisi atmosfer Pasifik -> Menurunnya debit air sawah -> Kebakaran lahan gambut -> Kerugian ekonomi Asia Tenggara
100%
Proses curah hujan normal -> Data BMKG kekeringan -> Bencana kabut asap -> Teknologi cuaca
0%
Definisi dan proses El Niño -> Dampak kekeringan/kemarau -> Dampak karhutla -> Mitigasi dan adaptasi
0%
Penyebab suhu laut naik -> Angin Pasat -> Gagal Panen -> Solusi Pemerintah
0%
Sejarah El Niño -> Dampak Kekeringan -> Dampak Ekonomi -> Proses Berhentinya El Niño
0%
Переглянути це питання
Secara meteorologis, El Niño merupakan fenomena pemanasan Suhu Muka Laut (SML) di atas kondisi normal yang terjadi di Samudra Pasifik bagian tengah dan timur. Pemanasan ini memicu pergeseran sirkulasi atmosfer di wilayah ekuator. Di bawah kondisi normal, angin pasat bertiup dari timur ke barat melintasi Samudra Pasifik, mendorong air hangat ke arah perairan Indonesia dan membawa uap air yang membentuk awan hujan. Namun, saat El Niño terjadi, angin pasat tersebut melemah atau bahkan berbalik arah. Kondisi inilah yang menjadi alasan utama mengapa massa uap air gagal bergerak ke arah barat (Indonesia), melainkan menumpuk di Pasifik tengah dan pesisir Amerika Selatan.
Melemahnya aliran uap air ke wilayah nusantara akibat El Niño membawa dampak klimatologis yang masif. Peristiwa ini memicu penurunan curah hujan secara drastis di sebagian besar wilayah Indonesia, yang berujung pada kemarau panjang. Berdasarkan laporan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), defisit curah hujan selama periode El Niño ekstrem dapat mencapai 40-60% di bawah batas normal. Kekeringan parah ini berdampak langsung pada sektor pertanian, menyebabkan gagal panen ribuan hektare sawah, serta memicu krisis air bersih di berbagai wilayah padat penduduk.
Di samping krisis air dan pangan, El Niño juga bertindak sebagai katalisator bagi bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Peristiwa El Niño terburuk yang pernah tercatat dalam sejarah modern Indonesia terjadi pada periode 1997--1998. Pada rentang waktu tersebut, cuaca yang teramat kering mengubah vegetasi hutan daratan rendah dan lahan gambut menjadi bahan bakar yang sangat mudah tersulut. Akibatnya, kebakaran hutan melanda lebih dari 9,7 juta hektare wilayah di Sumatra dan Kalimantan, menghasilkan kabut asap pekat yang melumpuhkan aktivitas penerbangan, perekonomian, hingga memicu darurat kesehatan di beberapa negara Asia Tenggara.
Seiring berjalannya waktu, kesadaran akan siklus El Niño mendorong pemerintah dan masyarakat melakukan langkah mitigasi terstruktur ke dalam tiga pendekatan utama. Pertama, mitigasi berbasis infrastruktur fisik yang diwujudkan melalui pembangunan embung sebagai penyimpan cadangan air. Kedua, mitigasi berbasis ekologis yang berfokus pada upaya restorasi lahan gambut agar terhindar dari kebakaran. Ketiga, mitigasi berbasis teknologi yang meliputi penerapan modifikasi cuaca jauh sebelum musim kemarau tiba. Melalui pengelompokan upaya adaptasi dan mitigasi yang berkelanjutan tersebut, dampak kerugian ekologis maupun ekonomi di masa depan diharapkan dapat ditekan dengan lebih efektif.
Hubungan antarkalimat ke-1 dan ke-2 paragraf ketiga adalah ....
Kalimat ke-2 mempertanyakan validitas data kebakaran hutan yang dipaparkan pada kalimat ke-1.
0%
Kalimat ke-2 memberikan simpulan logis atas fenomena gagal panen yang dibahas pada kalimat ke-1.
0%
Kalimat ke-2 memaparkan akibat langsung dari kabut asap yang disebutkan pada kalimat ke-1.
