logo

Crowdly

Browser

Add to Chrome

SUMATIF SEMESTER GANJIL T.A. 2025/2026

Looking for SUMATIF SEMESTER GANJIL T.A. 2025/2026 test answers and solutions? Browse our comprehensive collection of verified answers for SUMATIF SEMESTER GANJIL T.A. 2025/2026 at 103.156.216.167.

Get instant access to accurate answers and detailed explanations for your course questions. Our community-driven platform helps students succeed!

Cermati dua kutipan berikut!

Kutipan hikayat

      Pada suatu hari Khojan Maimun tertarik akan perniagaan di laut, lalu minta izinlah dia kepada istrinya. Sebelum dia pergi, berpesanlah dia pada istrinya itu, jika ada barang suatu pekerjaan, mufakatlah dengan dua ekor unggas itu, hubaya-hubaya jangan tiada, karena fitnah di dunia amat besar lagi tajam dari pada senjata. Hatta beberapa lama  di tinggal suaminya, ada anak Raja Ajam berkuda lalu melihatnya rupa Bibi Zainab yang terlalu elok. ….

Kutipan cerpen

      Ketika Leyla memutuskan untuk mengungsi, meninggalkan kampong halamannya, perih yang melilit perutnya kian menjadi-jadi. Terlampau perihnya, hingga seluruh pandangannya terasa buram. Leyla seperti melihat ribuan kunang-kunang berlesatan mengitari kepalanya. Selanjutnya, ia menyebut kunang-kunang itu sebagai sang maut. Sang maut yang selalu menguntitnya dan sewaktu-waktu siap mengantarnya menyusul almarhum suaminya.

Sumber: Menjemput Maut di Mogadishu karya Masdar Zaenal, Koran Kompas Minggu,  1

Kedua kutipan di atas menggunakan konjungsi yang menyatakan urutan .…
0%
0%
0%
100%
0%
View this question
Cermati teks hikayat berikut!

Maka tersebutlah kisah Hang Tuah yang gagah perkasa. Ketika ia menghadapi musuh di medan laga, pedangnya menari-nari di udara, mencari kepala lawan. Ia bagaikan singa kelaparan yang menerjang mangsanya tanpa rasa takut. Suara soraknya menggelegar membelah angkasa, membuat nyali para prajurit musuh menciut sebesar biji sawi. Darah yang tumpah di tanah pertempuran itu mengalir laksana lautan, menjadi saksi kehebatannya.

Majas yang digunakan dalam kalimat pedangnya menari-nari di udara, mencari kepala lawan adalah majas ....
0%
100%
0%
0%
0%
View this question
Cermati teks anekdot berikut!

                                                Diskusi Internet Gratis

Di sebuah rapat RT, bapak-bapak sedang berdiskusi tentang fasilitas lingkungan. Salah seorang bapak mengusulkan, "Bagaimana kalau kita adakan internet gratis untuk warga?"

Bapak RT tersenyum, "Usul yang bagus, Pak. Tapi, apa urgensinya internet gratis untuk kita? Biar bisa main game online terus?"

Bapak pengusul itu menjawab, "Bukan begitu, Pak RT. Ini penting agar anak-anak kita bisa mengakses informasi, belajar online, dan... biar bapak-bapak di sini tidak hanya sibuk mengomentari status tetangga di media sosial pakai paket data pribadi."

Semua bapak-bapak terdiam.

Sindiran dalam anekdot ini ditujukan kepada ...
0%
0%
0%
0%
0%
View this question
Bacalah teks anekdot berikut!

Calon Pemimpin dan Janji Manis

Dalam sebuah acara kampanye, seorang calon pemimpin berpidato dengan semangat membara. "Jika saya terpilih, saya akan memberantas korupsi sampai ke akar-akarnya! Tidak akan ada lagi kemiskinan! Semua rakyat akan hidup makmur!"

Seorang kakek tua yang duduk di barisan depan berbisik kepada cucunya, "Nak, kakek sudah sering dengar janji begitu sejak kakek muda. Dulu kakek percaya, sekarang kakek cuma bisa tersenyum."

Cucunya bertanya, "Kenapa tersenyum, Kek?"

Kakek itu menjawab, "Karena janji itu seperti permen. Manis di awal, tapi setelah dimakan, tinggal bungkusnya saja."

Cucu itu mengangguk-angguk sambil memandang calon pemimpin yang masih berteriak lantang.

Jika calon pemimpin tersebut mendengar percakapan kakek dan cucunya, bagaimana kemungkinan respons yang paling efektif untuk mengatasi sindiran tersebut?

      (Pilih tiga jawaban yang tepat)
0%
0%
0%
0%
0%
View this question
Cermati teks anekdot berikut!

Suatu pagi, Budi pergi ke kantor layanan publik untuk mengurus kartu identitas baru. Di pintu masuk tertempel spanduk besar bertuliskan "Pelayanan Kilat dan Ramah!". Namun setelah tiba di loket, pegawainya malah sibuk bermain ponsel dan berkata, "Silakan tunggu sebentar, Mas… sebentar lagi jam istirahat."

Setelah menunggu hampir satu jam, Budi bertanya, "Pak, kapan saya dilayani?"

Pegawai itu menjawab tanpa menoleh, "Sabar ya, pelayanan kilat itu maksudnya… cepat sekali habis waktunya." Budi hanya bisa geleng-geleng kepala sambil melihat pegawai lain yang juga sibuk memegang ponsel.

Fungsi humor pada teks anekdot "Pelayanan Kilat" adalah untuk ….
0%
0%
0%
0%
0%
View this question
Cermati teks hikayat berikut!

