logo

Crowdly

Browser

Додати до Chrome

Kejuruan

Шукаєте відповіді та рішення тестів для Kejuruan? Перегляньте нашу велику колекцію перевірених відповідей для Kejuruan в lms.smktarunabhakti.sch.id.

Отримайте миттєвий доступ до точних відповідей та детальних пояснень для питань вашого курсу. Наша платформа, створена спільнотою, допомагає студентам досягати успіху!

Dalam pengembangan website modern, JavaScript digunakan untuk membuat halaman web menjadi lebih interaktif. Namun, jika setiap permintaan data ke server menyebabkan halaman harus dimuat ulang, maka pengalaman pengguna akan menjadi kurang efisien.

Untuk mengatasi hal tersebut, pengembang dapat menggunakan AJAX (Asynchronous JavaScript and XML). Teknologi ini memungkinkan halaman web mengambil atau mengirim data ke server tanpa harus memuat ulang seluruh halaman.

Library jQuery menyediakan fungsi yang mempermudah implementasi AJAX, salah satunya menggunakan method $.ajax(). Dengan method ini, pengembang dapat mengirim permintaan data ke server dan menerima respon secara dinamis.

Teknik ini sering digunakan untuk menampilkan data seperti komentar, daftar produk, atau informasi lain tanpa perlu melakukan refresh halaman.

Perhatikan kode berikut

tf005-1.jpg

Kode program tersebut menunjukkan bahwa jQuery AJAX digunakan untuk mengambil data dari server dan menampilkannya pada elemen HTML tanpa harus memuat ulang halaman web.
100%
0%
Переглянути це питання
Dalam pengembangan aplikasi web modern, proses pengolahan data tidak selalu dilakukan dengan memuat ulang halaman. Teknologi AJAX (Asynchronous JavaScript and XML) memungkinkan halaman web mengirim dan menerima data dari server tanpa melakukan refresh halaman secara keseluruhan.

AJAX sering digunakan untuk berkomunikasi dengan API (Application Programming Interface). API memungkinkan aplikasi frontend mengambil atau mengirim data ke server menggunakan metode HTTP seperti GET, POST, PUT, dan DELETE.

Pada implementasi CRUD, metode POST biasanya digunakan untuk menambahkan data baru ke database. Data yang dikirim dari form pengguna akan diproses oleh API dan disimpan ke dalam database.

Dengan teknik ini, pengguna dapat menambahkan data baru secara dinamis tanpa harus berpindah halaman atau memuat ulang halaman web.

Perhatikan kode berikut

es033-1.jpg

Jelaskan bagaimana kode di atas menerapkan konsep CRUD menggunakan AJAX dan API, serta jelaskan fungsi dari preventDefault() pada kode tersebut.
Переглянути це питання
Dalam pengembangan aplikasi web menggunakan framework Laravel, pengembang biasanya menggunakan konsep MVC (Model, View, Controller) untuk memisahkan logika program. Model bertugas mengelola data, Controller mengatur alur proses aplikasi, dan View bertugas menampilkan data kepada pengguna.

Laravel menyediakan sistem template bernama Blade yang digunakan untuk membuat tampilan halaman web. Blade mempermudah pengembang dalam menulis kode HTML yang dapat digabungkan dengan logika pemrograman secara lebih rapi dan efisien.

Salah satu fitur Blade adalah template inheritance, yaitu teknik pewarisan template. Dengan fitur ini, pengembang dapat membuat satu template utama yang berisi struktur halaman seperti header, footer, dan layout utama, lalu halaman lain dapat mewarisi template tersebut.

Hal ini membuat kode tampilan menjadi lebih terstruktur dan menghindari pengulangan kode HTML pada setiap halaman.

Perhatikan kode berikut

layout.blade.php

Image failed to load: mc016-1.jpg

home.blade.php

Image failed to load: mc016-2.jpg

Berdasarkan kode tersebut, fungsi dari @yield('content') adalah ....
0%
0%
0%
100%
0%
Переглянути це питання
Dalam pengembangan website modern, penggunaan HTML, CSS, dan JavaScript memiliki peran yang berbeda namun saling melengkapi. HTML digunakan untuk menyusun struktur dasar halaman web seperti judul, paragraf, gambar, dan tombol.