0%
Kalimat ke-2 merupakan rincian penjelas atau bukti sejarah dari klaim bahwa El Niño memicu karhutla yang disebutkan pada kalimat ke-1.
100%
Kalimat ke-2 menunjukkan pertentangan terhadap pernyataan mengenai krisis air yang ada pada kalimat ke-1.
0%
Переглянути це питання
Secara meteorologis, El Niño merupakan fenomena pemanasan Suhu Muka Laut (SML) di atas kondisi normal yang terjadi di Samudra Pasifik bagian tengah dan timur. Pemanasan ini memicu pergeseran sirkulasi atmosfer di wilayah ekuator. Di bawah kondisi normal, angin pasat bertiup dari timur ke barat melintasi Samudra Pasifik, mendorong air hangat ke arah perairan Indonesia dan membawa uap air yang membentuk awan hujan. Namun, saat El Niño terjadi, angin pasat tersebut melemah atau bahkan berbalik arah. Kondisi inilah yang menjadi alasan utama mengapa massa uap air gagal bergerak ke arah barat (Indonesia), melainkan menumpuk di Pasifik tengah dan pesisir Amerika Selatan.
Melemahnya aliran uap air ke wilayah nusantara akibat El Niño membawa dampak klimatologis yang masif. Peristiwa ini memicu penurunan curah hujan secara drastis di sebagian besar wilayah Indonesia, yang berujung pada kemarau panjang. Berdasarkan laporan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), defisit curah hujan selama periode El Niño ekstrem dapat mencapai 40-60% di bawah batas normal. Kekeringan parah ini berdampak langsung pada sektor pertanian, menyebabkan gagal panen ribuan hektare sawah, serta memicu krisis air bersih di berbagai wilayah padat penduduk.
Di samping krisis air dan pangan, El Niño juga bertindak sebagai katalisator bagi bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Peristiwa El Niño terburuk yang pernah tercatat dalam sejarah modern Indonesia terjadi pada periode 1997--1998. Pada rentang waktu tersebut, cuaca yang teramat kering mengubah vegetasi hutan daratan rendah dan lahan gambut menjadi bahan bakar yang sangat mudah tersulut. Akibatnya, kebakaran hutan melanda lebih dari 9,7 juta hektare wilayah di Sumatra dan Kalimantan, menghasilkan kabut asap pekat yang melumpuhkan aktivitas penerbangan, perekonomian, hingga memicu darurat kesehatan di beberapa negara Asia Tenggara.
Seiring berjalannya waktu, kesadaran akan siklus El Niño mendorong pemerintah dan masyarakat melakukan langkah mitigasi terstruktur ke dalam tiga pendekatan utama. Pertama, mitigasi berbasis infrastruktur fisik yang diwujudkan melalui pembangunan embung sebagai penyimpan cadangan air. Kedua, mitigasi berbasis ekologis yang berfokus pada upaya restorasi lahan gambut agar terhindar dari kebakaran. Ketiga, mitigasi berbasis teknologi yang meliputi penerapan modifikasi cuaca jauh sebelum musim kemarau tiba. Melalui pengelompokan upaya adaptasi dan mitigasi yang berkelanjutan tersebut, dampak kerugian ekologis maupun ekonomi di masa depan diharapkan dapat ditekan dengan lebih efektif.
Hubungan antarparagraf ke-1 dan ke-2 adalah ....
Paragraf ke-2 memuat penyebab utama dari terjadinya fenomena sirkulasi udara yang dijelaskan pada paragraf ke-1.
100%
Paragraf ke-2 menjelaskan dampak atau akibat di wilayah Indonesia dari fenomena cuaca yang diuraikan pada paragraf ke-1.
0%
Paragraf ke-2 mempertentangkan teori meteorologis tentang arah angin yang telah dibahas pada paragraf ke-1.
0%
Paragraf ke-2 memberikan contoh konkret tentang peristiwa di Samudra Pasifik yang disinggung pada paragraf ke-1.
0%
Paragraf ke-2 merupakan rincian historis dari pergeseran atmosfer bumi yang disebutkan pada paragraf ke-1.