Maka tersebutlah kisah Hang Tuah yang gagah perkasa. Ketika ia menghadapi musuh di medan laga, pedangnya menari-nari di udara, mencari kepala lawan. Ia bagaikan singa kelaparan yang menerjang mangsanya tanpa rasa takut. Suara soraknya menggelegar membelah angkasa, membuat nyali para prajurit musuh menciut sebesar biji sawi. Darah yang tumpah di tanah pertempuran itu mengalir laksana lautan, menjadi saksi kehebatannya.

Kalimat yang mengandung majas hiperbola adalah ...
0%
0%
0%
0%
100%
View this question
Cermati teks hikayat berikut!

Hikayat Puteri Santubong

Di negeri Kawang, zaman dahulu kala ketika langit masih dekat dengan bumi, hiduplah dua puteri cantik dari kayangan bernama Santubong dan Sejinjang. Mereka ditugaskan menenun kain sutera di bukit tinggi yang dikelilingi hutan lebat dan sungai deras. Suatu hari, datanglah pangeran Daeng Guno dari negeri tetangga dengan wira berkuda emasnya. Puteri Santubong jatuh hati, menenun kain berhenti, malah bernyanyi riang. Sejinjang pun tergoda, rebutan pangeran hingga bertengkar hebat. Tongkat menenun Santubong menghantam kepala Sejinjang, darah mengalir menjadi gunung berbatu. Tuhan murka, ubah Santubong jadi Gunung Santubong yang menjulang tinggi, Sejinjang jadi Gunung Seremban yang bengkok. Pangeran Daeng Guno lenyap ditelan bumi. Kini, gunung-gunung itu berdiri abadi di Sarawak, mengingatkan manusia akan bahaya iri hati dan nafsu duniawi. Hikayat ini menjadi pengajaran agar setia pada tugas dan hindari pertikaian sesama.

Tema pokok yang ingin disampaikan teks hikayat ini adalah ...
0%
0%
0%
0%
0%
View this question
Perhatikan kutipan hikayat berikut ini!

         Di suatu negeri nun jauh hiduplah seorang tua bersama keluarganya. Pekerjaan si Tua itu sehari-hari menangkap burung dan ayam di hutan. Maka ayam yang ditangkapnya akan dijualnya kepada saudagar-saudagar di pasar.

       Syahdan maka pada suatu ketika datanglah seorang yang gagah lagi muda. Maka karena tidak percaya bahwa sang kakek yang tua mampu menangkap ayam, seorang muda itu mengajaknya berlomba mencari ayam di hutan. Maka pada suatu hari pergilah orang tua itu menuju hutan bersama orang sekampung yang hendak menyaksikan ia mencari ayam.

        Maka pada ketika sampai di hutan, orang tua itu langsung menuju pohon paling besar. Maka dilihat olehnya banyak burung bayan menempel di daun dan ranting pohon. Maka ia segera melepas bajunya, lalu sambil membawa golok ia memanjat pohon besar itu. Dalam waktu tidak lama, sudah ada 99 ekor burung bayan dijatuhkannya ke tanah. Maka heranlah orang-orang kampung itu melihatnya dan beroleh malulah orang pemuda yang mengajaknya berlomba.

Nilai yang paling menonjol dalam kutipan hikayat tersebut adalah ....
0%
0%
100%
0%
0%
View this question
Cermati kalimat berikut!

Kasian anak itu! Padahal dia dulu anaknya baik, namun harus meninggal begitu saja secara tragis. Apakah ini adil?

Unsur kebahasaan teks anekdot yang terdapat dalam teks tersebut adalah ....
0%
0%
0%
0%
0%
View this question
Cermati ringkasan teks hikayat!

Hikayat Hang Tuah

Pada zaman dahulu, di negeri Melaka, hiduplah seorang pemuda bernama Hang Tuah. Ia adalah seorang hulubalang yang gagah berani dan setia kepada Sultan Mansur Shah. Suatu hari, Sultan memerintahkan Hang Tuah untuk membunuh Hang Jebat, sahabatnya sendiri, karena Hang Jebat dianggap telah memberontak. Dengan hati berat, Hang Tuah menjalankan perintah itu. Namun, setelah membunuh Hang Jebat, Hang Tuah merasa bersalah dan memutuskan untuk meninggalkan istana. Ia pergi ke hutan dan hidup sebagai pertapa.

Di hutan itu, Hang Tuah bertemu dengan seorang pertapa tua yang bijak. Pertapa itu mengajarinya tentang nilai-nilai kehidupan, seperti kesetiaan, keadilan, dan pengorbanan. Hang Tuah belajar bahwa seorang pemimpin harus bijak dalam mengambil keputusan, tidak hanya berdasarkan perintah, tetapi juga berdasarkan hati nurani. Akhirnya, Hang Tuah kembali ke istana dan menjadi hulubalang yang lebih bijak, membantu Sultan dalam menghadapi berbagai tantangan.

Dalam hikayat ini, diceritakan pula tentang persahabatan Hang Tuah dengan Hang Jebat, yang penuh dengan pengorbanan. Hang Jebat mati demi membela kehormatan, sedangkan Hang Tuah hidup demi kesetiaan. Kisah ini mengajarkan bahwa kehidupan penuh dengan pilihan sulit, dan manusia harus mampu memilih jalan yang benar.

Mengapa Hang Tuah meninggalkan istana setelah membunuh Hang Jebat?
0%
100%
0%
0%
0%
View this question

Want instant access to all verified answers on 103.156.216.167?

Get Unlimited Answers To Exam Questions - Install Crowdly Extension Now!

Browser

Add to Chrome