CSS digunakan untuk mengatur tampilan visual halaman seperti warna, ukuran teks, tata letak, dan animasi. Dengan CSS, tampilan halaman dapat dibuat lebih menarik tanpa harus mengubah struktur HTML.

Sementara itu, JavaScript digunakan untuk menambahkan interaksi pada halaman web, seperti memproses klik tombol, menampilkan pesan, memvalidasi form, atau mengubah elemen halaman secara dinamis.

Seorang siswa mencoba membuat halaman web sederhana yang menampilkan sebuah kotak berwarna merah. Ketika kotak tersebut diklik, warnanya berubah menjadi hijau menggunakan JavaScript.

Perhatikan kode berikut

Image failed to load: mc015-1.jpg

Pertanyaan

Berdasarkan kode di atas, perubahan warna kotak dari merah menjadi hijau terjadi karena fungsi JavaScript yang ....
0%
100%
0%
0%
0%
Переглянути це питання

Image failed to load: mc020-1.jpg

Sinta sedang membuat aplikasi Flutter dengan tampilan yang mengikuti Material Design. Ia ingin membuat struktur dasar aplikasi yang konsisten di seluruh halaman.

Untuk itu, Sinta menggunakan sebuah widget utama sebagai root dari aplikasi. Widget ini memungkinkan penggunaan tema, routing, dan struktur dasar aplikasi secara keseluruhan.

Selain itu, Sinta menggunakan Scaffold di setiap halaman untuk membuat layout seperti AppBar dan body.

Dengan kombinasi tersebut, aplikasi yang dibuat menjadi lebih terstruktur dan sesuai dengan standar desain modern.

Widget utama yang digunakan sebagai root aplikasi berbasis Material Design adalah...
0%
0%
100%
0%
0%
Переглянути це питання
Framework Laravel menggunakan pola arsitektur MVC (Model, View, Controller). Pola ini digunakan untuk memisahkan logika aplikasi agar kode lebih terstruktur dan mudah dipelihara.

Model bertugas untuk mengelola data dan berinteraksi dengan database. Model biasanya merepresentasikan sebuah tabel dalam database dan digunakan untuk melakukan operasi seperti mengambil, menyimpan, atau memperbarui data.

View digunakan untuk menampilkan data kepada pengguna dalam bentuk halaman web. Pada Laravel, view biasanya dibuat menggunakan Blade Template yang memungkinkan pengembang menampilkan data secara dinamis.

Controller berfungsi sebagai penghubung antara model dan view. Controller menerima request dari pengguna, memproses data melalui model, lalu mengirimkan data tersebut ke view untuk ditampilkan.

Perhatikan kode berikut

Image failed to load: mr025-1.jpg

Berdasarkan kode tersebut, pernyataan yang benar adalah ....
100%
0%
100%
0%
0%
Переглянути це питання

Image failed to load: tf010-1.jpg

StatefulWidget digunakan dalam Flutter ketika tampilan aplikasi perlu berubah sebagai respons terhadap interaksi pengguna. Misalnya, saat pengguna menekan tombol, mengisi form, atau melakukan aksi lain yang memengaruhi tampilan, maka perubahan tersebut perlu dikelola dengan baik.

Untuk mengatur perubahan tersebut, Flutter menyediakan fungsi setState(). Fungsi ini digunakan untuk memberi tahu framework bahwa ada perubahan data yang memengaruhi tampilan, sehingga widget akan dibangun ulang (rebuild) dengan kondisi terbaru.

Sebaliknya, StatelessWidget digunakan untuk tampilan yang bersifat tetap atau tidak berubah setelah pertama kali dibuat. Widget jenis ini biasanya digunakan untuk menampilkan teks, ikon, atau elemen statis lainnya yang tidak memerlukan pembaruan dinamis.

Dengan demikian, StatefulWidget bersifat dinamis karena dapat berubah sesuai dengan kondisi atau interaksi pengguna. Hal ini membuatnya sangat penting dalam pembuatan aplikasi yang interaktif dan responsif.