0%
Переглянути це питання
Secara meteorologis, El Niño merupakan fenomena pemanasan Suhu Muka Laut (SML) di atas kondisi normal yang terjadi di Samudra Pasifik bagian tengah dan timur. Pemanasan ini memicu pergeseran sirkulasi atmosfer di wilayah ekuator. Di bawah kondisi normal, angin pasat bertiup dari timur ke barat melintasi Samudra Pasifik, mendorong air hangat ke arah perairan Indonesia dan membawa uap air yang membentuk awan hujan. Namun, saat El Niño terjadi, angin pasat tersebut melemah atau bahkan berbalik arah. Kondisi inilah yang menjadi alasan utama mengapa massa uap air gagal bergerak ke arah barat (Indonesia), melainkan menumpuk di Pasifik tengah dan pesisir Amerika Selatan.
Melemahnya aliran uap air ke wilayah nusantara akibat El Niño membawa dampak klimatologis yang masif. Peristiwa ini memicu penurunan curah hujan secara drastis di sebagian besar wilayah Indonesia, yang berujung pada kemarau panjang. Berdasarkan laporan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), defisit curah hujan selama periode El Niño ekstrem dapat mencapai 40-60% di bawah batas normal. Kekeringan parah ini berdampak langsung pada sektor pertanian, menyebabkan gagal panen ribuan hektare sawah, serta memicu krisis air bersih di berbagai wilayah padat penduduk.
Di samping krisis air dan pangan, El Niño juga bertindak sebagai katalisator bagi bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Peristiwa El Niño terburuk yang pernah tercatat dalam sejarah modern Indonesia terjadi pada periode 1997--1998. Pada rentang waktu tersebut, cuaca yang teramat kering mengubah vegetasi hutan daratan rendah dan lahan gambut menjadi bahan bakar yang sangat mudah tersulut. Akibatnya, kebakaran hutan melanda lebih dari 9,7 juta hektare wilayah di Sumatra dan Kalimantan, menghasilkan kabut asap pekat yang melumpuhkan aktivitas penerbangan, perekonomian, hingga memicu darurat kesehatan di beberapa negara Asia Tenggara.
Seiring berjalannya waktu, kesadaran akan siklus El Niño mendorong pemerintah dan masyarakat melakukan langkah mitigasi terstruktur ke dalam tiga pendekatan utama. Pertama, mitigasi berbasis infrastruktur fisik yang diwujudkan melalui pembangunan embung sebagai penyimpan cadangan air. Kedua, mitigasi berbasis ekologis yang berfokus pada upaya restorasi lahan gambut agar terhindar dari kebakaran. Ketiga, mitigasi berbasis teknologi yang meliputi penerapan modifikasi cuaca jauh sebelum musim kemarau tiba. Melalui pengelompokan upaya adaptasi dan mitigasi yang berkelanjutan tersebut, dampak kerugian ekologis maupun ekonomi di masa depan diharapkan dapat ditekan dengan lebih efektif.
Pola pengembangan yang digunakan dalam teks tersebut adalah .... (Pilihlah dua jawaban yang tepat!)
a. Kausalitas ditunjukkan oleh paparan mengenai proses melemahnya angin pasat yang mengakibatkan kekeringan dan kebakaran hutan.
b. Kronologis ditunjukkan oleh rincian pembentukan awan hujan di Indonesia dari bulan ke bulan.
c. Fakta dan Data ditunjukkan oleh penggunaan data BMKG mengenai defisit curah hujan 40-60% dan luasan kebakaran 9,7 juta hektare.
d. Klasifikasi ditunjukkan oleh pengelompokan jenis mitigasi siklus El Niño oleh pemerintah.
e. Perbandingan ditunjukkan oleh komparasi kondisi hutan hujan tropis di Indonesia dengan hutan di Amerika Selatan.
c dan e
0%
a dan d
100%
d dan e
0%
b dan c
0%
a dan c
0%
Переглянути це питання
Попередня
1
Більше сторінок
1273
1274
1275
1276
1277
Більше сторінок
146446
Наступна
Telegram
Instagram
TikTok
Question Bank
Умови використання
Зв'яжіться з нами
Додати до Chrome