logo

Crowdly

Browser

Add to Chrome

Keperawatan Psikiatri S1 Section B

Looking for Keperawatan Psikiatri S1 Section B test answers and solutions? Browse our comprehensive collection of verified answers for Keperawatan Psikiatri S1 Section B at moodle.unai.edu.

Get instant access to accurate answers and detailed explanations for your course questions. Our community-driven platform helps students succeed!

Seorang

kepala ruangan memiliki 18 pasien yang dirawat oleh timnya. Beberapa pasien

memiliki gambaran sebagai berikut:

Pasien A, laki-laki berusia 19 tahun dirawat

karena marah tanpa sebab, merusak perabotan di rumah dan mengganggu warga. Saat

ini pasien sering menolak bicara banyak, bicara perlahan tapi ketus, kontak

mata tidak ada, tangan dilipat.

Pasien B, perempuan berusia 34 tahun dirawat

karena bicara dan tertawa sendiri, sering menyendiri, makan berantakan. Hasil

operan mengatakan bahwa pasien memukul pasien lain tanpa sebab. Pasien terlihat

mondar-mandir, merebut makanan pasien lain sambil berteriak-teriak.

Pasien C, perempuan berusia 40 tahun dirawat

karena sering mengurung diri di kamar, bicara dan tertawa sendiri, serta marah

tanpa sebab. Saat pengkajian pasien mengatakan kesal dengan pasien B yang

merebut makanannya sambil berteriak.

Pasien D, laki-laki berusia 22 tahun dirawat

karena mengurung diri, tidak mau mandi dan menganggap dirinya panglima perang

kerajaan Majapahit. Saat ini pasien bicara sendiri, wajah tegang, berjalan

mondar-mandir. Pasien memaki pasien lain apabila tidak dituruti keinginannya.

Pasien E, perempuan berusia 30 tahun dirawat

karena curiga dengan suaminya. Hasil pengkajian didapati bahwa pasien melihat

suaminya berselingkuh walaupun pasien berada di rumah sakit. Pasien tampak

kesal, berbicara terus menerus menyalahkan suaminya karena tidak mengunjunginya

selama perawatan di rumah sakit sambil mencibirkan bibirnya.

Manakah dari antara pasien di atas yang

menunjukkan perilaku marah pasif?

100%
0%
0%
0%
0%
View this question

Seorang perempuan berusia 24 tahun dibawa ke UGD RSJ oleh

suami dan keluarganya dengan keluhan marah-marah tanpa sebab, curiga kepada

suami, menyendiri di kamar, tidak mau mandi dan berbicara sendiri sejak dua

minggu yang lalu. Saat pasien berinteraksi dengan perawat, pasien mengatakan

suaminya pasti selingkuh dengan perempuan lain, rambut berantakan, pandangan

sinis pada semua perawat wanita.

Apakah evaluasi asuhan

keperawatan yang tepat pada kasus di atas?

0%
0%
0%
0%
100%
View this question

Pasien laki-laki usia 25 tahun dirawat di RSJ

karena tidak mau makan, sering keluyuran di malam hari, mengganggu warga dan

bicara sendiri. Saat pengkajian pasien marah-marah, dan berbicara kasar kepada

perawat.

Apakah tujuan

tindakan keperawatan yang tepat untuk kasus di ata

s?

0%
0%
100%
0%
0%
View this question

Seorang perempuan berusia 26 tahun dirawat di RSJ dengan

keluhan sering keluyuran di malam hari, berteriak-teriak, tidak mau mandi,

makan sembarangan, memecahkan kaca rumah warga, banyak merokok dan minum kopi.

Pasien diberhentikan dari pekerjaannya sejak lima bulan yang lalu. Pada saat

pengkajian, pasien selalu mengatakan bahwa anaknya terlantar karena

kesalahannya akibat tidak dapat bekerja lagi. Afek sedih, kontak mata kurang.

Apa tujuan asuhan keperawatan

pada kasus di atas?

0%
0%
0%
0%
100%
View this question

Seorang perawat di komunitas menemukan seorang perempuan

berusia 22 tahun yang dikurung di rumahnya. Klien dikurung atas inisiatif dari

keluarga. Alasan klien dikurung adalah karena klien sering bicara dan tertawa

sendiri, merusak alat rumah tangga, tidak mau tidur, mengganggu warga, marah

tanpa sebab. Pasien pernah dirawat di RSJ dua tahun yang lalu tetapi tidak

pernah berobat lagi semenjak pulang dari RSJ dengan alasan masalah ekonomi.

Pada saat pengkajian, pasien lebih banyak diam saat ditanya, kontak mata

kurang.

Apakah diagnosa keperawatan utama

pada kasus di atas?

