Looking for Course 3837 test answers and solutions? Browse our comprehensive collection of verified answers for Course 3837 at oase.unud.ac.id.
Get instant access to accurate answers and detailed explanations for your course questions. Our community-driven platform helps students succeed!
Sebuah studi cost-utility membandingkan obat A dan B untuk penyakit kronis. Perspektif tidak disebutkan, tetapi biaya yang dimasukkan hanya harga obat. Kritik paling tepat adalah:
Sebuah meta-analisis menggunakan fixed-effect model walaupun studi sangat berbeda dalam populasi, dosis, setting layanan, dan I² = 76%. Pilihan appraisal paling tepat adalah:
Dalam evaluasi ekonomi vaksin, peneliti menggunakan horizon 6 bulan, padahal manfaat utama berupa pencegahan komplikasi seumur hidup. Masalah utama adalah:
Sebuah evaluasi ekonomi menyatakan terapi A cost-effective karena biaya total lebih rendah daripada terapi B, tetapi efektivitas terapi A juga lebih rendah. Interpretasi yang tepat adalah:
Sebuah evaluasi ekonomi menyatakan intervensi cost-effective karena ICER lebih rendah daripada GDP per capita. Namun tidak membahas affordability, budget impact, atau prioritas lokal. Appraisal terbaik adalah:
Studi CUA memasukkan biaya dan QALY selama 20 tahun tetapi tidak melakukan discounting. Kritik paling tepat adalah:
Sebuah evaluasi ekonomi memakai cost-minimization analysis untuk dua obat diabetes karena HbA1c keduanya “tidak berbeda signifikan” pada satu studi kecil. Kritik paling tepat adalah:
Dalam meta-analysis, peneliti menggunakan hazard ratio untuk survival outcome dari beberapa studi dan risk ratio dari studi lain, lalu menggabungkannya tanpa transformasi atau justifikasi. Masalah utama adalah:
Sebuah review tentang penggunaan statin pada penyakit hati kronik menyimpulkan kausalitas kuat dari studi observasional tanpa membahas confounding by indication, healthy user bias, atau residual confounding. Kritik paling tepat adalah:
Sebuah systematic review menyimpulkan terapi A lebih baik dari terapi B. Namun semua studi primer menggunakan surrogate outcome, yaitu penurunan biomarker, tanpa data mortalitas, hospitalisasi, atau kualitas hidup. Kesimpulan paling tepat adalah: