logo

Crowdly

Browser

Add to Chrome

SUMATIF SEMESTER GANJIL T.A. 2025/2026

Looking for SUMATIF SEMESTER GANJIL T.A. 2025/2026 test answers and solutions? Browse our comprehensive collection of verified answers for SUMATIF SEMESTER GANJIL T.A. 2025/2026 at 103.156.216.167.

Get instant access to accurate answers and detailed explanations for your course questions. Our community-driven platform helps students succeed!

Cermatilah penggalan hikayat berikut!

Hm… jadi kau mulai berjudi, anakku? Betapa kecil pun apa yang kau pertaruhkan, Ayah tidak suka. Semua memang dari yang kecil-kecil dulu. Pada akhirnya, kau akan menjadi penjudi besar kalau tidak kau hentikan dari sekarang! Judi merupakan kunci dari kejahatan lainnya. Kalau kau suka berjudi, berarti kau telah memupuk sifat jahat! Kalau menang, kau akan berfoya-foya. Kalau kalah, kau akan mencuri, merampok, dan menggarong. Ingat akan orang tuamu, anakku. Ayah adalah orang yang beribadat, taat beragama, dan disegani orang. Kau harus taat pula beragama seperti ayahmu. Orang yang tidak beragama mudah tersesat.

(Terjadinya Selat Bali)

Unsur intrinsik yang menonjol dalam petikan cerita rakyat di atas adalah . . . .
0%
0%
0%
0%
0%
View this question
Cermati teks anekdot berikut!

Suatu pagi, Budi pergi ke kantor layanan publik untuk mengurus kartu identitas baru. Di pintu masuk tertempel spanduk besar bertuliskan "Pelayanan Kilat dan Ramah!". Namun setelah tiba di loket, pegawainya malah sibuk bermain ponsel dan berkata, "Silakan tunggu sebentar, Mas… sebentar lagi jam istirahat."

Setelah menunggu hampir satu jam, Budi bertanya, "Pak, kapan saya dilayani?"

Pegawai itu menjawab tanpa menoleh, "Sabar ya, pelayanan kilat itu maksudnya… cepat sekali habis waktunya." Budi hanya bisa geleng-geleng kepala sambil melihat pegawai lain yang juga sibuk memegang ponsel.

Sindiran dalam anekdot tersebut terutama diarahkan pada ….
100%
0%
0%
0%
0%
View this question
Bacalah teks anekdot berikut!

Calon Pemimpin dan Janji Manis

Dalam sebuah acara kampanye, seorang calon pemimpin berpidato dengan semangat membara. "Jika saya terpilih, saya akan memberantas korupsi sampai ke akar-akarnya! Tidak akan ada lagi kemiskinan! Semua rakyat akan hidup makmur!"

Seorang kakek tua yang duduk di barisan depan berbisik kepada cucunya, "Nak, kakek sudah sering dengar janji begitu sejak kakek muda. Dulu kakek percaya, sekarang kakek cuma bisa tersenyum."

Cucunya bertanya, "Kenapa tersenyum, Kek?"

Kakek itu menjawab, "Karena janji itu seperti permen. Manis di awal, tapi setelah dimakan, tinggal bungkusnya saja."

Cucu itu mengangguk-angguk sambil memandang calon pemimpin yang masih berteriak lantang.

Pernyataan yang sesuai dengan isi anekdot tersebut adalah ...

(Pilih tiga jawaban yang tepat)
0%
0%
0%
0%
0%
View this question
Bacalah teks anekdot berikut!

Calon Pemimpin dan Janji Manis

Dalam sebuah acara kampanye, seorang calon pemimpin berpidato dengan semangat membara. "Jika saya terpilih, saya akan memberantas korupsi sampai ke akar-akarnya! Tidak akan ada lagi kemiskinan! Semua rakyat akan hidup makmur!"

Seorang kakek tua yang duduk di barisan depan berbisik kepada cucunya, "Nak, kakek sudah sering dengar janji begitu sejak kakek muda. Dulu kakek percaya, sekarang kakek cuma bisa tersenyum."

Cucunya bertanya, "Kenapa tersenyum, Kek?"

Kakek itu menjawab, "Karena janji itu seperti permen. Manis di awal, tapi setelah dimakan, tinggal bungkusnya saja."

Cucu itu mengangguk-angguk sambil memandang calon pemimpin yang masih berteriak lantang.

Analisislah mengapa janji calon pemimpin dianalogikan seperti "permen" dalam anekdot tersebut!

(Pilih empat jawaban yang tepat)
0%
0%
0%
0%
0%
View this question
Perhatikan kutipan teks berikut ini!

            Adapun Raja Kabir itu takluk kepada Buraksa dan akan menyerahkan putrinya, Puteri Kemala Sari sebagai upeti. Kalau tiada demikian, negeri itu akan dibinasakan oleh Buraksa. Ditambahkannya bahwa Raja Kabir sudah mencanangkan bahwa barang siapa yang dapat membunuh Buraksa itu akan dinikahkan dengan anak perempuannya yang terlalu elok parasnya itu. Hatta berapa lamanya Puteri Kemala Sari pun sakit mata, terlalu sangat. Para ahli nujum mengatakan hanya air susu harimau yang beranak mudalah yang dapat menyembuhkan penyakit itu. Baginda bertitah lagi. "Barang siapa yang dapat susu harimau beranak muda, ialah yang akan menjadi suami tuan puteri."

