Looking for Bahasa Indonesia X (PSP) - 2425 test answers and solutions? Browse our comprehensive collection of verified answers for Bahasa Indonesia X (PSP) - 2425 at elabs-smaraw.labschool-unj.sch.id.
Get instant access to accurate answers and detailed explanations for your course questions. Our community-driven platform helps students succeed!
Bacalah teks berikut ini dengan saksama!
Raka (seorang turis) mendatangi tempat rental motor milik Pak Ketut di Bali.
Raka: Selamat pagi, Pak! Saya mau sewa motor untuk jalan-jalan di Bali. Ada motor yang tersedia?
Pak Ketut: Selamat pagi, Nak! Tentu ada. Kami punya beberapa pilihan motor. Mau yang matik atau manual?
Raka: Saya lebih nyaman pakai motor matik, Pak. Berapa harga sewanya per hari?
Pak Ketut: Untuk motor matik, harganya Rp100.000,00 per hari, sudah termasuk helm dan jas hujan.
Raka: Wah, agak mahal ya, Pak. Saya rencananya sewa tiga hari. Bisa dapat harga lebih murah?
Pak Ketut: Kalau sewa tiga hari, bisa saya kasih harga Rp270.000,00. Jadi, hemat Rp10.000,00 per hari.
Raka: Bagaimana kalau Rp250.000,00 untuk tiga hari? Saya juga akan isi bensinnya sendiri.
Pak Ketut: Waduh, kalau segitu saya rugi, Nak. Tapi begini, kalau Rp260.000,00, saya tetap kasih helm dan jas hujan.
Raka: Oke, saya setuju! Oh ya, motornya dalam kondisi bagus, kan?
Pak Ketut: Tentu, Nak! Sebelum disewakan, semua motor kami cek dulu. Ini kuncinya, dan tolong tunjukkan KTP sebagai jaminan, ya.
Raka: Baik, Pak. Ini KTP saya. Terima kasih.
Bagaimana cara Pak Ketut mempertahankan harga sewanya agar tetap menguntungkan?
Bacalah teks berikut ini dengan saksama!
Handphone Baru
Perihal handphone (hp ) barunya itu, sesungguhnya sudah lama Rani menginginkannya. Beberapa kali ia membujuk ayahnya agar dibelikan . Gagal meminta langsung pada ayahnya, Rani pun minta bantuan ibunya. Namun, tetap saja usaha Rani gagal. Minggu lalu, Rani benar-benar berusaha meyakinkan ayahnya betapa ia sangat membutuhkan
“Yah... Rani benar-benar perlu
“Ayah belum punya cukup uang untuk membeli , Ran. Lagipula kan sudah ada telepon rumah,” kata ayah sambil meletakkan koran ke atas meja.
“Tapi, Yah... semua teman Rani punya . Mereka dapat dengan mudah menelepon orang tuanya saat terpaksa pulang telat.”
“Lha kalau begitu kamu jangan pulang telat,” kata ayah lagi.
Rani hampir saja menangis.
“Tak hanya itu, Yah... Rani iri sama teman-teman Rani yang dapat dengan mudah mengunduh materi pembelajaran, mengirim tugas, bahkan berdiskusi untuk mengerjakan tugas-tugas tanpa harus keluar rumah,” kata Rani dengan kalimat yang runtut dan jelas. Kalimat yang sudah beberapa hari ia rancang untuk merayu ayahnya.
Mendengar penjelasan Rani, ayah melepas kacamatanya dan menatap Rani dengan lembut.
“Sebegitu pentingkah
Rani hampir saja melonjak kegirangan mendengar reaksi ayahnya.
“Iya, Yah. Apalagi guru-guru sering menugaskan kami untuk mengirim tugas ke grup atau mengunggah tugas di kan enak. Bisa buat diskusi bareng teman-teman sekaligus dapat mengakses internet melalui
“Hm ... Ayah akan membelikan untuk Rani, asal ....” ayah seakan sengaja menggoda Rani.
“Asal apa, Yah?” tanya Rani tak sabar.
“Asal Rani rajin belajar dan berjanji akan menggunakan itu untuk hal-hal yang positif.”
“Rani janji, Yah. Makasih ya, Ayah,” janji Rani sambil memeluk ayahnya.
Dalam proses negosiasi, salah satu pihak sering menggunakan alasan logis untuk meyakinkan lawan bicaranya. Pernyataan berikut yang menunjukkan upaya Rani dalam meyakinkan ayahnya dengan alasan logis adalah ....
Bacalah kutipan puisi ini dengan saksama!
Wahai sahabat
Untuk selamanya
Kita percaya
Tebarkan arah jangan pernah lelah
Untukmu sahabat
....
Tema puisi tersebut adalah ....Baca cermat puisi berikut ini!
Anggrek Bulan (karya: Muhammad Amin)
Sehabis Magrib, langit biru
Purnama menguning
Awan berselendang lembayung
Anggrek bulan di pohon rambutan
Purnama rebah di rantingnya
Benalu indah di pohon rambutan
Anggrek bulan mencium purnama
Anggrek bulan mandi cahaya
Citraan yang mendominasi puisi tersebut adalah ....
Bacalah dengan saksama kutipan teks biografi berikut!