Pernyataan:

StatefulWidget tidak dapat berubah setelah dibuat.
0%
100%
Переглянути це питання
Dalam pengembangan aplikasi menggunakan framework Laravel, database biasanya dibuat dan dikelola menggunakan fitur Migration. Migration berfungsi sebagai sistem pengontrol struktur database sehingga pengembang dapat membuat, mengubah, atau menghapus tabel menggunakan kode program.

Migration memudahkan tim pengembang karena struktur database dapat disimpan dalam bentuk kode dan dibagikan kepada anggota tim lainnya. Dengan demikian, setiap pengembang dapat memiliki struktur database yang sama tanpa harus membuat tabel secara manual di database.

Laravel menyediakan Schema Builder yang memungkinkan pengembang membuat tabel dan kolom dengan sintaks PHP. Selain itu, migration juga memiliki metode up() untuk membuat perubahan pada database dan down() untuk membatalkan perubahan tersebut.

Dengan menggunakan migration, proses pengelolaan database menjadi lebih terstruktur, terdokumentasi, dan mudah dikontrol menggunakan sistem version control.

Perhatikan kode berikut

Image failed to load: mr024-1.jpg

Berdasarkan kode migration di atas, pernyataan yang benar adalah ....
100%
0%
0%
100%
100%
Переглянути це питання
Sebuah tim pengembang web sedang membuat halaman sederhana untuk menampilkan sebuah tombol dan teks pada halaman website. Mereka menggunakan HTML untuk membuat struktur halaman, CSS untuk memberikan tampilan visual, dan JavaScript untuk memberikan interaksi pada pengguna.

Pada tahap awal, pengembang membuat sebuah paragraf teks dan sebuah tombol. Teks tersebut memiliki ID tertentu agar dapat diakses oleh JavaScript. Tujuannya adalah ketika tombol ditekan, teks pada halaman akan berubah.

CSS kemudian digunakan untuk memberikan warna pada teks agar lebih menarik. Hal ini menunjukkan bahwa CSS berfungsi untuk mengatur tampilan halaman tanpa mengubah struktur HTML yang sudah dibuat.

JavaScript kemudian digunakan untuk menangani peristiwa ketika tombol diklik. Script tersebut akan mengambil elemen teks menggunakan ID dan mengganti isi teksnya dengan pesan baru.

Perhatikan kode berikut

Image failed to load: mc014-1.jpg

Berdasarkan kode tersebut, peran JavaScript pada program di atas adalah ....
0%
0%
0%
100%
0%
Переглянути це питання

Image failed to load: mr030-1.jpg

Lina adalah seorang developer Flutter yang sedang mengembangkan aplikasi mobile dengan fitur yang cukup kompleks, seperti pengelolaan data pengguna, transaksi, dan tampilan yang dinamis. Dalam proses pengembangannya, ia menyadari bahwa penggunaan state management sangat penting agar data dapat dikelola dengan baik dan tampilan aplikasi tetap konsisten saat terjadi perubahan.

Pada tahap awal, Lina menggunakan setState() untuk mengelola perubahan data dalam skala kecil. Metode ini cukup efektif untuk aplikasi sederhana, namun ketika aplikasi mulai berkembang dan memiliki banyak halaman serta interaksi antar komponen, penggunaan setState() menjadi kurang efisien dan sulit untuk dipelihara.

Untuk mengatasi hal tersebut, Lina mulai mempelajari dan menerapkan pendekatan lain seperti Provider yang memudahkan pengelolaan state secara global dengan cara yang lebih terstruktur.

Selain itu, ia juga mencoba menggunakan Bloc (Business Logic Component) yang memisahkan logika bisnis dari tampilan sehingga kode menjadi lebih rapi dan mudah diuji.

Dari penjelasan di atas yang termasuk state management dalam Flutter adalah...?
100%
0%
100%
0%
100%
Переглянути це питання

Хочете миттєвий доступ до всіх перевірених відповідей на lms.smktarunabhakti.sch.id?

Отримайте необмежений доступ до відповідей на екзаменаційні питання - встановіть розширення Crowdly зараз!

Browser

Додати до Chrome