Looking for Keperawatan Psikiatri S1 Section B test answers and solutions? Browse our comprehensive collection of verified answers for Keperawatan Psikiatri S1 Section B at moodle.unai.edu.
Get instant access to accurate answers and detailed explanations for your course questions. Our community-driven platform helps students succeed!
Manakah pernyataan di bawah yang menggambarkan pengorganisasian di ruangan MPKP?
Seorang perempuan berusia 26 tahun dibawa ke UGD RSJ dengan keluhan mengurung diri di kamar, menangis tanpa sebab, tidak mau mandi, malas makan sejak lima hari yang lalu. Keluarga pasien mengatakan bahwa pasien pernah ditinggal menikah oleh pacarnya tahun lalu dan semenjak itu muncul gejala gangguan jiwa. Pasien pernah putus pacar saat duduk di bangku SMP dan SMA. Pasien tinggal bersama orangtuanya, pasien adalah anak pertama dari tiga bersaudara. Adik pasien menikah satu minggu yang lalu. Terdapat dermatitis seborrhoik pada kepala, siku dan lutut pasien yang timbul seminggu yang lalu. Pada saat pengkajian, pasien tampak senang berlebihan, selalu membicarakan tentang surga.
Apakah faktor presipitasi masalah keperawatan utama pada kasus di atas?
Seorang perempuan berusia 23 tahun dibawa ke UGD RSJ dengan keluhan mengurung diri di kamar, bicara dan tertawa sendiri, merusak alat rumah tangga, tidak mau mandi, makan kurang. Hasil pengkajian didapati data bahwa pasien pernah dirawat di RSJ tiga tahun yang lalu dengan keluhan yang sama dan pasien putus obat sejak dua minggu yang lalu. Pasien sudah diajarkan cara menghardik, mandi menggunakan sabun dan menyikat gigi, makan dengan cara yang benar. Pasien tampak menunduk saat interaksi, intonasi suara rendah dan pelan, gerakan motorik lambat, selalu menghindar bila diminta untuk melakukan kegiatan di ruangan dengan alasan pasien tidak bisa melakukan apa-apa.
Apakah diagnosa keperawatan yang tepat untuk kasus di atas?
Seorang perempuan berusia 19 tahun dirawat di RSJ dengan keluhan marah-marah tanpa sebab, berteriak dan bicara sendiri, tidak mau mandi, merusak alat rumah tangga, dan mengurung diri di kamar. Pasien sudah diajarkan cara menghardik, menarik nafas dalam, mandi, dan berkenalan. Pada saat interaksi, rambut pasien berantakan, gigi kuning, kulit berdaki. Kontak mata pasien kurang, inkoheren.
Apakah tindakan keperawatan yang tepat untuk kasus di atas?
Seorang perempuan berusia 25 tahun dibawa ke UGD RSJ dengan keluhan sering mengurung diri di kamar, bicara sendiri, tidak mau mandi, makan berceceran, marah tanpa sebab. Saat pengkajian, didapati data bahwa pasien diputus oleh pacarnya yang telah menikah dengan wanita lain. Pasien selalu mengatakan bahwa dirinya adalah Putri Indonesia tahun 2019. Pasien menolak duduk dekat dengan pasien yang lain kecuali dengan pasien tertentu, selalu membawa pakaiannya karena takut diambil oleh pasien lain sehingga tidak menjadi Putri Indonesia lagi. Pasien tampak sesekali berbicara ketus kepada beberapa pasien, pakaian tidak diganti setelah mandi.
Apakah tujuan asuhan keperawatan yang tepat untuk kasus di atas?
Seorang laki-laki berusia 31 tahun dibawa ke UGD dengan keluhan marah tanpa sebab, menangis berlebihan, bicara sendiri, mengurung diri di kamar, tidak mau mandi. Pasien bercerai dengan istrinya enam bulan yang lalu. Pada saat pengkajian, kontak mata pasien kurang, bicara sendiri, duduk sendirian di kamar. Pasien sudah diajarkan cara menarik nafas dalam, mandi dan menyikat gigi, berkenalan dengan perawat, dan melakukan satu kemampuan yang dimiliki oleh pasien.
Apakah evaluasi yang tepat untuk kasus di atas?
Seorang perempuan, berusia 52 tahun dirawat di RSJ yang kedelapan kalinya dengan keluhan makan berantakan, tidak mau mandi, bicara sendiri, merusak alat rumah tangga, membentur-benturkan kepala ke tembok, dan mengurung diri di kamar. Pada saat pengkajian, pasien membentak pasien lain supaya memberikan hormat kepadanya sebagai presiden di negara Asia. Wajah pasien tampang tegang, mata melotot, intonasi suara tinggi.
Apakah intervensi keperawatan yang tepat untuk kasus di atas?
Seorang laki-laki berusia 41 tahun dirawat di RSJ dengan keluhan bicara dan tertawa sendiri, mengaku sebagai keturunan Bangsa Israel dan memiliki istri sebagai permaisuri kerajaan Inggris, tidak mau mandi, memakai baju berlapis-lapis, sering berteriak-teriak sambil merusak alat-alat rumah. Pasien curiga kepada orang lain, terutama pasien laki-laki (Bapak Ab) yang akan merebut istrinya. Pasien mengaku pernah melihat Bapak Ab duduk bersama istri pasien di taman RSJ. Perawat mengetahui bahwa pasien dan Bapak Ab berasal dari tempat yang berbeda propinsi, dan istri pasien belum pernah menjenguk pasien hingga saat ini.
Tahap apakah halusinasi yang dialami oleh pasien pada kasus di atas?
Seorang laki-laki berusia 38 tahun dibawa oleh keluarganya ke RSJ dengan keluhan marah-marah, tidak mau mandi, bicara dan tertawa sendiri, keluyuran di malam hari, kurang makan tetapi banyak merokok dan minum kopi, putus obat sejak dua minggu yang lalu. Perawat sudah mengajarkan mandi, menghardik halusinasi, tarik nafas dalam. Pada saat TAK, pasien ditertawakan oleh pasien lain. Pasien menjadi lebih banyak menyendiri, mengatakan bahwa dirinya jelek, ekspresi wajah sedih, menjawab apabila ditanya, kontak mata kurang, intonasi suara rendah dan pelan.
Apakah tindakan keperawatan yang tepat untuk kasus di atas?
Pasien laki-laki usia 25 tahun dirawat di RSJ karena tidak mau makan, sering keluyuran di malam hari, mengganggu warga dan bicara sendiri. Saat pengkajian pasien marah-marah, dan berbicara kasar kepada perawat.
Apakah tujuan tindakan keperawatan yang tepat untuk kasus di ata