0%
100%
0%
0%
0%
View this question

Seorang laki-laki berusia 68 tahun dirawat di RSU dengan

keluhan nyeri perut bagian tengah, mual, muntah, tidak nafsu makan, sulit

tidur. Pasien terdiagnosa menderita kanker lambung stadium akhir dengan

metastase ke paru-paru, usus halus dan tulang belakang setelah pemeriksaan CT

Scan dan MRI.  Pasien lebih banyak diam,

muka murung, gelisah, sulit tidur, dan tidak mau makan. Perilaku pasienpun

berubah, seperti gampang tersinggung, tidak mau dibesuk, bicara ketus dan

sering menangis. Pada saat pengkajian, pasien miskin bicara, kontak mata

kurang, ekspresi wajah murung, tampak lemas. Tanda-tanda vital: tekanan darah

90/60 mmHg, Nadi 58 x/menit tidak teratur, pernafasan 16 x/menit. Hasil operan

perawat menunjukkan bahwa pasien menolak makan dan meminum obat apapun sudah

dua minggu hingga saat ini (saat dirawat di rumah sakit), pasien hanya minum

air sedikit saja.

Apakah diagnosa keperawatan yang

tepat untuk kasus di atas?

100%
0%
0%
0%
0%
View this question

Seorang laki-laki berusia 40 tahun dirawat di RSJ dengan

keluhan bicara dan tertawa sendiri, marah tanpa sebab, membanting alat rumah

tangga, menganggap dirinya seorang nabi, makan sembarangan, tidak mau mandi,

bicara kacau, mengurung diri di kamar. Pasien pernah dirawat di RSJ dua tahun

yang lalu dan pernah meminum racun serangga sebelum dibawa ke RSJ pada tahun

yang sama. Pasien bercerai dengan istrinya tiga tahun yang lalu. Saat ini,

pasien lebih banyak diam, tidak mau ikut kegiatan di ruangan, lebih suka tidur di

kamar. Pasien sudah diajarkan cara berkenalan, menghardik halusinasi, menarik

nafas dalam dan pukul kasur/bantal untuk mengendalikan emosi, dan mandi serta

menyikat gigi.

Apakah evaluasi asuhan

keperawatan yang tepat untuk kasus di atas?

0%
100%
0%
0%
0%
View this question

Seorang perempuan berusia 29 tahun dirawat di RSJ dengan

keluhan marah-marah tanpa sebab, tidak mau mandi, mengurung diri di kamar, dan

merusak alat rumah tangga. Pasien pernah putus pacar saat di bangku kuliah.

Pasien sudah bercerai dengan suaminya satu tahun yang lalu dan anak tinggal

bersama mantan suaminya. Pasien pernah dirawat di RSJ lima tahun yang lalu dan

berobat jalan hingga saat ini. Tiga hari sebelum masuk rumah sakit, pasien

menolak minum obat. Saat pengkajian, pasien mengatakan mendengar suara anaknya

mengajak bermain, kontak mata kurang, menunduk saat berinteraksi, lebih suka

menyendiri.

Apakah faktor presipitasi untuk

diagnosa keperawatan di atas?

0%
100%
0%
0%
0%
View this question

Seorang laki-laki berusia 22 tahun dirawat di RSJ dengan

keluhan sering mengurung diri di kamar, tidak mau merawat diri, berbicara dan

tertawa sendiri, marah tanpa sebab. Pasien pernah dua kali dirawat di RSJ

dengan keluhan yang sama. Pada saat pengkajian, pasien memejamkan mata sambil

berbaring di tempat tidur, kontak mata kurang, tidak mau diajak berbicara dulu

dan selalu mengatakan sedang mendapat ilham dari Tuhan dan berbicara dengan

Tuhan. Pagi ini pasien makan hanya setengah porsi, rambut acak-acakan.

Apakah data-data yang tepat untuk

menegakkan diagnosa keperawatan utama pada kasus di atas?

0%
100%
0%
0%
0%
View this question

Pasien usia 25 tahun dirawat di RSJ karena tidak

mau makan, sering keluyuran di malam hari, mengganggu warga dan bicara sendiri.

Saat pengkajian pasien marah-marah, dan berbicara kasar kepada perawat. Pasien

sudah diajarkan cara  perawatan diri

secara mandiri, sudah diajarkan cara halusinasi 

dan diajarkan cara berkenalan dengan pasien dan perawat yang lain.

Apakah evaluasi yang

tepat untuk kasus di atas?

0%
0%
100%
0%
0%
View this question

Want instant access to all verified answers on moodle.unai.edu?

Get Unlimited Answers To Exam Questions - Install Crowdly Extension Now!

Browser

Add to Chrome