Hamka terkenal sebagai pengarang novel dan cerita pendek yang berorientasi pada Islam. Nama lengkapnya adalah Haji Abdul Malik Karim Amarullah gelar Datuk Indomo, tetapi lebih dikenal dengan akronimnya, Hamka. Novelnya, Tenggelamnya Kapal van Der Wijck, sangat terkenal. Dia pernah digelari "orang alim pengarang roman". Hamka lahir 16 Februari 1908 di kampung Molek, Sungai Batang, Maninjau (Sumatra Barat) dan meninggal dunia pada tanggal 24 Juli 1981 di Jakarta. Ayahnya, Dr. Haji Abdul Karim Amarullah, seorang ulama pembaharu Islam terkemuka di Minangkabau. Pada zaman pendudukan Jepang ayah Hamka dengan pendirian yang kuat menentang penyembahan kepada Maharaja Jepang yang dipaksakan terhadap orang Indonesia karena perbuatan itu dianggapnya sebagai suatu perbuatan dosa bagi orang Islam sejati.
Kalimat pertanyaan yang sesuai dengan isi teks tersebut adalah …
Baca cermat puisi ini!
Ibunda (karya: Rendra)
Engkau adalah bumi, Mama aku adalah angin yang kembara. Engkau adalah kesuburan atau restu atau kerbau bantaian. Kuciumi wajahmu wangi kopi dan juga kuinjaki sambil pergi karena wajah bunda adalah bumi. Cinta dan korban tak bisa dibagi
Amanat yang terdapat pada puisi tersebut adalah ....
Bacalah teks berikut ini dengan saksama!
Dina seorang karyawan di sebuah perusahaan datang menemui bosnya di kantornya untuk membahas
Dina: "Selamat pagi, Pak Arman. Saya ingin membahas mengenai rencana karyawan tahun ini. Kami dari panitia mengusulkan lokasi di Puncak."
Pak Arman: di Puncak? Itu ide yang menarik. Tapi bagaimana dengan biayanya?"
Dina: "Kami sudah melakukan survei, Pak. Jika menggunakan villa dan bus pariwisata, total biayanya sekitar lima puluh juta rupiah untuk semua karyawan."
Pak Arman: "Wah, itu cukup besar. Apakah ada alternatif lokasi yang lebih murah?"
Dina: "Sebenarnya ada pilihan lain, Pak, yaitu di daerah Sentul. Biayanya bisa lebih hemat sekitar empat puluh juta rupiah, tetapi fasilitas dan suasananya tidak sebagus di Puncak."
Pak Arman: "Hmm… kalau kita tetap memilih Puncak, apakah ada cara untuk menekan biaya tanpa mengurangi kenyamanan?"
Dina: "Bisa, Pak. Kami bisa mencari sponsor dari vendor atau memilih paket yang lebih sederhana tanpa mengurangi acara inti. Jika setuju, kami juga bisa menyesuaikan menu konsumsi agar lebih efisien."
Pak Arman: "Itu ide yang bagus. Kalau begitu, saya setuju gathering tetap di Puncak, dengan catatan panitia harus menyesuaikan anggaran agar tidak melebihi empat puluh lima juta rupiah."
Dina: "Baik, Pak. Kami akan menyesuaikan anggaran dan mencari sponsor tambahan. Terima kasih atas persetujuannya!"
Pak Arman: "Sama-sama. Semoga acaranya berjalan lancar!"
Dalam struktur negosiasi, orientasi ditunjukkan oleh tuturan ...
Perhatikan kutipan puisi berikut!
Pahlawan Tak Dikenal (karya: Toto Sudarto Bahtiar) Sepuluh tahun yang lalu, dia terbaring Tetapi bukan tidur, sayang Sebuah lubang peluru bundar di dadanya Senyum bekunya berkata, kita sedang perang Dia tidak tahu bilamana ia datang Kedua tangannya memeluk senapan Dia tidak tahu untuk siapa dia datang Kemudian dia terbaring,
tetapi bukan tidur, sayang …………………………………………….
Rima puisi Pahlawan Tak Dikenal bait pertama adalah ....
Bacalah kutipan puisi ini dengan cermat!
Menyesal (karya A. Hasjmy)
Pagiku hilang sudah melayang
Hari mudaku sudah pergi
Sekarang petang datang membayang
Batang usiaku sudah tinggi
Aku lalai di hari pagi
Beta lengah dimasa muda
Kini hidup meracuni hati
Miskin ilmu miskin harta
Kata petang pada larik ketiga puisi tersebut bermakna ....
Baca kutipan puisi ini dengan cermat!
Di Negeri Amplop (karya: Mustofa Bisri)
Di negeri amplop Aladin menyembunyikan lampu wasiatnya, malu Samson tersipu-sipu, rambut keramatnya ditutupi topi rapi-rapi David Copperfield dan Houdini bersembunyi rendah diri Entah andaikata Nabi Musa bersedia datang membawa tongkatnya Amplop-amplop di negeri amplop mengatur dengan teratur hal-hal yang tak teratur menjadi teratur hal-hal yang teratur menjadi tak teratur memutuskan putusan yang tak putus membatalkan putusan yang sudah putus Amplop-amplop menguasai penguasa dan mengendalikan orang-orang biasa Amplop-amplop membeberkan dan menyembunyikan mencairkan dan membekukan mengganjal dan melicinkan Orang bicara bisa bisu Orang mendengar bisa tuli Orang alim bisa napsu Orang sakti bisa mati Di negeri amplop amplop-amplop mengamplopi apa saja dan siapa saja
Suasana hati yang digambarkan penulis pada puisi tersebut adalah ....