                                                                                                                                                            (Hikayat Indra Bangsawan)

Kata arkais yang terdapat dalam kutipan hikayat di atas adalah ….
0%
0%
0%
0%
0%
View this question
Cermatilah teks anekdot berikut!                                              Kuliah di Jurusan Hukum

Seorang mahasiswa baru bertanya kepada seniornya di fakultas hukum, "Bang, kenapa ya banyak sekali mahasiswa yang masuk jurusan hukum?"

Sang senior tersenyum, "Oh, itu karena mereka ingin mencari keadilan."

Mahasiswa baru itu manggut-manggut. "Lalu, setelah lulus, apakah mereka berhasil menemukan keadilan itu?"

Seniornya tertawa, "Setelah lulus, biasanya mereka sibuk mencari pekerjaan, Dek. Keadilan biar nanti di akhirat saja."

Bagian yang menunjukkan adanya sindiran terhadap suatu fenomena sosial adalah ...
0%
0%
0%
0%
0%
View this question
Cermati teks hikayat berikut ini!

Maka tersebutlah perkataan Indera Bangsawan, seorang raja di negeri Kubah Nagara. Raja itu terlalu amat kasih dan sayang akan rakyatnya. Adalah ia mempunyai dua orang putera kembar, yang seorang bernama Syah Alam Syah, yang seorang lagi bernama Indera Bangsawan. Tiap-tiap malam baginda bermimpi bertemu dengan seorang dewata yang memberinya azimat berupa tanduk kambing. Kata dewata itu, "Apabila telah sampai masanya, berikanlah azimat ini kepada puteramu yang dapat mencari buluh perindu di puncak Gunung Jerai."

Setelah genap 15 tahun usia kedua puteranya, baginda pun berdayung sampan ke sungai yang berliku-liku untuk bertemu dengan gurunya. Gurunya berkata, "Duli Tuanku, hendaklah Tuanku lepaskan putera-puteramu untuk mengembara mencari buluh perindu. Barang siapa yang dapat membawa buluh perindu, dialah yang patut menjadi raja." Indera Bangsawan dan Syah Alam Syah pun memohon diri kepada baginda untuk melaksanakan titah tersebut. Setelah beberapa lama mengembara, mereka bertemu dengan seorang orang sakti yang memberikan petunjuk. Syah Alam Syah memilih jalan lurus, tetapi bertemu dengan raksasa. Indera Bangsawan memilih jalan yang penuh cobaan, dan karena kesaktiannya, ia berhasil menaklukkan segala marabahaya.

Latar belakang cerita dalam kutipan hikayat tersebut menunjukkan ciri istana sentris karena ....
0%
0%
0%
100%
0%
View this question
Cermati teks hikayat berikut ini!

Maka tersebutlah perkataan Indera Bangsawan, seorang raja di negeri Kubah Nagara. Raja itu terlalu amat kasih dan sayang akan rakyatnya. Adalah ia mempunyai dua orang putera kembar, yang seorang bernama Syah Alam Syah, yang seorang lagi bernama Indera Bangsawan. Tiap-tiap malam baginda bermimpi bertemu dengan seorang dewata yang memberinya azimat berupa tanduk kambing. Kata dewata itu, "Apabila telah sampai masanya, berikanlah azimat ini kepada puteramu yang dapat mencari buluh perindu di puncak Gunung Jerai."

Setelah genap 15 tahun usia kedua puteranya, baginda pun berdayung sampan ke sungai yang berliku-liku untuk bertemu dengan gurunya. Gurunya berkata, "Duli Tuanku, hendaklah Tuanku lepaskan putera-puteramu untuk mengembara mencari buluh perindu. Barang siapa yang dapat membawa buluh perindu, dialah yang patut menjadi raja." Indera Bangsawan dan Syah Alam Syah pun memohon diri kepada baginda untuk melaksanakan titah tersebut. Setelah beberapa lama mengembara, mereka bertemu dengan seorang orang sakti yang memberikan petunjuk. Syah Alam Syah memilih jalan lurus, tetapi bertemu dengan raksasa. Indera Bangsawan memilih jalan yang penuh cobaan, dan karena kesaktiannya, ia berhasil menaklukkan segala marabahaya.

Konjungsi yang menyatakan urutan waktu atau kronologis dalam teks tersebut adalah ....
0%
0%
0%
0%
0%
View this question
Cermatilah penggalan hikayat berikut!

(1) Raja Indra Bungsu dari Negeri Kobat Syahrial, sudah lama menjadi Raja tetapi tiada juga beroleh putra. (2) Maka pada suatu hari, dia pun menyuruh orang membaca doa qunut dan memberi sedekah kepada fakir dan miskin. (3) Hatta berapa lamanya, tuan putri Siti Kendi pun hamillah dan bersalin dua orang putra laki-laki. (4) Adapun yang tua lahir bersamaan dengan panah dan yang muda lahir bersamaan dengan pedang. (5) Maka baginda pun terlalu amat suka cita dan menamai anaknya yang tua Syah Peri dan yang muda Indra Bangsawan.

Kalimat yang berisi karakteristik sastra Melayu kuno yang menunjukkan kemustahilan  terdapat pada nomor ....
0%
0%
0%
100%
0%
View this question
Cermati kalimat ini!Di bawah ini yang bukan termasuk ciri-ciri cerita rakyat adalah ....
0%
100%
0%
0%
0%
View this question

Want instant access to all verified answers on 103.156.216.167?

Get Unlimited Answers To Exam Questions - Install Crowdly Extension Now!

Browser

Add to Chrome