logo

Crowdly

Browser

Add to Chrome

Keperawatan Psikiatri S1 Section B

Looking for Keperawatan Psikiatri S1 Section B test answers and solutions? Browse our comprehensive collection of verified answers for Keperawatan Psikiatri S1 Section B at moodle.unai.edu.

Get instant access to accurate answers and detailed explanations for your course questions. Our community-driven platform helps students succeed!

Seorang perempuan berusia 35 tahun dirawat di RSJ dengan

keluhan makan sembarangan, tidak mau mandi, tidak mau keluar rumah, curiga

dengan suaminya, bicara sendiri dan kacau. Pasien tidak minum obat sejak 10

hari yang lalu. Suami pasien mengatakan bahwa selama di rumah rambut pasien

kotor, badan bau, rambut acak-acakan. Pasien lebih sering diam bila ditanya

tetapi mulut komat-kamit. Suami dan anak pasien kadang takut karena pasien suka

bicara ketus dan mata melotot, apalagi bila ditanya alasan pasien marah dan

sering curiga kepada suaminya. Saat pengkajian, kontak mata tidak ada, pasien

menyendiri, tidak menjawab saat ditanya.

Apakah tujuan tindakan keperawatan

pada kasus di atas?

0%
0%
0%
100%
0%
View this question

Seorang perempuan berusia 35 tahun dirawat di RSJ dengan

keluhan makan sembarangan, tidak mau mandi, tidak mau keluar rumah, curiga

dengan suaminya, bicara sendiri dan kacau. Pasien tidak minum obat sejak 10

hari yang lalu. Suami pasien mengatakan bahwa selama di rumah rambut pasien

kotor, badan bau, rambut acak-acakan. Pasien lebih sering diam bila ditanya

tetapi mulut komat-kamit. Suami dan anak pasien kadang takut karena pasien suka

bicara ketus dan mata melotot, apalagi bila ditanya alasan pasien marah dan

sering curiga kepada suaminya. Saat pengkajian, kontak mata tidak ada, pasien

menyendiri, tidak menjawab saat ditanya.

Apakah tujuan tindakan

keperawatan pada kasus di atas?

0%
0%
0%
100%
0%
View this question

Seorang laki-laki berusia 33 tahun dirawat di RSJ dengan

keluhan mengurung diri di kamar, tidak mau mandi, malas makan, bicara dan

tertawa sendiri sejak lima hari yang lalu. Pasien bercerai dengan istrinya

setahun yang lalu karena istrinya selingkuh. Pasien memiliki dua orang anak

yang sudah bersekolah. Kedua anak tinggal bersama dengan pasien. Pada saat

pengkajian, pasien sering mengatakan: “saya tidak tahan lagi” jika sedang

bercerita tentang kehidupan rumah tangganya di masa lalu. Ekspresi wajah sedih,

kadang gembira berlebihan.

Apa faktor yang mungkin dapat

mencegah berlanjutnya masalah utama pada kasus di atas?

0%
0%
0%
100%
0%
View this question

Seorang laki-laki berusia 21 tahun dirawat di RSJ dengan

keluhan mengurung diri di kamar, menangis terus tanpa sebab, menolak mandi,

makan kurang, banyak minum kopi dan merokok. Pasien tidak lulus ujian masuk PTN

dua bulan yang lalu. Saat pengkajian, pasien makan berceceran, rambut

berantakan, menyendiri, kontak mata kurang.

Apakah tindakan keperawatan yang

tepat pada kasus di atas?

100%
0%
0%
0%
0%
View this question

Seorang laki-laki berusia 30 tahun dirawat di RSJ dengan

keluhan sering bicara dan tertawa sendiri, marah-marah, memecahkan alat rumah

tangga, mengurung diri di kamar. Saat pengkajian, ekspresi wajah pasien sedih,

mengatakan bahwa dirinya tidak berhasil seperti kakaknya.

Apakah tujuan asuhan keperawatan

yang tepat untuk kasus di atas?

