Looking for Keperawatan Psikiatri S1 Section B test answers and solutions? Browse our comprehensive collection of verified answers for Keperawatan Psikiatri S1 Section B at moodle.unai.edu.
Get instant access to accurate answers and detailed explanations for your course questions. Our community-driven platform helps students succeed!
Seorang laki-laki berusia 23 tahun dirawat di RSJ dengan keluhan mengurung diri di kamar, bicara dan tertawa sendiri, tidak mau mandi dan makan kurang. Pasien diputus pacarnya sekitar dua minggu yang lalu dan pernah tinggal kelas waktu di bangku SMP. Pasien sudah diajarkan cara berkenalan, cara mandi, menghardik halusinasi penglihatannya. Pada saat pengkajian, pasien sudah memilih kemampuan yang dapat dilakukan selama dirawat dan sudah dilatih oleh perawat. Perawat kemudian memasukkan dalam jadwal kegiatan harian sesuai jam yang diinginkan oleh pasien.
Termasuk dalam kategori apakah upaya perawat meningkatkan harga diri pasien dengan cara menjadwalkan kemampuan yang dilatih pada jadwal kegiatan harian pasien?
Seorang laki-laki berusia 41 tahun dirawat di RSJ dengan keluhan tidak mau mandi, mengurung diri di kamar, bicara dan tertawa sendiri, marah-marah dan berteriak-teriak, memecahkan alat rumah tangga sejak tiga minggu yang lalu. Pasien pernah dirawat di RSJ tiga bulan yang lalu dan baru keluar dari rumah sakit dua bulan yang lalu. Pasien tidak minum obat teratur. Pada saat pengkajian hari ini, keluarga pasien datang. Pasien tampak menunduk, kontak mata kurang, BAB sembarangan. Pasien sudah diajarkan cara menghardik, menarik nafas dalam, dan cara berkenalan.
Apakah intervensi yang tepat untuk keluarga pasien?
Seorang pasien laki-laki berusia 22 tahun dirawat di RSJ dengan keluhan sering mengurung di kamar, berteriak-teriak dan menganggap dirinya jendral, malas mandi, berbicara sendiri sejak tiga minggu yang lalu. Pada saat perawat sedang menyelesaikan operan dinas pagi, pasien memukul pasien lain, berteriak memaki pasien dan perawat, membanting kursi, mulut komat-kamit. Wajah pasien tampak tegang, kedua tangan dikepalkan, dan intonasi suara tinggi.
Apakah intervensi keperawatan yang tepat untuk kasus di atas?
Seorang perempuan berusia 26 tahun dirawat di RSJ dengan keluhan bicara dan tertawa sendiri, marah tanpa sebab, tidak mau merawat diri, makan kurang. Pada saat pengkajian, pasien tampak sedih, lebih banyak melamun, mengatakan ingin mati saja karena tidak ada gunanya lagi hidup di dunia.
Apakah tujuan asuhan keperawatan untuk kasus di atas?
Seorang laki-laki berusia 45 tahun dirawat di RSJ dengan keluhan mengurung diri di kamar, tidak mau mandi, marah tanpa sebab, merusak alat rumah tangga. Pasien sudah mampu mandi dan makan secara mandiri, mengontrol marah dengan cara tarik nafas dalam dan pukul kasur/bantal, dan masih memiliki satu teman di rumah sakit. Saat pengkajian, keluarga pasien datang. Pasien mengatakan tidak mau pulang ke rumah karena hanya akan mempermalukan keluarga.
Apa intervensi yang tepat untuk keluarga?
Seorang laki-laki berusia 26 tahun dirawat di RSJ dengan keluhan tertawa sendiri tetapi kemudian tiba-tiba membentak orang yang ada di sekitar pasien, merusak alat rumah tangga, memukul ibu pasien dan memaki-maki tetangganya. Saat pengkajian, didapati bekas luka pada kedua tangan akibat memecahkan kaca di rumah pasien tiga hari yang lalu.
Manakah data yang dapat digunakan untuk menegakkan diagnosa keperawatan yang tepat pada kasus di atas?
Seorang perempuan berusia 24 tahun dirawat di RSJ dengan keluhan mengurung diri di kamar, tidak mau mandi, bicara dan tertawa sendiri, makan sembarangan dan merusak alat rumah tangga. Pengalaman masa lalu yang menyakitkan bagi pasien adalah saat pasien ditinggal oleh pacarnya dan pacarnya menikah dengan teman dekatnya saat pasien duduk di bangku perkuliahan. Pasien pernah dirawat di RSJ satu tahun yang lalu. Pasien bercerai dengan suaminya tujuh bulan yang lalu. Pasien saat ini tinggal bersama orangtuanya dan tidak minum obat sejak tiga minggu yang lalu. Pada saat pengkajian, pasien lebih banyak menyendiri, tidak mau mengikuti kegiatan di ruangan, kontak mata tidak ada, miskin bicara.
Apakah faktor presipitasi pada kasus di atas?
Seorang laki-laki berusia 24 tahun dirawat di RSJ dengan keluhan mengurung diri di kamar, bicara dan tertawa sendiri, marah-marah tanpa sebab tidak mau mandi dan makan berceceran sejak satu minggu yang lalu. Hasil pengkajian didapati bahwa pasien pernah menggunakan narkoba sejak SMP, pernah dirawat di RSJ dengan keluhan yang sama pada dua tahun yang lalu. Pasien di PHK sebulan yang lalu, pernah tidak naik kelas waktu di SMP, putus pacar saat di SMA dan putus obat sejak seminggu sebelum masuk rumah sakit. Pasien tampak bicara sendiri, mulut komat-kamit, dan sering
Apakah faktor pencetus untuk kasus di atas?
Seorang laki-laki berusia 38 tahun dibawa ke RSJ dengan keluhan tidak mau mandi, mengurung diri di kamar, berbicara dan berteriak sendiri, selalu menangisi dirinya, dan membenturkan kepalanya ke dinding. Pada saat pengkajian, pasien mengatakan bahwa ia mendengar suara-suara yang mengejeknya dan menyuruh memukul pasien lain. Pasien tampak sesekali terlihat berbicara sendiri, rambut acak-acakan, kontak mata kurang, pasien menjawab saat ditanya oleh perawat dan pasien yang lain.
Apakah masalah keperawatan yang tepat untuk kasus di atas?
Seorang perempuan berusia 27 tahun dirawat di RSJ dengan keluhan sering mengganggu warga, malas mandi, makan sembarangan, marah tanpa sebab, berbicara sendiri dan menangis tanpa sebab, pernah meloncat dari jembatan sungai, keluyuran di malam hari. Pasien merupakan anak tunggal, pernah dirawat di RSJ dengan keluhan yang sama tiga tahun yang lalu. Tidak minum obat sejak dua minggu sebelum dirawat di RSJ. Pasien sudah diajarkan menarik nafas dalam, pukul kasur/bantal, mandi dan menyikat gigi, menghardik. Pada saat pengkajian, pasien mengalami , mulut komat-kamit, bicara inkoheren.
Apakah tindakan keperawatan yang tepat untuk kasus di atas?