Looking for Bahasa Indonesia X (PSP) - 2425 test answers and solutions? Browse our comprehensive collection of verified answers for Bahasa Indonesia X (PSP) - 2425 at elabs-smaraw.labschool-unj.sch.id.
Get instant access to accurate answers and detailed explanations for your course questions. Our community-driven platform helps students succeed!
Perhatikan kutipan biografi berikut!
Ali Sadikin atau lebih dikenal dengan Bang Ali, lahir di Sumedang, Jawa Barat, pada 7 Juli 1927. Beliau adalah seorang Letnan Jenderal Korps Komando Angkatan Laut yang diberi oleh Presiden Soekarno pada tahun 1966 untuk menjadi Gubernur Jakarta.
Dalam karir nya sebagai Gubernur Jakarta, beliau melakukan berbagai hal untuk DKI Jakarta. Sebagai Gubernur Jakarta, Bang Ali memperhatikan kehidupan para yang telah lanjut usia di Jakarta yang pada waktu itu banyak bermukim di daerah tangki. Selain itu, semasa kepemimpinannya, Jakarta dijadikan tuan rumah untuk penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) dan sering menjadi juara umum. Selain itu, beliau ikut dalam penggagasan pembangunan Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Taman Impian Jaya Ancol, dan beberapa tempat
Kata tidak baku yang dicetak tebal pada paragraf tersebut adalah ….
Perhatikan kutipan berikut!
Ali Sadikin atau lebih dikenal dengan Bang Ali, lahir di Sumedang, Jawa Barat, pada 7 Juli 1927. Beliau adalah seorang Letnan Jenderal Korps Komando Angkatan Laut yang diberi oleh Presiden Soekarno pada tahun 1966 untuk menjadi Gubernur Jakarta.
Dalam karir nya sebagai Gubernur Jakarta, beliau melakukan berbagai hal untuk DKI Jakarta. Sebagai Gubernur Jakarta, Bang Ali memperhatikan kehidupan para yang telah lanjut usia di Jakarta yang pada waktu itu banyak bermukim di daerah tangki. Selain itu, semasa kepemimpinannya, Jakarta dijadikan tuan rumah untuk penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) dan sering menjadi juara umum. Selain itu, beliau ikut dalam penggagasan pembangunan Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Taman Impian Jaya Ancol, dan beberapa tempat
Salah satu keunggulan Ali Sadikin sebagai tokoh pemimpin terlihat dari kemampuannya dalam mengelola pembangunan Jakarta. Pernyataan berikut yang paling mencerminkan keunggulan tersebut adalah …
Perhatikan kutipan biografi berikut!
Ali Sadikin atau lebih dikenal dengan Bang Ali, lahir di Sumedang, Jawa Barat, pada 7 Juli 1927. Beliau adalah seorang Letnan Jenderal Korps Komando Angkatan Laut yang diberi oleh Presiden Soekarno pada tahun 1966 untuk menjadi Gubernur Jakarta.
Dalam karir nya sebagai Gubernur Jakarta, beliau melakukan berbagai hal untuk DKI Jakarta. Sebagai Gubernur Jakarta, Bang Ali memperhatikan kehidupan para yang telah lanjut usia di Jakarta yang pada waktu itu banyak bermukim di daerah Tangki. Selain itu, semasa kepemimpinannya, Jakarta dijadikan tuan rumah untuk penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) dan sering menjadi juara umum. Selain itu, beliau ikut dalam penggagasan pembangunan Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Taman Impian Jaya Ancol, dan beberapa tempat
Ide pokok paragraf kedua adalah ….
Perhatikan kutipan biografi berikut!
Sejak kecil, Chairil telah mendapatkan dukungan besar dari keluarganya. Dukungan tersebut memberikan pengaruh signifikan terhadap pola pikir dan kreativitasnya. Pada usia 15 tahun, ia telah membaca novel karya Sutan Takdir Alisjahbana. Dari pengalaman membaca tersebut, Chairil mulai menyadari bahwa sastra dapat menjadi alat perlawanan. Sejak saat itu, ia bertekad untuk menjadi seorang penulis.
Informasi yang paling tepat untuk melanjutkan kutipan biografi tersebut adalah ….
Perhatikan infografik berikut!
Kelemahan pada infografik biografi tokoh tersebut adalah ….
Perhatikan teks berikut!
(1) Calon penghuni kos : Permisi, Bu. Saya ingin melihat-lihat kosan yang kosong. Apakah ada, Bu?
(2) Ibu Kos : Ada, Mbak. Kamar yang kosong ada di lantai 2, ya, Mbak. Mari ikuti saya.
(3) Calon penghuni kos : Setelah saya lihat-lihat, saya cocok dengan kamar di lantai 2 ini.
(4) Ibu Kos : Baik, untuk sewanya langsung di tiga bulan dan dapat diskon sebanyak 200 ribu, ya, Mbak. Ini pengajuan menarik yang bisa saya berikan. Kalau untuk penghuni lain tidak ada diskon, Mbak. Ini karena Mbaknya bawa dua teman jadi saya berikan. Bagaimana?
(5) Calon penghuni kos : Boleh deh, Bu.
(6) Ibu Kos : Berarti
(7) Calon penghuni kos : Iya, Bu. Ini saya kabari dulu teman-teman saya.
(8) Ibu Kos : Nanti proses pembayarannya diurus pas sudah mau masuk, ya.
