Looking for Course 3837 test answers and solutions? Browse our comprehensive collection of verified answers for Course 3837 at oase.unud.ac.id.
Get instant access to accurate answers and detailed explanations for your course questions. Our community-driven platform helps students succeed!
Sebuah review memasukkan studi dengan follow-up 7 hari, 30 hari, dan 1 tahun untuk outcome “relapse”. Semua outcome digabung dalam satu pooled estimate tanpa harmonisasi. Kritik yang paling tepat adalah:
Sebuah meta-analisis menemukan OR 0,50 untuk kejadian stroke. Risiko stroke pada kelompok kontrol adalah 2%, sedangkan pada kelompok intervensi 1%. Apa interpretasi terbaik untuk edukasi klinis?
Sebuah CEA mengklaim intervensi dominan. Data menunjukkan biaya intervensi Rp8 juta, efektivitas 0,70; biaya komparator Rp10 juta, efektivitas 0,65. Interpretasi yang benar adalah:
Sebuah meta-analisis menunjukkan subgroup effect signifikan pada pasien usia lanjut, tetapi analisis subkelompok tidak direncanakan sebelumnya, banyak subkelompok diuji, dan tidak ada uji interaksi. Interpretasi terbaik adalah:
Sebuah studi evaluasi ekonomi tidak menyajikan diagram model, tetapi menyajikan tabel ICER. Mengapa ini menjadi masalah?
Dalam review tentang kepatuhan obat diabetes, studi primer menggunakan definisi adherence yang berbeda: MPR ≥80%, PDC ≥80%, self-report, dan pill count. Meta-analisis tetap dilakukan tanpa analisis sensitivitas. Masalah utama adalah:
Sebuah review menyebut “no significant difference” antara dua obat untuk adverse event, dengan RR 1,40; 95% CI 0,92–2,20. Interpretasi paling tepat adalah:
Dalam CEA berbasis data observasional, pasien yang mendapat intervensi baru lebih muda dan lebih sedikit komorbid dibanding komparator. Peneliti langsung menghitung biaya dan outcome tanpa adjustment. Masalah utama adalah:
Sebuah meta-analisis menemukan hasil signifikan, tetapi analisis leave-one-out menunjukkan bahwa signifikansi hilang setelah satu studi besar dikeluarkan. Interpretasi terbaik adalah:
Sebuah CEA melaporkan biaya rata-rata terapi A Rp12 juta dan terapi B Rp9 juta, efektivitas A 0,60 dan B 0,50 clinical success. ICER terapi A dibanding B adalah: