Seorang laki-laki berusia 33 tahun dirawat di RSJ dengan keluhan mengurung diri di kamar, tidak mau mandi, malas makan, bicara dan tertawa sendiri sejak lima hari yang lalu. Pasien bercerai dengan istrinya setahun yang lalu karena istrinya selingkuh. Pasien memiliki dua orang anak yang sudah bersekolah. Kedua anak tinggal bersama dengan pasien. Pada saat pengkajian, pasien sering mengatakan: “saya tidak tahan lagi” jika sedang bercerita tentang kehidupan rumah tangganya di masa lalu. Ekspresi wajah sedih, kadang gembira berlebihan.
Apa faktor yang mungkin dapat mencegah berlanjutnya masalah utama pada kasus di atas?
Seorang laki-laki berusia 21 tahun dirawat di RSJ dengan keluhan mengurung diri di kamar, menangis terus tanpa sebab, menolak mandi, makan kurang, banyak minum kopi dan merokok. Pasien tidak lulus ujian masuk PTN dua bulan yang lalu. Saat pengkajian, pasien makan berceceran, rambut berantakan, menyendiri, kontak mata kurang.
Apakah tindakan keperawatan yang tepat pada kasus di atas?
Seorang laki-laki berusia 30 tahun dirawat di RSJ dengan keluhan sering bicara dan tertawa sendiri, marah-marah, memecahkan alat rumah tangga, mengurung diri di kamar. Saat pengkajian, ekspresi wajah pasien sedih, mengatakan bahwa dirinya tidak berhasil seperti kakaknya.
Apakah tujuan asuhan keperawatan yang tepat untuk kasus di atas?
Seorang perempuan berusia 30 tahun dibawa ke RSJ dengan keluhan keluyuran di malam hari, makan berceceran, mengganggu warga, tertawa dan bicara sendiri, BAB/BAK sembarangan. Pasien sudah diajarkan cara menghardik, cara mandi dan makan yang benar, cara menarik nafas dalam. Pada saat ini, pasien sudah diajarkan cara BAB/BAK di kamar mandi.
Apakah tujuan asuhan keperawatan untuk kasus di atas?
Seorang laki-laki berusia 25 tahun dibawa ke RSJ oleh keluarga dengan keluhan bicara dan tertawa sendiri, mengurung diri di kamar, tidak mau mandi, makan kurang, banyak merokok, dan merusak perabotan di rumah. Keluarga mengatakan bahwa gejala timbul satu minggu setelah pasien putus dengan pacarnya. Pada saat pengkajian, pasien mengatakan bahwa dirinya jelek sehingga pacarnya memutuskan hubungan mereka. Saat interaksi, intonasi suara pasien rendah, lambat berbicara dan pelan, kontak mata kurang, dan sering menunduk. Setelah perawat dan pasien mendiskusikan aspek positif dan kemampuan yang dimiliki pasien, perawat memberikan kesempatan kepada pasien untuk memilih salah satu kemampuan yang akan dilatih.
Termasuk dalam kategori apakah upaya perawat untuk meningkatkan harga diri pasien?
Seorang perempuan berusia 27 tahun dirawat di RSJ dengan keluhan mengurung diri di kamar, marah-marah tanpa sebab, bicara dan tertawa sendiri, merusak alat rumah tangga. Pada saat pengkajian pasien menunduk, selalu meminta maaf karena kesalahannya. Pasien sudah melakukan kemampuan yang dilatih oleh perawat sesuai dengan keinginan pasien.
Apakah tindakan keperawatan yang tepat untuk kasus di atas?
Seorang perempuan berusia 46 tahun dirawat di RSJ dengan keluhan marah-marah di rumah, merusak alat rumah tangga, berbicara sendiri, tidak mau mandi dan mengurung diri di kamar. Hasil pengkajian didapati bahwa pasien bercerai dengan suaminya tiga bulan yang lalu. Pasien pernah dirawat di RSJ dengan keluhan yang sama lima tahun yang lalu. Pasien tidak teratur minum obat. Saat ini keluarga pasien datang menjenguk dan saat diwawancarai oleh perawat didapati keluarga tidak tahu cara merawat pasien di rumah saat pasien mengamuk.
Apakah tindakan keperawatan yang tepat untuk kasus di atas?
Seorang laki-laki berusia 29 tahun dibawa ke UGD RSJ dengan keluhan marah-marah tanpa sebab, bicara sendiri, mengurung diri di kamar, tidak mau mandi, bicara kacau. Empat bulan sebelum masuk rumah sakit, pasien diceraikan oleh istrinya. Pasien sudah menikah delapan tahun tetapi belum memiliki anak. Semenjak bercerai, pasien lebih suka menyendiri, menangis, dan menyalahkan dirinya. Pasien sudah diajarkan cara mengontrol halusinasi dengan cara menghardik dan bercakap-cakap dengan orang lain, cara berkenalan dengan dua orang pasien di ruang rawat, diajarkan cara mandi yang benar, diajarkan cara mengontrol marah dengan cara tarik nafas dalam dan pukul kasur/bantal, melakukan satu kemampuan yang dimilki pasien. Saat pengkajian, pasien sudah diajarkan cara makan dengan benar tetapi pasien masih meninggalkan peralatan makan di meja makan setelah makan.
Apakah evaluasi yang tepat untuk kasus di atas?
Seorang laki-laki berusia 34 tahun dirawat di RSJ dengan keluhan bicara dan tertawa sendiri, mengurung diri di kamar, marah tanpa sebab, malas mandi, makan makanan dari tempat sampah dan BAB/BAK sembarangan. Pada saat pengkajian, pasien sudah diajarkan mandi di kamar mandi dengan bantuan perawat.
Apakah tindakan keperawatan yang tepat untuk kasus di atas?
Pasien perempuan berusia 18 tahun dirawat di RSJ karena tidak mau makan, mengurung diri dikamar, sering keluyuran di malam hari, mengganggu warga dan bicara sendiri, menganggap diri artis. Saat pengkajian pasien berbicara kasar dan membanting pintu kamarnya. Pasien sudah diajarkan cara perawatan diri: mandi secara mandiri, sudah diajarkan cara menhardik halusinasi dan diajarkan cara mengontrol marah.
Apakah diagnosa keperawatan yang tepat untuk kasus di atas?