(9) Calon penghuni kos : Iya, Bu. Terima kasih.
Bentuk kesepakatan dalam
percakapan tersebut adalah …
Perhatikan teks berikut!
(1) Calon penghuni kos : Permisi, Bu. Saya ingin melihat-lihat kosan yang kosong. Apakah ada, Bu?
(2) Ibu kos : Ada, Mbak. Kamar yang kosong ada di lantai 2, ya, Mbak. Mari ikuti saya.
(3) Calon penghuni kos : Setelah saya lihat-lihat, saya cocok dengan kamar di lantai 2 ini.
(4) Ibu Kos : Baik, untuk sewanya langsung di tiga bulan dan dapat diskon sebanyak 200 ribu, ya, Mbak. Ini pengajuan menarik yang bisa saya berikan. Kalau untuk penghuni lain tidak ada diskon, Mbak. Ini karena Mbaknya bawa dua teman jadi saya berikan. Bagaimana?
(5) Calon penghuni kos : Boleh deh, Bu.
(6) Ibu kos : Berarti
(7) Calon penghuni kos : Iya, Bu. Ini saya kabari dulu teman-teman saya.
(8) Ibu kos : Nanti proses pembayarannya diurus pas sudah mau masuk, ya.
(9) Calon penghuni kos : Iya, Bu. Terima kasih.
Pengubahan kalimat langsung menjadi kalimat tidak langsung pada kalimat (3) yang tepat adalah …
Perhatikan teks berikut!
(1) Calon penghuni kos : Permisi, Bu. Saya ingin melihat-lihat kosan yang kosong. Apakah ada, Bu?
(2) Ibu Kos : Ada, Mbak. Kamar yang kosong ada di lantai 2, ya, Mbak. Mari ikuti saya.
(3) Calon penghuni kos : Setelah saya lihat-lihat, saya cocok dengan kamar di lantai 2 ini.
(4) Ibu Kos : Baik, untuk sewanya langsung di tiga bulan dan dapat diskon sebanyak 200 ribu, ya, Mbak. Ini pengajuan menarik yang bisa saya berikan. Kalau untuk penghuni lain tidak ada diskon, Mbak. Ini karena Mbaknya bawa dua teman jadi saya berikan. Bagaimana?
(5) Calon penghuni kos : Boleh deh, Bu.
(6) Ibu kKs : Berarti
(7) Calon penghuni kos : Iya, Bu. Ini saya kabari dulu teman-teman saya.
(8) Ibu Kos : Nanti proses pembayarannya diurus pas sudah mau masuk, ya.
(9) Calon penghuni kos : Iya, Bu. Terima kasih.
Dalam teks negosiasi, bagian nomor (1) termasuk ke
dalam struktur ….
Perhatikan teks berikut!
(1) Calon penghuni kos : Permisi, Bu. Saya ingin melihat-lihat kosan yang kosong. Apakah ada, Bu?
(2) Ibu Kos : Ada, Mbak. Kamar yang kosong ada di lantai 2, ya, Mbak. Mari ikuti saya.
(3) Calon penghuni kos : Setelah saya lihat-lihat, saya cocok dengan kamar di lantai 2 ini.
(4) Ibu Kos : Baik, untuk sewanya langsung di tiga bulan dan dapat diskon sebanyak 200 ribu, ya, Mbak. Ini pengajuan menarik yang bisa saya berikan. Kalau untuk penghuni lain tidak ada diskon, Mbak. Ini karena Mbaknya bawa dua teman jadi saya berikan. Bagaimana?
(5) Calon penghuni kos : Boleh deh, Bu.
(6) Ibu Kos : Berarti
(7) Calon penghuni kos : Iya, Bu. Ini saya kabari dulu teman-teman saya.
(8) Ibu Kos : Nanti proses pembayarannya diurus pas sudah mau masuk, ya.
(9) Calon penghuni kos : Iya, Bu. Terima kasih.
Kutipan yang tepat untuk memperbaiki teks tersebut agar menjadi teks negosiasi yang strukturnya lengkap adalah …
Perhatikan teks berikut!
Alya: Selamat siang, Bu Winda. Saya mewakili OSIS ingin mengajukan izin untuk mengadakan pentas
Bu Winda: Selamat siang, Alya. ya? Apa saja kegiatan yang direncanakan?
Alya: Kami merencanakan beberapa penampilan seperti drama, baca puisi, musik akustik, tari tradisional, dan tari modern. Kegiatan akan dilakukan di lapangan sekolah.
Bu Winda: Menarik, tapi apakah sudah dipikirkan soal keamanan dan ketertiban selama acara?
Alya: Sudah, Bu. Kami akan menugaskan panitia keamanan dari OSIS dan bekerja sama dengan guru piket untuk mengawasi jalannya acara.
Bu Winda: Bagaimana dengan durasi acara? Jangan sampai mengganggu kegiatan belajar.
Alya: Kami rencanakan di hari Jumat pagi agar tidak mengganggu KBM. Acara mulai pukul 06.15 sampai pukul 8 pagi, Bu.
Bu Winda: Baik, kalau semua sudah dipertimbangkan dengan matang, saya setuju. Tapi pastikan proposal diserahkan dan koordinasi dengan guru tetap dilakukan, ya.
Alya: Siap, Bu. Terima kasih banyak atas izinnya!
Bentuk tanggung jawab yang
ditunjukkan Alya dalam negosiasi tersebut adalah ….