0%
0%
0%
0%
100%
View this question

Seorang perempuan berusia 30 tahun dibawa ke RSJ dengan

keluhan keluyuran di malam hari, makan berceceran, mengganggu warga, tertawa

dan bicara sendiri, BAB/BAK sembarangan. Pasien sudah diajarkan cara

menghardik, cara mandi dan makan yang benar, cara menarik nafas dalam. Pada

saat ini, pasien sudah diajarkan cara BAB/BAK di kamar mandi.

Apakah tujuan asuhan keperawatan

untuk kasus di atas?

0%
100%
0%
0%
0%
View this question

Seorang laki-laki berusia 25 tahun dibawa ke RSJ oleh

keluarga dengan keluhan bicara dan tertawa sendiri, mengurung diri di kamar,

tidak mau mandi, makan kurang, banyak merokok, dan merusak perabotan di rumah.

Keluarga mengatakan bahwa gejala timbul satu minggu setelah pasien putus dengan

pacarnya. Pada saat pengkajian, pasien mengatakan bahwa dirinya jelek sehingga

pacarnya memutuskan hubungan mereka. Saat interaksi, intonasi suara pasien

rendah, lambat berbicara dan pelan, kontak mata kurang, dan sering menunduk.

Setelah perawat dan pasien mendiskusikan aspek positif dan kemampuan yang

dimiliki pasien, perawat memberikan kesempatan kepada pasien untuk memilih

salah satu kemampuan yang akan dilatih.

Termasuk dalam kategori apakah

upaya perawat untuk meningkatkan harga diri pasien?

0%
0%
100%
0%
0%
View this question

Seorang perempuan berusia 27 tahun dirawat di RSJ dengan

keluhan mengurung diri di kamar, marah-marah tanpa sebab, bicara dan tertawa

sendiri, merusak alat rumah tangga. Pada saat pengkajian pasien menunduk,

selalu meminta maaf karena kesalahannya. Pasien sudah melakukan kemampuan yang

dilatih oleh perawat sesuai dengan keinginan pasien.

Apakah tindakan keperawatan yang

tepat untuk kasus di atas?

0%
100%
0%
0%
0%
View this question

Seorang perempuan berusia 46 tahun dirawat di RSJ

dengan keluhan marah-marah di rumah, merusak alat rumah tangga, berbicara

sendiri, tidak mau mandi dan mengurung diri di kamar. Hasil pengkajian didapati

bahwa pasien bercerai dengan suaminya tiga bulan yang lalu. Pasien pernah

dirawat di RSJ dengan keluhan yang sama lima tahun yang lalu. Pasien tidak

teratur minum obat. Saat ini keluarga pasien datang menjenguk dan saat

diwawancarai oleh perawat didapati keluarga tidak tahu cara merawat pasien di

rumah saat pasien mengamuk.

Apakah tindakan

keperawatan yang tepat untuk kasus di atas?

0%
0%
0%
100%
0%
View this question

Seorang laki-laki berusia 29 tahun dibawa ke UGD RSJ dengan

keluhan marah-marah tanpa sebab, bicara sendiri, mengurung diri di kamar, tidak

mau mandi, bicara kacau. Empat bulan sebelum masuk rumah sakit, pasien

diceraikan oleh istrinya. Pasien sudah menikah delapan tahun tetapi belum

memiliki anak. Semenjak bercerai, pasien lebih suka menyendiri, menangis, dan

menyalahkan dirinya. Pasien sudah diajarkan cara mengontrol halusinasi dengan

cara menghardik dan bercakap-cakap dengan orang lain, cara berkenalan dengan

dua orang pasien di ruang rawat, diajarkan cara mandi yang benar, diajarkan

cara mengontrol marah dengan cara tarik nafas dalam dan pukul kasur/bantal,

melakukan satu kemampuan yang dimilki pasien. Saat pengkajian, pasien sudah

diajarkan cara makan dengan benar tetapi pasien masih meninggalkan peralatan

makan di meja makan setelah makan.

Apakah evaluasi yang tepat untuk

kasus di atas?

0%
0%
100%
0%
0%
View this question

Want instant access to all verified answers on moodle.unai.edu?

Get Unlimited Answers To Exam Questions - Install Crowdly Extension Now!

Browser

Add to Chrome